HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Sekolah


__ADS_3

ini adalah hari pertama Haikal sekolah dia berangkat ke sekolah ditemani oleh bodyguard suruhan Mahendra. total ada Lima orang bodyguard yang bertugas untuk selalu disamping Haikal, pihak sekolah awalnya tidak mengizinkan tapi melihat potensi Haikal yang tinggi dan ayah Haikal yang bukan orang sembarangan mereka pun setuju.


Dari lima orang bodyguard itu ada satu orang bodyguard yang merupakan orang kepercayaan Mahendra, dia bernama William.William adalah pemimpin team bodyguard yang bertugas menjaga Haikal sekaligus teman bermain Haikal saat bosan.


"Kak Will nanti bantuin kala nyari bahan buat bikin tugas ya" Haikal.


"Tugas apa tuan muda?" William.


"Tugas bikin rujak, ya tugas kerajinan tangan yang tadi lah kak..." Sebal Haikal.


"Baik tuan muda tuliskan saja bahan apa yang diperlukan nanti akan saya sediakan" Sahut William dengan tersenyum.


"Okay kak..." Haikal kemudian menuliskan barang apa saja yang dia perlukan dan memberikan catatan itu pada William.


"kapan semua barang ini diperlukan tuan muda?" William.


"Kakak tadi gak dengerin ya guru ngomong dikelas?" Haikal memasang wajah cemberutnya.


"Tidak tuan karena saya fokus mengawasi keamanan sekitar" William.


Haikal tersenyum membuat William bingung.


"Kakak gak usah serius kaya gitu disekolah ini gak ada yang nyakitin Kala, kakak kakak semua jangan tegang gitu wajahnya serem tau..." Ucap Haikal menggoda para bodyguardnya.


"barang barang ini baru terpakai minggu depan kok, gak usah buru buru kak..." Sambung Haikal berucap.


Disekolah barunya Haikal tidak memiliki teman semua anak anak disekolah itu menjauhi Haikal. Mereka iri dengan kecerdasan Haikal yang melebihi rata rata dimana Haikal bisa menyelsaikan ujian yang diberikan dan mendapat nilai sempurna dihari pertamanya sekolah.


Hal lain yang membuat mereka iri dan dengki pada Haikal adalah posisi Haikal yang kini merupakan anak dari Donatur utama sekolah itu. Demi mengamankan sang anak dari kemungkinan yang tidak di inginkan Mahendra menjadi donatur terbesar sma Buana.


Haikal juga tidak ambil pusing dengan itu dia sudah biasa tidak punya teman, malah Haikal merasa nyaman karena tidak perlu berinteraksi terlalu banyak.

__ADS_1


"Tuan muda sebentar lagi jam makan siang, anda mau ke kantin?" William.


"Iya aku mau makan dikantin saja... eum kakak kalian juga harus makan ya" Haikal.


"Tuan kami tidak makan saat bertugas, anda tenang saja kami bisa makan secara bergantian nanti setelah anda masuk kelas" William.


Haikal mengangguk paham dia tidak mau memaksa karena Mahendra mengajarkan kepada Haikal untuk mengutamakan tanggung jawab sebelum hal lainnya.


Haikal pergi ke kantin dan hanya memesan minuman karena dia membawa makanan dari rumah. Sebelum berangkat ke kantor Mahendra menyempatkan untuk memasak bekal untuk Haikal, dia rela bangun jam lima pagi untuk memasak.


"eum masakan papa enak banget... padahal katanya baru belajar masak tapi kok bisa enak gini?" Haikal bergumam sambil makan.


"Tuan muda saat makan jangan bicara itu etika dasar" William bukan hanya bodyguard biasa tapi dia juga penasehat Haikal.


Mahendra menyuruh William untuk mengajarkan hal hal penting dan mendasar untuk Haikal. Mahendra tau itu akan sangat berguna untuk Haikal dimasa depan.


"Iya kak..." Haikal kembali melanjutkan makannya.


setelah makan siang selesai Haikal kembali ke kelasnya tapi dia melihat bangkunya sudah dipenuhi sampah. Mejanya juga terdapat banyak coretan kapur, dikursi Haikal juga ada tumpahan saus cabai, tasnya basah karena tersiram susu, dan yang paling parah jaket kesayangannya robek dibagian lengan seperti disayat silet.


Entah siapa yang melakukan semua itu tapi yang jelas melihat itu semua Haikal mematung sesaat. Dia sangat sedih karena tas itu adalah Hadiah yang diberikan Ganesa untuknya, dan jaket itu adalah jaket yang dibelikan Mahendra secara khusus.


Demi membelikan jaket itu Mahendra harus mengantri selama dua jam saat hujan lebat. Jaket itu hanya dibuat disatu toko yang ada Di Inggris harganya jelas sangat mahal, tapi yang membuat Haikal sedih adalah perjuangan Mahendra saat mendapatkan jaket itu untuknya.


Haikal mengambil jaket itu dan memeluknya dia mulai meneteskan air mata melihat itu William menyuruh anak buahnya untuk segera merapikan kembali bangku Haikal.


"Jaket ini hadiah dari papa hiks hiks papa maaf kala gak bisa jaga hadiah dari papa hiks hiks hiks" Haikal menangis sampai terisak.


"Tuan muda jangan khawatir tuan besar tidak akan marah, karena ini bukan kesalahan anda..." William mencoba menenangkan Haikal yang masih menangis.


Setelah bangku Haikal dibereskan dan Haikal sudah mulai tenang dia kembali duduk dibangkunya. William melaporkan kejadian itu ke pihak sekolah dan mereka berjanji akan menangani masalah itu segera.

__ADS_1


"Tuan muda jangan terlalu dipikirkan nanti saya yang akan menjelaskan kepada tuan besar" William yang melihat Haikal terus diam dan memandangi jaket itu merasa kasihan.


"Tuan bilang akan pulang terlambat bagaimana jika kita nanti ke kantor tuan dan menjemputnya" William berusaha menghibur Haikal yang sedang sedih.


"Kak tapi papa gak akan marah kan?" Haikal.


"Tidak akan... tuan besar tidak akan marah" William.


"Jaket ini papa beli dengan perjuangan yang susah... papa harus sampai kehujanan dan demam demi belikan jaket ini untuk kala, hiks hiks hiks sekarang jaketnya rusak" Haikal kembali menangis meski tidak seburuk tadi tapi tetap saja dia menangis.


Saat kelas dimulai diam diam William menelpon Mahendra dan menceritakan semua yang terjadi. Mahendra yang mendengar itu jelas tidak tinggal diam dia langsung menghubungi kepala sekolah untuk mencari tau siapa pelaku yang sudah berani melakukan itu pada Haikal.


Jam pelajaran terakhir pun selesai dan semua murid bersiap untuk pulang. Haikal memasukan buku bukunya ke dalam tas, kali ini bodyguardnya membawakan tas Haikal karena melihat Haikal masih terus diam para bodyguard itu memutar otak untuk menghibur Haikal.


"Tuan muda... kemarin anda bilang kepada saya jika anda ingin melihat eskul basket. kan?" William bertanya dan hanya dijawab oleh anggukan kecil Haikal.


"Saya dengar hari ini anak anak eskul basket ada latihan tambahan untuk pertandingan antar sekolah, anda mau lihat?" William.


"Tidak kak... aku mau pulang saja aku lelah" Haikal.


"Baik tuan muda" Willian.


Saat sampai dirumah baru saja Haikal sampai didepan pintu rumah mobil Mahendra masuk dalam halaman rumah mereka. Mahendra pun turun dari mobil dan langsung tersenyum dan memeluk Haikal.


"Gimana sekolahnya tadi sayang?" Mahendra berpura pura tidak tau dengan apa yang terjadi, karena dia ingin menyelidiki masalah ini diam diam.


Haikal hanya diam dan kemudian memberikan jaket yang dia pegang pada Mahendra.


"Pah jaketnya rusak..." Haikal berucap sangat lirih tapi masih terdengar oleh Mahendra.


"Kita masuk dulu ya nanti baru kala cerita sama papa kenapa jaketnya bisa rusak, hm" Mahendra membawa Haikal masuk dan duduk diruang tv.

__ADS_1


Setelah dia dan Haikal minum air putih yang disajikan oleh Mina barulah Mahendra bertanya kembali kepada Haikal.


__ADS_2