
Ganesha membuatkan makan malam untuk Haikal dan Qian, dia membuat makanan kesukaan Haikal yaitu sup ayam. Ganesha belajar membuat sup dari buku resep milik Mahendra yang tersimpan dilemari dapur rumah utama setelah selesai memasak Ganesha memanggil Qian dan Haikal untuk makan bersama.
"bagaimana rasanya?" Ganesha.
"eum ini enak, aku suka" Qian.
Haikal hanya tersenyum tipis dan melanjutkan makannya, suasana dirumah kaca sangat tenang tapi juga tidak hening. mereka bertiga sesekali akan saling berbicara setelah bertemu dengan Qian Haikal mulai banyak berbicara, dia juga jadi lebih sering tersenyum dari pada sebelumnya. Hanya saja Haikal masih sering menangis tiba tiba atau terkadang dia akan melamun dan tanpa sadar melukai dirinya sendiri.
Haikal dan Qian meminum coklat panas buatan Ganesha sembari membaca buku keduanya terlihat fokus sampai tidak memperdulikan Ganesha. Karena kesal Ganesha akhirnya ikut memilih salah satu buku yang ada disana dan mulai membacanya, tapi sampai halaman ketiga Ganesha menemukan sebuah catatan kecil di buku itu.
__ADS_1
"Tuan muda kala aku membuat dua catatan didalam setiap buku ingatlah untuk selalu membacanya, jangan membuat diri mu menjadi terlihat buruk... ingat pesan ku ini jika kau merasa kesepian atau sedih setelah kepergiaan ku lihatlah ke langit dan carilah bintang yang paling terang aku akan melihat mu dari langit dalam bentuk bintang itu" dibagian bawah catatan itu ada nama penulisnya yaitu William.
Ganesha memberikan catatan itu pada Haikal dengan senyuman kecil Haikal mengambil catatan itu.
"aku sangat merindukan mu kak, sangat merindukan mu... aku rindu senyuman mu, nasehat mu, dan juga tawa mu..." ucap Haikal yang kemudian beranjak dan memasang catatan itu dimading yang sudah dia siapkan sendiri.
Ternyata selama ini setiap hari setelah kematian William, Haikal selalu membaca buku buku yang ada dirumah kaca dan mengumpulkan semua catatan yang dia temukan di mading yang ia letakan disamping rak buku rumah kacanya.
"Percayalah Kal bahkan tanpa kau mengatakan itu dia pasti sudah tau jika dirimu sangat menyayanginya, kau tau Kala aku rasa kakak mu itu orang yang sangat baik sehingga dia bisa memiliki kasih mu yang begitu tulus" Qian.
__ADS_1
"Terkadang aku sering berpikir apakah sebenarnya hadir ku adalah sebuah kesalahan? kenapa semua orang yang aku sayangi selalu berakhir meninggalkan aku" Haikal.
"Hadir mu bukanlah sebuah kesalahan jangan berpikir seperti itu" Qian.
Haikal dan Qian pergi ke kamar untuk istirahat. Karena khawatir jika terjadi sesuatu pada mereka berdua Ganesha memutuskan untuk menginap di rumah kaca dan tidur diruang tamu.
malam berlalu dan hujan masih tetap turun sampai pagi harinya. Haikal dan Qian masih belum bangun karena mereka tidur terlalu larut.
"Tuan aku sudah mendapatkan semua informsi tentang Qian" Danis.
__ADS_1
"Katakan" Ganesha.
"Dia adalah pemilik sebuah studio foto kecil dipinggir kota, ayahnya sudah tiada dan ibunya hilang entah kemana. Dia punya riwayat penyakit kanker saat kecil tapi sudah sembuh, dan dia dikenal sebagai orang yang baik, ramah, menyukai anak anak, tapi sering melewatkan pemeriksaan kesehatan bulanannya karena tidak punya uang" Danis menjelaskan semua informasi yang dia punya.