HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
KEHILANGAN.


__ADS_3

Haikal melepaskan pelukannya dari William dan berdiri menatap Ganesha. dengan berderai air mata Haikal mendekati Ganesha.


"OM JAHAT! Kala udah bilang sama om jangan membunuh lagi hiks hiks tapi om malah membunuh kakak! om jahat kala benci sama om! hiks hiks" Haikal bukan hanya membentak dia juga berteriak.


Hatinya sakit dan kecewa dengan apa yang dilihat. Mahendra berusaha menenangkan anaknya tapi percuma karena Haikal terus saja berontak.


"Kala dengar papa kala harus pergi sayang, nanti papa akan jelasin semuanya sekarang kala pergi ya nak" Mahendra.


"Jelasin apa pah? hiks hiks hiks jelasin apa? Kala udah liat semuanya hiks hiks hiks kala liat pa" Haikal menangis didalam pelukan Mahendra.


Ganesha juga ingin menenangkan Haikal tapi dia memilih mengambil topeng mata elang lebih dulu. Ganesha kemudian mengenakan topeng itu.


"Mulai hari ini aku adalah mata elang dan kalian berdua tidak punya hak lagi untuk memerintah ku" Ganesha.


"Posisi mata elang hanya bisa kau dapatkan setelah disetujui oleh King!" Merpati mengangkat pistolnya dan mengarahkan itu pada Ganesha.


Melihat itu Haikal melepaskan pelukan mahendra dan memeluk Ganesha.


"Kala!" Ganesha.


"Om memang jahat tapi kala tidak mau melihat om meninggal, kala sudah kehilangan kakak kala tidak mau kehilangan om juga" Haikal.


"Hahahaha bagus sekali kau anak yang tau berbakti dengan melindungi paman mu hahaha" Merpati.


"Tutup mulut mu betina!" Ganesha.


"Kau yang harus menutup mulut mu Ganesha jangan mentang mentang kau kesayangan King, kau bisa berbuat sesuka mu!" Merpati.


"Begini saja aku bunuh kau dan keponakan mu, lalu adik mu... jadi kalian bertiga bisa pergi ke neraka bersama" Merpati.


"JANGAN BERMIMPI!" Ganesha.


Tangan emas merebut Haikal dari pelukan Ganesha dengan paksa.

__ADS_1


"Lepaskan dia keparat! lepaskan keponakan ku!" Ganesha berusaha mempertahankan Haikal tapi dia juga dipegangi dan ditahan oleh beberapa orang anak buah Merpati.


Mahendra juga berusaha melindungi Haikal tapi Mahendra juga ditahan oleh anak buah Merpati yang lain. anak buah Mahendra sudah dibuat tidak berdaya bahkan Arif tangan kanan Mahendra sudah terkapar tidak bernyawa karena ditembak saat ingin menyelamatkan Haikal.


"Papa hiks hiks papa! Papa hiks hiks tolong Kala papa!" Haikal ditahan oleh tangan emas.


"Lepaskan anakku! jangan sakiti dia!" Mahendra.


"Kau sangat mencintai putra mu tapi sayang aku membencinya" Tangan emas mencekik Haikal dan membuat Haikal kesakitan. Melihat itu Ganesha dan Mahendra berusah berontak untuk melepaskan diri tapi mereka gagal namun beberapa saat kemudian Mahendra berhasil meloloskan diri dan ingin menyelamatkan Haikal.


*DOR


*DOR


"TIDAK"


"PAPA!" Haikal berteriak sekeras yang dia bisa dan entah mendapat kekuatan dari mana dia bisa melepaskan diri dari tangan emas, didepan matanya Mahendra ditembak sebanyak dua kali oleh Merpati.


Haikal langsung memeluk tubuh Mahendra yang bersimbah darah.


Mahendra berusaha mempertahankan kesadarannya dan menatap wajah sang anak.


"Papa sayang kala... maaf papa harus pergi" Mahendra menangis bukan karena menyesal sudah terluka demi sang anak tapi dia takut meninggalkan sang anak didunia ini.


"Papa hiks hiks jangan tinggalin kala hiks papa tidak punya siapa siapa lagi pa hiks hiks" Haikal.


"Papa sayang kala..." Mahendra tewas dengan dua luka tembak dipunggungnya, dipelukan sang anak Mahendra benar benar menghembuskan nafas terakhirnya.


"BAJINGAN! AKU AKAN MEMBUNUH MU!" Ganesha.


*DOR


*DOR

__ADS_1


*DOR


Setelah terdengar tiga suara tembakan Semuanya hening. ternyata itu adalah tembakan yang dilepaskan oleh King ke kepala Merpati dan tangan emas, dua orang itu dibunuh oleh atasannya sendiri.


"Aku menyuruh kalian membawa Ganesha bukan membunuh orang yang tidak bersalah!" King.


"Papa hiks hiks papa bangun... Kala ikut papa hiks jangan tinggalin kala pah, kala mau ikut" Haikal masih menangis dengan memeluk jasad ayah.


"Lepaskan dia!" King menyuruh orang orang itu meleaskan Ganesha.


Saat Ganesha ingin menghampiri Mahendra King menahannya.


"Lepaskan aku!" Ganesha.


"Kau ikut dengan ku!" King.


"BAJINGAN! Kau bunuh adikku dan kau ingin aku ikut bersama mu!" Ganesha.


"ikutlah dengan ku atau akan aku bunuh juga anak itu!" King.


mendengar ancaman King mau tidak mau Ganesha ikut bersamanya meski hatinya berat untuk meninggalkan jasad sang adik dan keponakan kecilnya. Setelah Ganesha dan orang orang itu pergi Zaky datang dan membantu Haikal membereskan semua kekacauan yang ada.


pemakaman Mahendra, Arif, dan William diadakan pagi harinya. Hendery, Hansen, dan beberapa sahabat Mahendra lainnya datang untuk menyampaikan duka cita.


Haikal tidak berhenti menangis didepan peti jenazah ayahnya. Meski sudah berulang kali dibujuk tapi Haikal terus menolak dan menghalangi saat peti jenazah Mahendra ingin ditutup.


Akhirnya Hansen menggendong Haikal dengan paksa. Karena saat ini Haikal sudah lemas dia tidak bisa banyak melawan saat berada digendongan Hansen.


Pemakaman pun selesai tapi Haikal benar benar seakan mati rasa. Dia hanya diam tidak mau makan, tidak mau bicara, dia bahkan tidak meminum setetes air pun.


"Haikal makan ya ini tante bawakan bubur untuk Haikal" Rina istri Hendery berusaha membujuk Haikal untuk makan tapi anak itu hanya diam memeluk foto sang ayah dengan tatapan kosong.


"Kala makan ya nanti kala sakit nak" Hendery.

__ADS_1


"tuan muda ayo makan dulu anda sejak kemarin belum makan apapun, anda bisa sakit" Zaky.


"Kala mau ikut papa hiks hiks hiks kala mau ikut papa" Haikal bergumam lirih namun masih bisa terdengar oleh mereka.


__ADS_2