HAIKAL MAU PULANG

HAIKAL MAU PULANG
kendalikan diri mu.


__ADS_3

"kenapa kau membuat keributan dirumah ini?" Qian.


"ini bukan urusan mu!" Dewi.


"ini urusan ku karena ini rumah sahabat ku, aku harap jangan membuat keributan dirumah ini atau aku tidak akan bersikap baik pada mu" Qian.


Dewi mendekati Qian dan melihat Qian dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Kau ini laki laki atau perempuan? atau jangan jangan kau seorang penggoda?! hah?" Dewi berucap dengan nada yang menghina Qian.


"Aku seorang pria dan aku adalah tamu kehormatan disini, berbeda dengan mu tamu yang tidak diundang" sahut Qian dengan senyuman.


"Kau berani menghina ku dasar j*l*ng!" Dewi.


"apakah kau tidur diantara kotoran hewan? mulut mu itu kotor sekali" Qian lagi lagi kembali tersenyum.


"Kau berani dengan ku!" Dewi mencengkram dagu Qian kasar.


Ganesha dan Haikal yang melihat itu bergegas turun dari balkon dan menuju tempat Dewi dan Qian.


"Untuk apa aku takut pada mu? kau sama sekali bukan tandingan ku, kau hanya wanita rendahan yang memanfaatkan putra mu sendiri untuk menjadi sumber uang!

__ADS_1


wanita seperti mu disamakan dengan hewan pun tidak pantas. bukan kah aku benar nyonya Dewi?" Ucap Qian dengan tersenyum tanpa ada sedikit pun rasa takut didalam hatinya.


Dewi yang marah karena kata kata Qian mencekik Qian sangat kuat. Ganesha berlari ke arah mereka dan melepaskan tangan Dewi dari leher Qian.


"Jangan sentuh milikku! Sialan!" kini gantian Ganesha yang mencekik Dewi.


Haikal langsung menghampiri Qian dan memeriksa keadaan Qian.


"kak apa kau baik baik saja? leher mu sakit? kau terluka?" Haikal panik karena Qian seperti kesulitan mengatur nafasnya.


"Aku baik baik saja..." Qian.


"Kau ingin mencari mati hah!? beraninya kau menyentuh milikku! Aku menjaganya dengan baik bahkan aku tidak pernah menyentuhnya dengan kasar! berninya kau menyakiti dia dasar sampah!" Ganesha sangat marah dan semakin mengeratkan cekikannya dileher Dewi.


"Dia mati itu juga tidak burukkan!?" Ganesha.


"Ingat janji mu pada kala kau tidak boleh membunuh lagi, lepaskan dia kak" Qian.


Ganesha melepaskan tangannya dari Dewi dengan kasar. Haikal kemudian mendekati Dewi dan menatapnya tajam.


*PLAK!

__ADS_1


"Tamparan ini untuk mu yang sudah lancang menyakiti orang terdekat ku" Haikal tiba tiba menamar wajah Dewi tanpa ragu.


*PLAK!


"Yang ini untuk mu yang sudah berani mengijakkan kaki dirumah ku" Haikal menampar wajah Dewi untuk kedua kalinya.


Ganesha yang melihat itu malah bertepuk tangan dan tersenyum bangga. sedangkan Qian malah kebingungan dengan keberanian Haikal.


"KAU!" Dewi menunjuk wajah Haikal dengan jarinya tapi Haikal langsung mencengkram tangan Dewi kasar.


"Turunkan tangan mu! jangan berani beraninya kau mengangkat tangan mu yang kotor dan menjijikan itu pada ku!" Haikal menatap Dewi tajam.


Qian merangkul Haikal dan menenangkannya, Qian tau saat ini Haikal mulai lepas kendali.


"Jangan terbawa dalam emosi... kau harus tenang, Haikal dengarkan aku" Qian berusaha menenangkan Haikal, tapi karena sudah terlanjur terbawa emosi Haikal bahkan tidak sengaja mendorong Qian.


*BRUK


Qian terjatuh dan membuat Haikal sangat menyesal. Haikal langsung menghampiri Qian dan membantunya.


"Kak maaf aku tidak bermaksud menyakiti mu kak, maafkan aku kak" Haikal.

__ADS_1


"Aku baik baik saja, jangan khawatir... tenangkan diri mu... kau harus bisa mengendalikan emosi mu, ingat apa yang aku ajarkan pada mu" Qian.


__ADS_2