HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Siapa yang menyakiti?


__ADS_3

karena bosan Qian pergi ke halaman samping rumah dan duduk ditepi kolam renang. Haikal sedang pergi ke rumah kaca untuk mengambil beberapa buku.


"siapa sebenarnya diri mu kenapa kau bisa tau itu aku?" Zaky yang baru saja datang langsung membuka pembicaraan.


"tidak sulit untuk aku memgetahui hal seperti ini sejak awal pertama kali aku datang ke rumah ini kau menatap ku penuh rasa curiga juga kebencian, entah apa salah ku hingga kau membenci ku...


kejadian diacara hari ini saat aku bekerja juga bukanlah kecelakaan, benarkan?" Qian dengan santainya menjawab Zaky tanpa menatapnya.


"Aku hanya berjaga jaga karena aku tidak ingin kau melukai tuan muda Haikal" Zaky.


"kau bukan berjaga jaga Zaky, tapi kau tidak terima aku dekat dengan Haikal... kau ingin menyingkirkan ku tapi sayang kau tidak tau, aku ada satu langkah didepan mu dan kak Ganesha diam diam juga melindungi ku


lakukan saja apa yang kau mau tapi ingat jangan sampai melewati batasan mu, atau aku akan membalas semua yang kau lakukan pada ku" Qian.


mendengar itu Zaky meradang dan pergi dengan marah. Qian hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya, dia sudah tau Zaky mengirim orang untuk mencelakainya sejak saat pertama Haikal membawanya ke rumah kaca.

__ADS_1


tapi Zaky tidak tau jika Ganesha mengirim orang justru untuk melindungi Qian. akhirnya saat hari ini orang suruhan Zaky hampir melukai Qian, orang kiriman Ganesha justru melindungi Qian.


Haikal sudah selesai dari mengambil buku dirumah kaca tapi tiba tiba Zaky datang dan menarik tangannya.


"kak Zaky ada apa?" Haikal.


"Tuan muda kau harus berhati hati pada Qian dia bukan orang biasa, kau harus menjauh darinya" Zaky.


"apa maksud mu kak? kenapa kau tiba tiba bicara seperti ini?" Haikal.


"Berhenti berpikiran seperti itu tentang kak Qian, dia adalah orang baik yang selalu mengajari ku untuk sabar dan ikhlas jika bukan karena dia mana mungkin saat ini aku masih baik baik saja?" Haikal.


"Dengar tuan muda! Dia bukan orang baik, jika kau mempercayainya seperti ini kau bisa terluka kapan saja! dia bukan hanya akan melukai mu tapi bisa jadi dia juga akan membunuh mu!" Zaky tanpa sadar sudah membentak Haikal dan semakin mencengkram pergelangan tangan Haikal.


"Bukan dia yang akan melukai ku tapi kau kak!" Haikal melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Zaky.

__ADS_1


"Haikal apa kau sibuk?" Qian datang dengan membawa kanvas dan alat lukis lainnya.


"Kak kau mau melukis?" Haikal.


"Ayo melukis bersama... tapi kita butuh asisten" Qian.


Haikal tersenyum dan langsung menghampiri Qian meninggalkan Zaky yang kini sedang menatap Qian dengan tajam.


Qian membawa Haikal untuk pergi ke belakang rumah kaca dan mereka melukis bersama dalam satu kanvas.


"hanya kalian yang berani menjadikan seorang Ganesha wijaya sebagai asisten" Ganesha kesal karena Haikal dan Qian menyuruhnya menjadi asisten mereka yang bertugas membawakan alat lukis dan ember berisi air untuk membasuh kuas lukis mereka.


"Kalau tidak mau ya sudah sini aku saja, kami bisa melakukannya tanpa mu benarkan Kala?" Qian ingin mengambil ember berisi air yang dipegang oleh Ganesha tapi Ganesha meletakan ember itu ditanah dan menahan tangan Qian.


"Kau benar benar pemarah, seperti wanita saja... hm" Ganesha menggoda Qian hingga pipi Qian merona karena malu.

__ADS_1


__ADS_2