HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Janji?.


__ADS_3

"Waktu dirumah sakit papa sendiri yang bilang tidak akan membiarkan orang asing menyentuh kala, tapi tadi waktu tante itu mau menyentuh kala papa kenapa tidak lindungi Kala? papa lupa sama janji papa?" Haikal berucap dengan polosnya Haikal benar benar berfikir jika Mahendra lupa pada janjinya.


"Papa minta maaf sayang... kala mau kan maafin papa?" Mahendra.


"eum kala mau tapi janji sama kala papa gak akan seperti tadi lagi, karena Kala takut pa..." Haikal.


"Iya sayang papa janji... papa minta maaf nak, maafin papa" Mahendra memeluk Haikal erat dan menenangkan anak kesayangannya itu.


"Mahendra kalau kau memperlakukan Haikal seperti tadi lagi, apa lagi didepan orang seperti itu aku akan menghajar mu saat itu juga" Ucap Ganesha yang entah sejak kapan berdiri dibelakang Mahendra.


Mahendra melepaskan pelukannya dari sang anak dan menatap Ganesha.


"Iya kak maaf" Mahendra.


"Minggir" Ganesha menyuruh Mahendra minggir dan menggendong Haikal.


"Kak?... kakak mau bawa Kala kemana?" Mahendra.


"Hari ini aku akan membawa Haikal bersama ku, sampai kau bisa menyadari kesalahan mu tadi aku tidak akan mengembalikan Haikal pada mu!..." Ganesha.


Dengan cepat Mahendra menahan Ganesha dan mengambil Haikal dari gendongan Ganesha.


"Kak aku janji gak akan kasar lagi sama Kala, kakak boleh pukul atau hajar aku terserah kakak tapi tolong jangan bawa Kala kak..." Mahendra.


"Om sama papa jangan berantem kala gak suka... kala takut" Haikal menyembunyikan wajahnya dileher Mahendra.


"Kalau bukan demi Haikal sudah ku remukan tulang mu karena berani membentaknya didepan orang asing seperti tadi" Ganesha.


"papa... Om Ganesha...ayo kita pulang, kita piknik dirumah saja" Haikal.


"Iya keponakan om yang manis, kita pulang ya hm... hari ini om akan kasih semua yang kala mau" Ganesha.


"Kala mau om sama papa jangan berantem lagi, Kala udah maafin papa kok om" Haikal.


"Iya sayang Papa sama Om gak akan berantem lagi kok nak" Mahendra.


Mereka kemudian kembali ke rumah dan Haikal mengajak Papa dan Pamannya itu piknik dihalaman belakang rumah mereka. sekalian mereka mengadakan acara bakar jagung dan barbeque bersama para bodyguard dan pelayan, Haikal terlihat senang dan tidak murung seperti tadi lagi.


"Om Arif liat Kala..." Haikal berlari ke arah Arif membawa jagung bakar.


"Tuan kecil tidak boleh lari lari seperti itu, anda baru sembuh" Arif.


"Kala bawain om jagung... ini buat om" Haikal memberikan jagung itu pada Arif dan dengan senang hati Arif menerimanya.

__ADS_1


"Terimakasih..." Arif.


Haikal mengangguk lalu pergi ke Mahendra dan makan jagung bakar bersama sang papa.


"Pelan pelan nanti tersedak loh" Mahendra.


"Pah kenapa jagungnya gak pedas?" Haikal.


"Karena dibumbui tanpa lada... Kala belum boleh makan makanan pedas" Mahendra.


Haikal menikmati piknik sore itu dia terlihat bahagia dan sesekali akan membagikan makanan juga. Haikal mengenal baik semua orang disana jadi dia tidak merasa takut sedikit pun.


"Tuan ada masalah diperusahaan cabang, kita harus kesana untuk sekarang" Arif memberitahu Mahendra tiba tiba karena masalah ini juga baru dia ketahui.


"Ada apa?" Mahendra.


"Evan mulai bergerak untuk menjatuhkan saham kita" Arif.


Seketika Mahendra yang tadinya terlihat biasa saja memasang tatapan tajam.


"Siapkan mobil kita berangkat sekarang, hubungi Gio suruh dia menyusul kita" Mahendra berucap sembari melepaskan celmek dan sarung tangan anti panas yang dia gunakan untuk memasak.


"Baik Tuan" Arif.


"Qian siapkan berkas terbaru perusahaan Evan segera serahkan pada ku" Mahendra.


Mahendra menghampiri Haikal yang sedang bermain dengan Ganesha.


"Kala..." Mahendra memeluk sang anak kemudian menangkup wajah Haikal.


"Kala anak pintar, kan?" Mahendra.


"Eum" Haikal.


"Sekarang papa harus Pergi karena ada masalah dikantor cabang yang ada diluar kota, kala janji sama papa selama papa tidak ada rumah kala harus jaga diri dan tidak boleh terluka" Mahendra.


"Kenapa tiba tiba? papa kapan pulangnya?" Haikal.


"Papa akan pulang secepatnya... anak pintar papa juga tidak tau akan ada masalah mendadak seperti ini, maaf nak" Mahendra.


"Papa..." Haikal menahan tangan Mahendra yang ingin berlalu Pergi.


"Kala papa mu harus pergi ini demi masa depan mu juga nak" Ganesha mencoba memberikan Haikal pengertian.

__ADS_1


Mahendra melepaskan tangan Haikal dengan berat hati, tapi mau tidak mau dia harus menangani masalah ini sebelum musuh lamanya itu menjatuhkan sahamnya.


''Papa" Haikal memanggil Mahendra dengan mata yang berkaca kaca, meski mendengar itu Mahendra menguatkan dirinya itu tidak menoleh pada Haikal.


Mahendra terus melangkah keluar dan langsung berangkat menuju kantor cabang yang ada diluar kota. Haikal menunduk sedih tapi Ganesha merangkulnya.


"Jangan sedih Kala semuanya akan baik baik saja hm" Ganesha. Haikal hanya mengangguk pelan.


Haikal sebenarnya sedih tapi dia mengerti jika yang dilakukan Mahendra bukan hanya demi pekerjaan tapi juga demi masa depan mereka.


"Om kala mau pinjam hp" Haikal.


"Untuk apa?" Ganesha.


"Untuk telpon papa" Haikal.


Ganesha tersenyum dan menelpon Mahendra dengan ponselnya.


*drrt drrt


Mahendra bingung baru sekitar sepuluh menit dia berangkat meninggalkan rumah Ganesha tiba tiba menelponnya. Mahendra langsung menjawab telpon itu karena khawatir terjadi sesuatu pada Haikal anaknya.


"Halo kak ada apa? Kala menangis ya kak? atau kala pingsan lagi? sebentar aku pulang aja kalau gitu" Mahendra panik dan tidak memberikan kesempatan orang yang menelponnya untuk bicara.


"Halo papa ini Kala..." Haikal yang mendengar kepanikan Mahendra pun mulai berbicara.


"Kala? kenapa nak? kala sakit?" Mahendra.


"Tidak pa... kala tidak sakit, kala cuma mau bilang... papa hati hati dijalan kalau sudah sampai papa hubungi kala ya" Haikal.


"Kala gak marah sama papa karena papa pergi tiba tiba padahal kala baru pulang dari rumah sakit?" Mahendra.


''Kala memang sedikit sedih karena papa harus pergi tiba tiba tapi kala tau papa pergi untuk bekerja, papa bekerja keras juga untuk Kala... pah jangan khawatir kala baik baik aja" Haikal.


"Sayang papa janji, setelah pekerjaan ini selesai papa akan langsung pulang dan nemenin kala main" Mahendra.


"Iya pa kala tunggu papa pulang... Kala sayang sekali sama papa" Haikal.


"Papa juga sayang sama kala... kalau ada apa apa kala harus bilang sama bi Mina atau William okay sayang?" Mahendra.


"Okay papa..." Haikal.


"Jangan lupa makan yang banyak, dan jangan lupa minum obat, kala harus sehat ya sayang..." Mahendra.

__ADS_1


"Iya pah... papa juga ya jangan sampai sakit, kala sayang papa" Haikal.


Haikal kemudian mematikan telponnya dan mengembalikan ponsel itu pada Ganesha. Mahendra yang awalnya cemas kini merasa lega karena Haikal baik baik saja, sekarang dia mulai fokus lagi pada pekerjaannya.


__ADS_2