
Haik sudah di izinkan pulang kakinya juga sudah bisa digunakan untuk berjalan. Saat sampai dirumah hal yang pertama dilihat Haikal adalah tanaman bunga mataharinya yang sudah tumbuh bahkan hampir berbunga.
Haikal duduk diruang tamu rumahnya bersama Mahendra dan Ganesha. Trauma Haikal masih ada tapi tidak seburuk sebelumnya karena sekarang dia sudah mau berinteraksi dengan orang orang terdekatnya.
"Kala hari ini om libur ayo kita piknik di taman didekat sini" Ganesha.
"eum... pah ayo ke taman" Haikal.
"ayo tapi Kala berangkat duluan sama om Ganesha ya, papa akan bikinin makan siang untuk kita jadi nanti gak usah beli... kala kan belum boleh makan makanan sembarangan" Mahendra.
"Iya pa" Haikal terlihat senang dan bersemangat dia memakai baju dan juga sepatu barunya. Haikal dan Ganesha berangkat duluan sementara Mahendra memasak makan siang untuk mereka.
Saat sampai ditaman Haikal bermain lempar bola dan Ganesha hanya menemaninya tidak ikut bermain.
"Om kala kalah lagi... kala mau boneka yang itu" Haikal.
"Kamu mau yang itu?" Ganesha.
"Iya om..." Haikal.
"Ya udah kita beli saja itu diMall juga banyak" Ganesha.
"Ish om Ganesha gak seru... kala mau yang itu om" Haikal kembali merengek dan mau tidak mau akhirnya Ganesha menggantikan Haikal bermain lembar bola.
Hanya dengan satu kali percobaan Ganesha memenangkan permainan itu dan mendapatkan boneka yang Haikal mau.
"Nih udah jangan merengek lagi" Ganesha.
"Yeay makasih om" Haikal.
Ganesha dan Haikal juga pergi untuk melihat pertunjukan badut. tapi tiba tiba Haikal teringat dengan kejadian saat dia hampir diculik oleh badut saat diMall, Haikal berdiri dibelakamg Ganesha dan memegang tangan Ganesha erat.
"Kenapa Kal?" Ganesha.
"Kala takut om..." Haikal.
"Ya sudah ayo kita pergi kesana saja, disana ada yang jual permen kapas kala mau?" Ganesha.
"eum kala mau om" Haikal.
Setelah selesai memasak Mahendra membawa makanan itu ke taman lengkap dengan buah untuk pengganti cemilan Haikal. saat sampai ditaman lagi lagi Mahendra bertemu dengan Karina mereka pun berjalan bersama ke tempat piknik yang tersedia ditaman itu.
Mahendra menelpon Ganesha untuk membawa Haikal menemuinya. Ganesha dan Haikal pun bergegas menemui Mahendra ditempat piknik tapi saat mereka sampai disana Haikal terlihat tidak suka ada Karina disana begitu juga dengan Ganesha.
"Kala sini papa udah masakin kala banyak makanan loh... ini" Mahendra.
Haikal duduk disamping Mahendra dan Karina duduk didepan mereka.
__ADS_1
"Haikal suka sup ayam ya? gimana kalau lain kali tante yang masakin sup buat Haikal?" Karina.
Haikal hanya diam dan menatap Karina dengan tatapan kosong.
"Kala mau minum susu dulu atau mau langsung makan?" Mahendra.
"Makan pa" Sahut Haikal dengan suara lirih.
"Sini biar aku aja yang ambilin" Karina.
"Makasih Rin" Mahendra.
Karina mengambilkan makanan idalam mangkuk dan memberikanya pada Haikal. Tapi Haikal tidak mau mengambil mangkuk berisi makanan itu dari Karina, dia hanya diam dan menunduk.
"Kala ayo ambil sayang" Mahendra.
Haikal menatap Mahendra seakan menolak perintah sang ayah. Mahendra yang mengerti arti tatapan sang anak mengambil mangkuk itu dari Karina dan memberikannya pada Haikal.
"Kala makan ya..." Mahendra.
Haikal hanya mengangguk dan mulai makan disusul oleh yang lainnya. Ganesha sadar Haikal merasa tidak nyaman didekat Karina yang sedari tadi berusaha untuk mengakrab kan diri pada mereka.
"Kala kata Mahendra kamu, kamu suka coklat ya? tante punya toko kue disana jual kue coklat yang enak banget kamu mau coba?" Karina.
Haikal lagi lagi hanya diam dan menunduk.
Haikal dengan cepat menggelengkan kepalanya.
"Kalung kamu bagus beli dimana?" Karina.
"Jangan sentuh!" Haikal.
Karina ingin memegang kalung yang ada dileher Haikal dengan cepat Haikal langsung membentak Karina dan mendorongnya hingga sup yang ada dimangkuk Haikal tumpah ke baju Karina.
"Kala gak boleh begitu itu tidak sopan" Mahendra menegur Haikal dengan halus.
"Kala tante gak maksud apa apa tante cuman mau megang kalung kamu aja" Karina langsung beranjak dan membersihkan dirinya dengan tisu.
"Kala duduk sayang sudah tidak apa apa" Mahendra.
"Kala mau pulang..." Haikal.
"Kala gak boleh begitu sekarang duduk dan minta maaf sama tante Karina" Mahendra.
"Pah kala mau pulang..." Haikal mulai merengek.
"Haikal duduk dulu papa bilang" Mahendra mulai emosi tapi dia menahan dirinya.
__ADS_1
"Papa kala mau pulang... kala mau pulang pah, kala mau pulang" Haikal terus merengek minta pulang.
"HAIKAL!" Mahendra beranjak dan membentak Haikal. Seketika Haikal diam dan mematung menatap Mahendra.
Ganesha langsung beranjak dan merangkul Haikal.
"Cukup Hen! Anak mu ini sedang masa pemulihan pasca trauma kenapa kau malah membentaknya?! lagi pula ini salah wanita itu kenapa tiba tiba mau menyentuh Haikal? lihat anak mu ketakutan, kau ini bodoh atau apa sih?!" Ganesha tidak suka dengan sikap Mahendra yang seperti ini.
"Kala maafin papa... papa tidak sengaja sayang, maaf ya nak" Mahendra.
Mahendra pun menyadari kesalahannya dia menyesal dan langsung memeluk Haikal. Tapi Haikal hanya diam dia tidak bicara, tidak menangis, dan tidak membalas pelukan Mahendra dia hanga diam.
"Haikal mau pulang? okay kita pulang ya" Mahendra.
Saat Mahendra menggandeng tangan Haikal untuk menuju mobil lagi lagi Haikal hanya diam.
"Kala? kamu kenapa? Kala? Hei?" Ganesha jadi panik karena Haikal tidak merespon panggilannya.
"Kala lihat papa, kala kenapa? kala ngomong sama papa nak jangan diam aja" Mahendra menangkup wajah Haikal lembut.
"Kala mau pulang tapi papa bentak Kala... kenapa?" Haikal mulai bicara dengan suara yang sangat pelan.
"Maaf sayang tadi papa gak sengaja nak, kala jangan kaya gini sayang... papa janji gak akan bentak kala lagi" Mahendra.
Haikal hanya mengangguk karena khawatir Mahendra merangkul sang anak dan membawanya ke mobil.
"Karina apa mau mu?! aku tau kau itu licik kenapa kau mencoba mendekati adikku lagi hah?!" Ganesha menatap Karina tajam.
"Aku gak ada niat apa apa kak, aku cuman mau berteman baik sama Mahendra seperti dulu lagi" Karina.
"Teman baik? jangan munafik! kau bisa menipu Mahendra tapi kau tidak bisa menipu ku, jika kau berani menyentuh adik dan keponakan ku... ku habisi kau!" Ucap Ganesha yang kemudian berlalu pergi menyusul adik dan keponakannya.
Dimobil Haikal terus memainkan ujung bajunya, dia tidak mau duduk dekat dengan Mahendra dan memilih duduk dikursi belakang.
"Kala marah ya sama papa?" Mahendra.
"Tidak..." Haikal.
"Kalau tidak marah terus kenapa gak mau duduk disebelah papa?" Mahendra.
"Kala takut... nanti Papa marah lagi" Haikal.
Mahendra menghela nafas panjang dan keluar dari mobil. Mahendra kemudian membuka pintu belakang mobil mereka dan memegang tangan Haikal.
"Papa tidak akan marah lagi kok sayang, maaf ya tadi papa membentak Kala" Mahendra.
"Pah... papa sudah janji tidak akan membiarkan orang asing menyentuh kala, apa papa lupa?" Haikal bertanya dengan menatap mata Mahendra, seketika Mahendra terdiam.
__ADS_1