
Ganesha benar benar tidak pergi ke acara yang diadakan oleh King. Dia memilih untuk menghabiskan waktunya dirumah, bahkan saat King menelpon dia langsung menolaknya tanpa ragu.
"Ku rasa dia sudah mulai berani pada anda tuan" -
"Sebaiknya anda bunuh saja dia tuan lagi pula dia juga sudah tidak berguna untuk organisasi kita" -
"Sebaiknya kalian diam atau ku habisi kalian, jika diantara kalian ada yang berani menyentuh Ganesha... aku tidak akan segan segan untuk memenggal kepala kalian" King.
Seketika semua orang diruangan itu diam.
"Kau mau bermain main dengan ku? baiklah ayo kita bermain ini akan sangat menyenangkan" King tersenyum menyeringai.
Ganesha sedang bersantai dihalaman samping rumah sembari meminum teh panasnya. Haikal menghampiri Ganesha sembari membawakan cemilan kecil.
"Ku dengar seharusnya malam ini kau pergi menemui bos mafia yang memimpin organisasi mu" Haikal.
"Kau tau dari mana?" Ganesha.
"Aku dengar dari percakapan anak buah mu" Haikal.
__ADS_1
"Aish mulut mereka benar benar seperti sampah" kesal Ganesha.
"Lalu kenapa kau tidak berangkat?" Haikal.
"aku tidak sudi menghadiri acara itu, aku tidak mau bertemu siapapun dari organisasi itu lagi" Ganesha.
"Jadi kapan kau akan mrnjelaskan semuanya pada ku?" Haikal.
"Saat kau benar benar siap untuk mendengarkannya, aku tidak mau kau salah paham lagi" Ganesha.
Haikal duduk disamping Ganesha dan menatap Ganesha dengan seksama.
"aku belum siap mendengarkan penjelasan mu, karena itu aku bertanya kapan kau akan menjelaskannya... jika kau menunggu aku untuk siap maka sebenarnya aku tidak akan pernah siap" Haikal.
"Aku bukan diri mu yang selalu menyembunyikan banyak hal dan berakhir pada kebohongan, aku bertanya karena aku perlu penjelasan mu dan karena aku harus tau apa penyebab kau melakukan semua itu" Haikal.
"Aku akan memberitau mu saat hari ulang tahun mu, karena ada hal lain yang ingin aku lakukan pada saat itu" Ganesha.
"Apa kau akan memulangkan aku ke orang tua kandung ku?" Haikal.
__ADS_1
"Tidak akan! Aku saja tidak pernah membiarkan mereka menemui mu apa lagi sampai berpikir untuk mengembalikan mu pada mereka" Ganesha.
"Lalu apa yang akan lakukan?" Haikal.
"Itu masih rahasia... sekarang lebih baik kau tidur ini sudah malam" Ganesha.
"Aku akan tidur dirumah kaca, apa kau akan menginap disana?" Haikal.
"Kau mengundang ku atau hanya bertanya pada ku?" Ganesha.
"Dasar tua" Haikal lalu beranjak dan pergi.
"Hei bocah siapa yang kau bilang tua" Ganesha berteriak sembari mengikuti langkah Haikal menuju rumah kaca.
Sementara itu terlihat Qian sedang sibuk menyusun kamera dan semua peralatannya didalam tas. besok dia harus kembali ke jembatan sungai batu untuk mengambil beberapa foto, dia juga masih harus menghadiri beberapa acara dan menjadi fotografer disana.
Besok adalah hari yang sangat sibuk untuk Qian. Meski begitu dia tidak lupa dengan janjinya pada Haikal untuk menemuinya esok lusa, Qian menyiapkan beberapa hadiah kecil untuk Haikal.
"Kala bilang dia suka coklat tapi aku tidak tau dia suka coklat yang seperti apa, baiklah aku akan bawa saja semuanya..." Qian.
__ADS_1
Saat mulai mengemas Qian tidak sengaja melihat gelang yang sedang ia pakai.
"Aku tidak menyaka jika memiliki teman begitu menyenangkan, andai saja aku menemukan mu sejak dulu mungkin hidup ku akan lebih baik" Qian.