
Ganesha menatap Haikal yeng tertidur karena pengaruh obat yang disuntikan Hendery pagi tadi. Ganesha untuk pertama kalinya dia benar benar merasakan rasa bersalah yang teramat dalam, bukan hanya kepada Haikal tapi juga kepada mendiang Mahendra.
"Kala... kau harus sembuh, kalah kan kesedihan dan rasa takut mu nak. kau masih harus berjuang untuk mendiang ayah mu" Ganesha.
"Tuan ada masalah, King akan mengadakan pesta pelantikan anda di kota ini" Danis.
Seketika Ganesha dibuat terkejut oleh pernyataan itu.
"Apa sebenarnya rencana bajingan itu!?" Ganesha.
"Bukan hanya itu tuan dia juga mengundang semua anggota organisasi" Danis.
"Bajingan itu berusaha mengamcam ku, dia tau kelemahan ku adalah Kala dia licik! dia berusaha mencari celah untuk bisa mendapatkan kelemahan ku!" Ganesha.
Ganesha kemudian beranjak pergi ke rumah utama untuk berganti baju.
"Zaky jaga kala jangan biarkan dia keluar dari rumah kaca" Ganesha.
"tanpa anda suruh pun dia tidak akan meninggalkan rumah kaca itu kecuali dia sudah tiada" Zaky menjawab dengan sinis kemudian berlalu pergi begitu saja.
__ADS_1
Mendengar itu Ganesha sempat terpancing dan hampir saja emosi tapi dia teringat pada tujuannya untuk melindungi Haikal. Ganesha segera bergegas berganti pakaian dan pergi ke suatu tempat.
Ganesha pergi menemui King diatap sebuah gedung. tempat ini adalah tempat mereka pertama kali bertemu dulu.
"Ganesha..." King.
"Aku sudah ikuti semua perintah mu kenapa kau masih mengincar keponakan ku!?" Ganesha.
"Jangan salah paham Ganesha aku hanya ingin berkenalan dengan anak manis itu" King.
"Karena kalian tidak mau melepaskan ku, adikku terbunuh bukan hanya itu sekarang bahkan anak itu depresi berat! tapi Kau masih ingin melukainya?" Ganesha.
"Tenanglah Ganesha aku tidak akan menyentuh anak itu asalkan kau setia, akulah yang membantu mu keluar dari semua kesulitan hidup mu tapi kau berkhianat pada ku... tentang William yang berkhianat aku tidak perduli tapi kau berkhianat, kau adalah mainan kesayangan ku beraninya kau hah?!" King.
"Penyesalan mu sama sekali tidak berarti adik mu sudah mati, lalu untuk apa kau sesali? labih baik sekarang kau pikirkan cara untuk melindungi keponakan mu itu! Dengar Ganesha jika kau berani melawan ku akan ku pastikan anak itu mati dengan sangat mengenaskan" King.
Setelah mengatakan itu King pergi dari sana, Ganesha pun bergegas pulang karena khawatir pada Haikal. Saat Ganesha sampai dirumah kaca dia tidak melihat Haikal dikamarnya, tapi ternyata bukan hanya Ganesha tapi Zaky dan seluruh orang dirumah sedang panik mencari Haikal.
Anak itu tiba tiba menghilang tanpa ada yang melihatnya keluar dari rumah kaca. Ganesha mengira jika King yang menculik Haikal, dia segera menelpon King.
__ADS_1
*Ddrrt
"ada apa Ganesha?" King.
"Bajingan! Kau bawa kemana keponakan ku!? aku bersumpah jika kau menyakitinya akan ku hancurkan kau dan juga organisasi bejat mu!" Ganesha.
"Dengar Ganesha aku sama sekali tidak menyentuh anak itu, dan aku tidak membawanya jadi jangan salah paham pada ku" King.
"Kau pembohong sialan! Katakan dimana Haikal atau ku bakar gudang senjata milik mu!" Ganesha.
"Kau jangan gila Ganesha aku benar benar tidak tau dimana anak itu!" King.
"Baiklah kalau itu mau mu, kau berani menyentuh keponakan ku harta ku satu satunya yang masih tersisa juga kau ambil maka kau akan menemui kehancuran mu" Ganesha.
"Ganesha aku tidak mengambilnya dari mu, begini saja akan ku kirimkan orang ku untuk membantu mu mencari anak itu" King.
"Aku tidak butuh sandiwara mu! Kembalikan saja keponakan ku!" Ganesha sangat cemas dan mulai kehilangan arah dia menangis karena khawatir hingga dia lupa jika telponnya masing tersambung.
King mendengar Ganesha menangis menjadi bingung. Selama ini Ganesha yang dia kenal adalah pria kejam dan berhati baja namun sekarang Ganesha jauh berbeda dari apa yang biasanya dilihat oleh King.
__ADS_1
"siapkan mobil aku akan mencari anak itu..." King.
"Baik tuan" sahut salah seorang anak buah King.