HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Pilihan.


__ADS_3

"Rumah ini sangat nyaman dan semua buku yang aku suka ada disini, kamarnya juga bagus... kakak membuat rumah ini untuk ku? tapi kenapa?" Haikal.


"Karena aku ingin kau belajar dengan baik, saat kau bosan dirumah dan ingin mencari ketenangan kau bisa kesini dan belajar disini" William membuka tirai kamar rumah kaca itu.


"Wah kalau malam pasti bisa melihat bintang kan kak?" Haikal.


"benar saat malam bintang akan terlihat jelas dari sini, tuan muda... ini adalah hadiah yang aku berikan untuk mu semoga kau menyukainya" William.


"Eum aku sangat sangat sangat... suka rumah kaca ini akan jadi markas tempat ku belajar, tidur, dan kabur dari rumah kalau papa memarahi ku hahahaha" Haikal.


William menatap Haikal penuh arti.


"Aku tau kau sedang menyelidiki masalah Mafia Asia untuk membantu tuan Ganesha" William.


Mendengar itu Haikal terdiam dia kaget karena William mengetahui rahasianya. Haikal tidak bisa berkata kata dia hanya bisa terdiam.


"Tuan muda mafia asia adalah organisasi besar yang berbahaya, kau seharusnya tidak melibatkan diri... mereka bisa saja melacak identitas mu dan membuat mu dalam masalah" William.

__ADS_1


"Maaf kak" Cicit Haikal menyesal.


"Dengar mulai sekarang jauhi masalah mafia ini, dan fokusnya belajar... aku akan selesaikan semuanya untuk mu, jangan khawatir" William.


Mendengar itu Haikal memeluk William erat.


"Kakak bilang itu berbahaya tapi bagaimana kakak akan menangani itu?" Haikal.


"jangan khawatir aku akan memikirkan jalan keluarnya, tugas mu hanya satu jangan lagi mencari tau apapun tentang mafia itu... tutup mata dan telinga mu rapat rapat mengerti?" William.


Haikal menikmati suasana dirumah kaca sampai tanpa sadar dia tertidur. William memindahkannya ke kamar dirumah kaca dan menyelimutinya.


William kemudian meninggalkan Haikal disana dan pergi untuk menemui Ganesha dan Mahendra.


"Mahendra orang orang itu sudah mencari ku, kau harus membawa Haikal pergi dari rumah ini karena mereka sudah melacak ku" Ganesha.


"Kau gila kak mana mungkin aku meninggalkan mu sendiri?!" Mahendra.

__ADS_1


"Lalu apa mau mu?! mereka tidak akan melepaskan kalian jika kalian terus bersama ku, aku lebih mati demi melindungi kalian dari pada harus membawa kalian mati bersama ku" Ganesha.


"Masalah ini kita hadapi bersama kak, aku yakin ada jalan keluar terbaik untuk semua ini aku punya anak buah mereka bisa melindungi kita" Mahendra.


"Dasar bodoh! anak buah mu hanyalah sampah dimata mereka, sudah ku bilang aku tidak akan bisa lepas dari jeratan mereka" Ganesha.


"Kalau begitu kita bisa pindah keluar negeri, mereka tidak akan bisa menemukan kita" Mahendra.


"Mereka mafia Hen mereka tidak akan bisa kau bodohi sudahlah ikuti ucapan ku pergi bersama Haikal, selama aku tidak bersama kalian mereka tidak akan mengejar" Ganesha.


"Puluhan tahun kita terpisah dan sekarang kau ingin kita terpisah lagi kak? tidak aku tidak akan meninggalkan mu!" Mahendra.


"Lalu apa mau mu? kau mau Haikal menjadi yatim piatu hah? kau mau dia hidup sebatang kara tanpa orang tua? itu yang kau mau?!" Ganesha.


Mahendra terdiam dia tidak bisa meninggalkan kakaknya tapi dia tidak mungkin membiarkan anaknya hidup sendirian. Mahendra benar benar frustasi dibuatnya.


"Masih ada cara lain tuan" William.

__ADS_1


__ADS_2