HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Pergilah!


__ADS_3

*PLAK!


Winda menampar balik wajah Qian dengan sangat keras dan membuat sudut bibir Qian berdarah Haikal langsung merangkul Qian.


"Kau melindunginya!? ah benar juga sesama sampah harus saling melindungi" Winda.


"Kak kau baik baik saja?" Haikal.


"Aku baik baik saja, jangan khawatir" Qian.


"Jangan membuat ku marah! ini rumah ku, dan kau hanya orang asing disini" Haikal.


"Baiklah aku tidak akan basa basi lagi, aku datang untuk meminta uang! uang kami sudah habis" Winda.


"Jangan mimpi! aku tidak akan memberikan kalian uang sepeserpun, setelah semua yang kalian lakukan pada ku kalian kira aku sudi memberikan kalian uang? tentu saja tidak!" Haikal.


"Kau berani menolak!? kau mau aku buat kau viral karena menjadi anak durhaka setelah diadopsi orang kaya! Haikal wijaya anak durhaka itu pasti akan menjadi berita yang viral dan membuat perusahaan mu dalam masalah!'' Winda.


"Coba saja lakukan kalau kau bisa... semua media dinegeri ini aku bisa membungkamnya tanpa kecuali" Ganesha datang bersama Danis.

__ADS_1


"Siapa kau!? ikut campur saja!" Sebal Winda.


"Aku Ganesha Wijaya kakak dari Mahendra Wijaya, dan aku adalah paman Haikal sekaligus walinya yang sah" Ganesha.


Winda seketika terdiam dia bisa merasakan jika Ganesha jauh berbeda dengan Mahendra. jika pada Mahendra, Winda masih berani beradu argument tapi saat berhadapan dengan Ganesha tiba tiba saja nyalinya menjadi ciut.


saat Ganesha melihat bibir Qian yang beradah, Ganesha langsung membulatkan matanya dia memegang dagu Qian dan mengangkatnya pelan.


"Dia yang melakukannya?" Ganesha.


Haikal mengangguk membenarkan pernyataan Ganesha.


Ganesha mengusap lembut darah dibibir Qian dan tersenyum.


"Kalian masuklah ke kamar... kunci pintunya dan jangan keluar apapun yang kalian dengar" Ganesha.


mendengar itu Haikal mengangguk dia membawa Qian bersamanya masuk ke dalam kamar. Haikal mengunci pintu kamarnya dan mengobati luka dibibir Qian. Saat ini Ganesha menatap Winda tajam.


"Kau beruntung Haikal melarang ku untuk membunuh lagi, jika tidak maka sudah bisa dipastikan kepala mu itu akan berlubang detik ini juga...

__ADS_1


berani sekali kau menyentuh milikku apa kau sudah bosan hidup hah?. Baiklah kau sudah melukai milikku maka aku juga harus melukai mu kan?" Ganesha.


*PLAK!


*PLAK*


"Ah! Apa yang kau lakukan bajingan gila!?" Winda sangat marah tapi dia juga takut, Ganesha menampar wajah winda dengan sangat keras sebanyak dua kali bukan hanya bibir winda bahkan kini hidungnya juga berdarah.


"Aku sedang membayar apa yang kau lakukan pada milikku tadi, dengar nona aku sebenarnya jijik menyentuh mu tapi karena kau sudah berani menyentuh milikku tentu saja aku harus membalas mu..." Sahut Ganesha dengan santainya.


Winda yang mendengar itu gemetar ketakutan ditambah tatapan mata Ganesha yang sangat tajam membuat nyalinya semakin ciut.


"dengarkan aku baik baik Winda, saat ini juga jika kau masih ingin hidup pergilah dari hadapan ku... jangan sampai aku membuat mu menjadi mayat tanpa jasad" Ganesha berbisik lirih disamping telinga Winda.


Mendengar itu Winda bergegas pergi dari sana dengan gemetar dan ketakutan. Ganesha kemudian menuju ke kamar Haikal dan mengetuk pintu kamar yang terkunci dari dalam itu.


"Kala buka pintunya ini aku, wanita itu sudah pergi sekarang sudah aman" Ganesha.


*Ceklek

__ADS_1


"Masuklah" Haikal mempersilahkan Ganesha untuk masuk ke kamarnya.


__ADS_2