HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Pekerja Keras.


__ADS_3

Karina pergi ke Mall dan membeli beberapa mainan untuk dihadiahkan pada Haikal, Karina tidak sendirian karena dia ditemani oleh sahabatnya yang bernama Mario.


"Rin udahlah kamu ngapain sih sampai segininya sama Mahendra? sampai bela belain beli hadiah buat anak dia" Mario.


"Mar aku itu pengen pershabatan aku sama Mahendra balik kaya dulu lagi, aku gak mau dia salah paham karena aku tiba tiba Menghilang setelah dia tunangan sama Lisa" Karina.


"Emangnya waktu itu kenapa kamu menghilang?" Mario.


"Waktu itu aku gak menghilang... tapi aku kecelakaan dan harus dirawat dirumah sakit, karena luka aku yang cukup parah aku akhirnya dirujuk ke Singapura dan melakukan pemulihan disana... setelah aku pulih aku memilih menetap disingapura karena aku..." Karina ragu untuk melanjutkan kalimatnya.


"Karena apa?" Mario jadi semakin penasaran.


"Karena aku sebenarnya cinta sama Mahendra, aku pikir dia sudah menikah dengan Lisa jadi aku memilih untuk berusaha melupakan dia...


Sampai akhirnya bulan lalu aku dapat kabar kalau kamu dioperasi dan aku pulang ke Indonesia, ternyata aku malah gak sengaja ketemu sama Mahendra lagi... dan cinta ini sedikit pun tidak berkurang.


Kalau dulu aku tidak mau lagi berjuang karena takut jadi pelakor, sekarang setelah tau Mahendra sama Lisa udah gak ada hubungan apa apa lagi wajar dong kalau aku berjuang untuk dapet cinta Mahendra" Karina.


"Apa sih Rin yang kamu lihat dari si Mahendra itu? padahal kalau kamu mau membuka mata kamu jelas aku lebih baik dari pada dia" Mario.


"Dia itu orang yang baik dan bertanggung jawab, dia pekerja kesar dan penuh kasih sayang... asal kamu tau Mar dulu perusahaan om Wijaya itu sudah hampir bangkrut tapi dia bekerja keras mengembalikan kejayaan perusahaan ayahnya dia rela pergi pagi dan pulang pagi demi mengembalikan nama baik perusahaan Wijaya...


Dan coba kamu pikir apa ada orang selain Mahendra yang mencintai anak angkatnya melebihi dia mencintai dirinya sendiri?. Dia belum pernah punya anak sebelumnya tapi dia bisa ayah yang hebat... itu karena dia punya hati yang baik dan tulus laki laki seperti Mahendra itu gak mudah didapetin" Karina.


Setelah selesai membeli semua barang yang di inginkan Karina pulang diantar oleh Mario sahabatnya.


Mahendra yang baru sampai dikantor cabangnya segera mengadakan rapat dadakan. Saat rapat berlangsung Mahendra menemukan fakta jika Evan ingin menjatuhkan Mahendra dengan menjual saham miliknya menggunakan penawaran harga dibawah rata rata.


"naikan harga saham kita sebersar 20%" Mahendra.


"Tuan Evan menurunkan harga sahamnya sebesar 10%" Gio.


"Naikan harga saham kita ke 25%" Mahendra.


Beberapa menit kemudian.


"Tuan evan menurunkan harga sahamnya ke 15%" Gio.

__ADS_1


"Naikan harga saham kita ke 30%" Mahendra.


"Tuan ini sangat beresiko" Arif.


"Dia mau bermain dengan ku, dan aku akan mempermainkannya... ini balasan ku karena dia sudah membuat waktu ku dan anakku terbuang sia sia" Mahendra.


"Tuan Evan menurunkan harga sahamnya ke 20%" Gio.


"Pertahankan harga saham kita... biarkan dia bermain" Mahendra.


"Tuan penawaran kerja sama terus masuk ke perusahaan kita" Qian.


"Lakukan penyortiran... dan serahkan berkas perusahaan yang ingin bekerja sama dengan kita pada ku" Mahendra.


"Baik tuan" Qian.


"Tuan Evan menurutkan lagi harga sahamnya, sebanyak 10%" Gio.


"Naikan harga saham kita ke 35%" Mahendra.


"Tu-tuan anda yakin?" Gio.


"Baik tuan" Gio.


"Tuan permintaan kerja sama terus bertambah, bahkan perusahaan Mega Bintang ikut mengajukan kerja sama" Qian.


"Mega Bintang adalah perusahaan milik Hansen..." Mahendra.


"Terima kerja sama dengan perusahaan Mega Bintang" Mahendra.


"Baik tuan..." Qian.


"GILA!" pekik Gio kaget.


"Ada apa?" Sahut Arif panik.


"Tuan Evan menurunkan lagi harga sahamnya ke 20%" Gio.

__ADS_1


"Beli semua Saham perusahaan Evan Corporations sekarang" Mahendra.


"Baik tuan" Gio bergegas melaksanakan perintah Mahendra.


"Tuan 60% saham Evan Corporations sudah menjadi milik kita" Gio.


"Kembalikan harga saham kita ke titik normal, dan masukan saham Evan Corporations ke dalam saham pribadi kita... jangan dijual karena aku punya urusan dengan si bajingan Evan itu" Mahendra.


"Baik tuan" Gio.


Rapat berakhir dengan kemenangan telak untuk pihak Mahendra. Selain mendapatkan keuntungan lima kali lipat perusahaan Mahendra juga berhasil menjatuhkan lawannya yaitu Evan corporations.


Setelah rapat berakhir Mahendra dan anak buahnya menuju ke kantor evan untuk tanda tangan serah terima saham. kedatangan mereka disambut cukup baik oleh bawahan Evan, namun melihat dari raut wajah Evan dengan mudah Mahendra bisa tau jika Evan tidak rela melepaskan sahamnya.


"Tuan Evan silahkan tanda tangani surat penyerahan saham ini" Arif.


Dengan wajah sinis Evan menandatangani surat itu dan memberikan cap sidik jarinya juga.


"Tuan Evan dikarenakan saya pemegang saham terbesar dikantor ini, itu artinya anda bukan lagi bos disini... benar, kan?" Mahendra.


"Anda begitu bangga setelah menjatuhkan lawan dengan cara curang tuan Mahendra" Evan.


"curang? Dimananya saya curang? anda yang menjual saham anda dengan penawaran yang anda buat sendiri, dan saya hanya membelinya lalu dimana letak kecurangan saya?" Mahendra berucap dengan tersenyum pwnuh arti.


*BRAK!


"Jika bukan karena anda terus menaikan harga saham anda saya tidak akan menurunkan harga penwaran saham kami dipasar saham!" Evan menggebrak meja karena emosi, dia juga membentak Mahendra tanpa ragu.


"Anda sendiri yang ingin bermain curang dengan memalsukan data perusahaan kami dipasar saham, dan menjual saham kalian dengan harga normal...


anda mengira karena saya sedang cuti anda bisa menjatuhkan perusahaan saya? Maaf saja tuan Evan tapi saya selalu berada satu langkah didepan lawan, anda membuat waktu saya yang seharusnya saya gunakan untuk anak saya terbuang sia sia karena permainan licik anda...


Sekarang nikmati saja kehancuran anda saat ini, ah satu lagi sebaiknya anda segera berkemas karena perusahaan ini sekarang milik Mahendra Wijaya" Ucap Mahendra dengan senyum Smirknya.


"Mahendra lihat saja aku akan membalas semua ini! akan ku hancurkan hidup mu, dan juga perusahaan bodoh mu itu!" Evan menunjuk ke arah Mahendra.


"Sepuluh tahun lalu anda juga mengatakan itu kepada saya, tapi malah anda sendiri yang malu karena saya berhasil membeli saham perusahaan ini sebesar 30% dan hari ini saya membeli lagi saham perusahaan anda sebesar 60%... 10% sisa Saham diperusahaan ini adalah milik PT. Mega Bintang saya rasa bukan saya tapi anda yang sudah hancur" Mahendra.

__ADS_1


Mahendra kemudian beranjak pergi meninggalkan Evan yang marah marah tidak jelas. Mahendra meminta anak buahnya untuk segera menyelsaikan semua berkas yang diperlukan agar mereka bisa segera mengusai perusahaan ini sepenuhnya.


__ADS_2