HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Siapa milik mu?


__ADS_3

"kakak..." Haikal menyesal karena tidak sengaja menyakiti Qian.


"Pergilah dan jangan muncul lagi didepan mata ku, atau aku tidak akan memaafkan mu" Haikal.


"Aku tidak akan pergi sebelum kau memberikan aku uang!" Dewi.


"Uang? aku tidak akn pernah memberikan mu uang sepeser pun!" Haikal.


Dewi ingin menghampiri Haikal tapi Ganesha langsung menahannya.


"Danis bawa wanita ini ke kantor polisi dia sudah membuat keributan dirumah keluarga Wijaya, juga melukai Qian dan memeras Haikal...


Ini sudah cukup untuk membuatnya dipenjara setidaknya dua tahun, bukankah itu adil sampah betina rendahan!?" Ganesha tersenyum menyeringai.


Danis membawa Dewi ke kantor polisi tentu saja Dewi terus memberontak tapi Danis tidak tinggal diam dia menyuruh bawahannya untuk mengikat Dewi dan memasukannya ke mobil dengan paksa.

__ADS_1


Haikal merasa agak pusing dan terhuyung lemas Ganesha langsung membantu Haikal untuk masuk ke dalam rumah dan mendudukannya disofa.


"Kala kau baik baik saja kal?" Ganesha.


"Aku baik baik saja..." Haikal.


"Kak Qian maaf membuat mu terlibat dalam masalah keluarga ku" Haikal


"kita adalah sahabat sudah seharusnya saling membantu, tapi kak Ganesha kau berulang kali menyebut ku sebagai milik mu... bisa kau jelaskan apa maksud mu?" Qian.


Ganesha berdiri dan menarik tangan Qian sehingga mereka saling tatap dengan jarak yang sangat dekat. Qian bisa merasakan deru nafas Ganesha didepannya.


"Paman apa maksud mu? kau gila!?" Haikal beranjak dan melepaskan tangan Ganesha dari Qian.


"aku tidak gila Haikal aku hanya ingin selalu bersamanya, menjadikannya milikku dan membuatnya hidup bersama kita selamanya" Ganesha.

__ADS_1


"Aku bukan boneka yang bisa kau miliki sesuka hati mu, aku adalah manusia yang punya hati dan perasaan jadi jangan keterlaluan... ingat batasan mu kak Ganesha aku bukan orang yang bisa kau tatap seperti itu, jangan merendahkan ku kak!" Qian.


Qian melepaskan tangannya yang lain dari Ganesha dan pergi menjauh. Ganesha terdiam dia menatap Qian yang kini berjalan menjauh darinya, Haikal menyusul Qian dan meninggalkan Ganesha sendirian disana.


Haikal duduk disamping Qian yang berada ditepi kolam renang.


"kak... apa yang kau pikirkan?" Haikal.


"Apa kak Ganesha benar benar orang seperti itu? dia menganggap aku seperti barang yang bisa dia miliki dengan mudah hanya karena dia memberikan aku banyak hadiah mewah?


Haikal aku adalah orang yang menderita sejak kecil, aku bekerja keras untuk bertahan hidup. tapi harta dan tahta tidak akan membutakan ku..." sahut Qian tanpa menatap Haikal.


Haikal tersenyum dan memegang tangan Qian.


"aku pun tidak yakin tentangnya kak, sampai hari ini aku masih meragukan kepribadian paman Ganesha... aku tidak tau apakah dia orang yang baik atau orang yang jahat, tapi yang aku tau dia tidak berhak menyebut mu miliknya...

__ADS_1


Jika kau merasa tidak nyaman tinggal disini maka kita bisa tinggal di rumah kaca. Jangan khawatir aku akan melindungi mu kak, aku tidak akan membiarkan dia membawa mu" Haikal.


Qian tersenyum dan mengangguk sejak itu Qian tinggal dirumah kaca bersama Haikal dan selalu menghindari Ganesha. sadar akan kesalahannya Ganesha berusaha meminta maaf pada Qian walau selalu diabaikan tapi dia juga tidak pernah menyerah.


__ADS_2