
Hari ini Ganesha membawa Haikal pergi ke sebuah pantai untuk menikmati udara segar awalnya Haikal menolak tapi karena Ganesha terus memaksa dia akhirnya setuju. Haikal terus menatap ke arah laut suara deburan ombak dan angin yang terus bertiup membuat Haikal merasa sedikit tenang, Ganesha mendorong kursi roda Haikal sedikit lebih mendekat ke arah laut.
"Kala apa kau mau mendengar sebuah cerita?" Ganesha membuka pembicaraan tapi lagi lagi Haikal hanya diam.
"Baiklah aku akan bercerita, dahulu kala ada dua ekor angsa milik sang tuan yang kaya raya angsa pertama berwarna coklat dan angsa kedua berwarna putih... Si angsa coklat memiliki tubuh yang besar dan juga kuat sayangnya dia bodoh dan angsa putih memiliki badan yang kecil dan lemah tapi dia pintar.
Sang tuan tidak pernah puas dengan kemampuan kedua angsa itu, dia memaksa angsa coklat untuk menjadi cerdas seperti si putih dan memaksa si angsa putih untuk menjadi kuat seperti si coklat... akhirnya si coklat yang tidak tahan dengan perlakuan tuannya memilih untuk pergi ke hutan dan memulai hidupnya yang baru
Tapi saat dihutan angsa coklat dikejar oleh pemburu suruhan sang tuan kaya raya itu, akhirnya ada seorang petani baik hati yang menolong si angsa coklat. awalnya dia mengira jika dirinya sudah aman sayangnya angsa coklat itu salah ternyata dia malah diperbudak oleh sang petani... si coklat dipaksa terus betelur hingga dia muak dan lelah" Ganesha.
"kenapa si coklat tidak melarikan diri lagi?" Haikal menyukai cerita Ganesha.
"Dia ingin melarikan diri tapi dia tidak bisa karena dirinya sudah dirantai..." Ganesha.
__ADS_1
"kasihan..." Haikal.
"begitulah hidup kadang banyak orang mengira kehidupan itu indah padahal pada kenyataannya, hidup ini mengerikan ada banyak cerita kelam dan menyedihkan didalam hidup seseorang. bahkan orang yang paling sering tertawa sebenarnya adalah orang yang paling menderita dan paling banyak terluka" Ganesha.
Haikal tak mengatakan apapun sejenak dia merasakan ada ketulusan dari apa yang diungkapkan oleh Ganesha. Dia ingin bertanya kenapa Ganesha membunuh William dan membiarkan orang orang itu masuk ke rumah mereka tapi Haikal lagi lagi mengurungkan niat untuk bertanya karena dia merasa ragu.
"Kau haus?" Ganesha.
Haikal semakin masuk ke air hingga setengah badannya sudah terendam air. Ganesha yang baru datang melihat itu langsung berlari ke air dan memeluk Haikal dari belakang.
"Apa yang kau lakukan?! kenapa kau melakukan ini?" Ganesha.
"Aku hanya ingin bermain" Haikal.
__ADS_1
"ini bukan permainan Kala! kalau kau terus berjalan kau bisa tenggelam, ayo sekarang kita kembali ke tepian" Ganesha.
"Aku ingin disini" Haikal.
"Kau mau ketepi bersama ku atau aku akan membawa mu dengan paksa?" Ganesha.
Haikal hanya diam tapi Ganesha langsung mengangkat tubuh Ganesha ke dalam gendongannya. Haikal yang terkejut pun terdiam.
"Aku tidak akan membiarkan mu sendirian lagi, setiap aku memberikan mu waktu untuk sendiri kau selalu melakukan hal seperti ini" Ganesha.
"Kenapa kau begitu perduli pada ku? Papa sudah tidak ada kau tidak perlu lagi berpura pura menyayangi ku" Haikal.
"Terserah apa kata mu kala tapi aku benar benar menyayangi mu, aku tidak berbohong... percaya atau tidak itu hak mu'' Ganesha.
__ADS_1