HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
Awal.


__ADS_3

Saat Haikal terbangun dari tidurnya ternyata hari sudah gelap. Haikal melihat bintang dari jendela kaca kamarnya, Haikal hanya menatap bintang itu dengan tatapan kosong.


Berkali kali Haikal berharap semoga semua yang terjadi hanyalah mimpi buruk dan ketika dia bangun semuanya akan kembali baik baik saja. tapi apa daya itu bukan hal yang bisa terjadi, karena semuanya adalah takdir.


"Papa kala kangen sama papa... kala takut pa, kenapa papa pergi? harusnya papa biarin aja kala yang pergi pa..." Haikal berucap dalam hati sembari memegang kalung dilehernya.


Haikal pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka tapi dia tidak sengaja melihat sebuah gunting disana. Haikal mengambil gunting itu dan membawanya keluar, Haikal kemudian duduk dilantai bersandar pada kasur tempat tidurnya.


Haikal menggoreskan gunting itu pada tangannya tanpa ragu. Sakit itulah yang dja rasakan tapi entah kenapa rasa sakit itu membuatnya merasa lega, Haikal kembali menggores tanganya dan dia mengulangi hal itu sebanyak tiga kali.


darah segar mengalir dari luka sayatan ditangan Haikal. Luka itu cukup dalam dan saat melihat luka itu Haikal tersenyum tipis.


"Pa kala mau ikut papa... jemput kala pa" gumam Haikal lirih.


Perlahan Haikal mulai merasa mengantuk dia pun memejamkan matanya. Sesaat kemudian kesadaran Haikal benar benar menghilang dan semuanya terasa gelap.


*Ceklek.


"Tuan Ganesha?!" Zaky.

__ADS_1


"Ada apa kenapa kau sangat terkejut?" Ganesha.


"Anda kemana saja tuan?! anda tidak tau apa yang sudah terjadi pada tuan muda selama satu minggu ini! dia menderita tuan!" Zaky sangat kesal pada Ganesha dia tidak lagi perduli jika cara bicaranya menyinggung Ganesha. Mendengar itu Ganesha hanya diam dan tertunduk.


"Aku tau... ini semua salah ku seharusnya aku tidak pernah kembali ke rumah ini, karena ku dulu Ayah dan Raya meninggal dan sekarang karena aku juga Mahendra dan William juga terbunuh... ini semua salah ku" Ganesha merasa bersalah dengan apa yang sudah terjadi.


Zaky hanya bisa menarik rambutnya sendiri karena frustasi. Ingin rasanya Zaky memaki dan menghajar Ganesha saat itu juga tapi dia mencoba menahan dirinya.


"Zaky kendalikan diri mu... sekarang antarkan makanan ini ke tuan kecil, dia hanya mau mendengarkan mu..." Mina.


"Bi apa kau sudah mencampurkan obatnya? kalau dia tidak minum obat nanti dia tidak bisa tidur lagi" Zaky.


"Iya bi" Zaky.


"Biar aku saja yang mengantarkan makanan itu" Ganesha.


Awalnya Zaky mau menolak tapi Mina membujuk Zaky agar mengizinkannya. Mina tau Ganesha sama sekali tidak berniat membuat Mahendra terbunuh, ini semua hanya ketidak sengajaan.


Ganesha membawakan makanan itu ke rumah kaca tempat Haikal sekarang tinggal. Tapi saat memasuki kamar Haikal seketika Ganesha sangat terkejut dan refleks menjatuhkan nampan berisi makanan yang dia bawa.

__ADS_1


*PYAR!


"KALA!" Ganesha langsung memeluk tubuh dingin Haikal yang sudah lemas dan tidak sadarkan diri.


"Kala bangun nak! Hei kala lihat om pulang sayang, kala bangun!" Ganesha berusaha membangunkan Haikal tapi anak itu tetap tidak bergeming sedikit pun.


Ganesha segera menelpon dokter dan saat dia melihat luka ditangan Haikal hatinya sangat hancur. Berulang kali dia mengucapkan kata maaf sembari memeluk keponakannya itu.


"Maaf hiks hiks maaf kala hiks maafkan om nak, Haikal tolong bangun jangan pergi hiks hiks hiks maaf kan aku nak" Ganesha.


Dokter datang dan langsung menangani Haikal. Terlihat Ganesha yang sangat mengkhawatirkan Haikal.


"Tuan Ganesha saat ini Haikal sedang depresi berat, anda harus selalu disampingnya kejadian barusan mungkin saja baru permulaan kita tidak tau apa yang akan Haikal lakulan selanjutnya...


Saya mengerti ini sulit untuk kalian tapi saya yakin semuanya akan berlalu dengan baik baik saja jika anda selalu disamping Haikal" Hendery.


Setelah menjelaskan keadaan Haikal dokter pun pamit. Ganesha hanya bisa menatap nanar anak yang kini ada dihadapannya, Haikal terlihat sangat pucat, kurus, dan lemah.


Padahal sebelumnya Haikal sudah mulai membaik dia punya pipi Cubby yang imut. ditambah dengan tingkahnya yang lucu dan manja membuat siapa saja yang melihatnya akan tersenyum dan gemas.

__ADS_1


__ADS_2