
Seperti kata dokter Haikal sudah diperbolehkan pulang hari ini. Saat sampai dirumah Haikal langsung ke halaman belakang untuk melihat kura kura kecilnya ditemani oleh Mina.
"Bi kemarin Mimo sama Mimi gak keluar kolam lagi, kan?" Haikal.
"Tidak tuan tuh buktinya masih ada didalem kolam" Mina.
"Mereka nakal bi biasanya keluar keluar dari kolam, ntar kalau digigit sama hewan lain kan kala sedih" Haikal.
"Iya tuan nanti bibi bantu jaga mereka biar tidak keluar kolam lagi" Mina.
"Hehehe iya bi makasih" Haikal.
Saat Haikal bermain dengan kura kura kecilnya tiba tiba ada beberapa mobil yang memasuki halaman rumah mereka.
"Itu mobil siapa bi? tamu papa ya?" Haikal.
"Bisa jadi begitu tuan..." Mina.
Haikal melihat ada beberapa orang yang masuk ke dalam rumah melihat itu Haikal jadi penasaran dan ingin ikut masuk ke rumah.
"Tuan Mahendra kenapa anda tidak mau menerima pesan saya?" Randy.
"Saya sibuk" Sahut Mahendra acuh.
"Beginikah sikap anda pada orang yang sudah menjadi rekan keluarga wijaya selama berthun tahun?" Randy.
Mahendra meletakan berkas yang dia pegang dan beranjak sedangkan Ganesha hanya diam dan memperhatikan.
"Hubungan keluarga Wijaya dengan keluarga anda dibangun oleh mendiang ayah ku, selama ini kami selalu bersikap baik dan ramah tapi perilaku anak anda pada anak saya sudah keterlaluan dan saya berhak membela anak saya" Mahendra.
"Anda jangan kelewatan tuan Mahendra! Karina mencintai anda dan" Belum sempat Randy melanjutkan ucapannya Mina masuk ke dalam rumah dengan tergesa gesa dan menghampiri Mahendra.
"Tuan!'' Mina.
"Ada apa bi?" Mahendra.
"Tuan itu... tuan kecil jatuh saat mau masuk ke rumah" Mina.
Mahendra langsung meninggalkan Randy tanpa mengatakan apapun di ikuti oleh Ganesha.
"Aduh... ck ini gara gara Mimo sih kenapa mau keluar dari kolam?! Mimo nakal nanti ku suruh mang asep bikinin pagar disamping kolam biar dia tidak bisa keluar lagi" Haikal.
"Tuan muda kaki anda berdarah jangan bergerak terus saya sulit mengobatinya" William.
Haikal tadi ingin bergegas masuk ke dalam rumah tapi kura kura kesayanganya keluar lagi dari kolam. Lalu Haikal memasukan kura kura bernama Mimo itu kembali ke kolam kemudian berlari menuju ke rumah tapi malah jatuh dan lututnya terluka.
__ADS_1
Haikal menggunakan hoodie over size dengan celana pendek diatas lutut itulah kenapa kakinya bisa terluka. Jika saja dia menggunakan celana yang lebih panjang lututnya mungkin tidak akan terluka.
"Kala!" Pekik Mahendra yang langsung menghampiri sang anak.
"Kenapa bisa sampai begini?" Mahendra.
"Tadi kala yang tidak hati hati pa, maaf" Haikal.
"Sudah sekarang ayo masuk biar papa yang obati" Mahendra.
"Mahendra bawa Haikal masuk lewat pintu samping, tamu mu biar jadi urusan ku" Ganesha.
"Iya kak" Mahendra mengangkat Haikal ke dalam gendongannya.
Ganesha berjalan ke ruang tamu Ganesha melepaskan jas yang dia pakai dan meleparkannya sembarang.
"Pergi" Ucap Ganesha sinis kepada Randy dan anak buahnya.
"Begini cara mu bicara ada orang yang lebih tua?!" Randy.
"Dengar aku bukan Mahendra yang punya hati dan belas kasihan, aku juga tidak perduli pada publik atau reputasi karena aku memang bekerja didunia gelap dan terang... jadi kau mau pergi atau aku antar pergi?" Ganesha.
"Jaga bicara mu Ganesha! Aku bisa saja-" Belum sempat Randy melanjutkan kalimatnya Ganesha menodongkan pistol ke arahnya.
"Kau bisa lakukan apapun sesuka mu, tapi jika kau berani mengganggu kedamaian rumah ini... lebih baik aku antar kau pulang ke rumah tuhan sekalian" Ganesha.
Ganesha tersenyum penuh arti dan itu menyeramkan, Haikal yang masih ada digendongan Mahendra tidak sengaja melihat itu.
"Pah turunin kala" Haikal.
"Kenapa nak? kaki kala luka harus diobatin dulu" Mahendra.
"Sebentar aja pa kala mohon" Haikal memohon dan Mahendra menuruti kemauan anaknya itu.
Tanpa disangka Haikal berlari ke arah Ganesha dan memeluk Ganesha dari belakang.
"Om jangan tembak... jangan membunuh om" Haikal.
Ganesha terperanjat kaget dia benar benar tidak menyangka Haikal akan menghampirinya dan mengatakan itu.
"Kala masuk ke kamar mu" Ganesha.
"Tidak! Kala akan terus disini memeluk om sampai om melepaskan dia, jangan membunuh om kala mohon" Haikal semakin erat memeluk Ganesha.
"Mahendra bawa putra mu ke kamarnya" Ganesha.
__ADS_1
"Dia bukan hanya putra ku kak, dia juga keponakan mu dia punya hak untuk bicara dengan mu" Mahendra.
"Argh! Sial!" Ganesha menurunkan senjatanya.
"Kau iblis tapi kau lemah karena seorang anak! Ganesha asal kau tau anakku Karina harus menderita karena adik mu!" Randy.
"Penderitaan anak mu adalah karena kebodohannya, bukan karena aku" Mahendra.
"Kau egois Mahendra! Kau hanya memikirkan dirimu sendiri, akan ku pastikan kau membayar semua penderitaan Karina" Randy.
"Pergilah sebelum kepala mu pecah karena pistol ku!" Ganesha.
Dengan cepat Haikal berdiri didepan Ganesha.
"Om tidak boleh membunuh! Kalau om marah om tembak saja kala!" Haikal mengatakannya tanpa ragu bahkan dia berani mengatakan itu sambil menatap mata Ganesha.
"Kala?..." Ganesha.
"Kala tidak mau om membunuh orang... karena cepat atu lambat om akan menyesali itu, lebih baik tidak melakukan dari pada menyesal" Haikal.
Randy mematung melihat anak yang tadi sempat ingin dia celakai kini berdiri dihadapannya untuk melindungi dirinya.
"Kau bajingan karena mu keponakan ku menentang ku!" Ganesha.
"Keponakan mu manusia dan kau iblis Ganesha! bukan dia yang menentang mu tapi kau yang tidak bisa melihat kemanusiaan pada dirinya" Randy.
Ganesha mengakat pistolnya dan menodongkan pistol itu pada Randy. Haikal memegang tangan Ganesha dan meletakan ujung pistol itu didahinya.
"Jangan membunuh lagi... sudah cukup! Om boleh bunuh kala tapi jangan membunuh orang lain lagi..." Haikal.
Mahendra dan Ganesha sama sama kaget dengan ucapan dan keberanian Haikal.
"Apa maksud mu Kala?" Ganesha.
"119 nyawa... om sudah membunuh 119 nyawa termasuk orang yang sudah membully kala disekolah, benar kan? kala tau semua itu dari catatan milik om yang ada dimobil..." Haikal menatap Ganesha dengan mata berkaca kaca.
"Jangan ada korban ke 120 om kalau pun ada biarkan kala yang jadi korbannya" Haikal.
Seketika Ganesha terdiam dan menurunkan pistolnya. Haikal berbalik dan menatap Randy.
"Tolong pergilah... pergi dari sini jangan buat keributan lagi, aku mohon" Haikal menyatukan kedua tangannya dan memohon kepada Randy.
"Anak sebaik diri mu hidup bersama iblis iblis ini aku sungguh tidak tega, nak jika kelak kau disakiti oleh mereka temui aku... aku akan menjaga mu" Randy ingin memegang kedua tangan Haikal.
"Jangan sentuh dia patua sialan!" Ganesha.
__ADS_1
Randy kemudian pergi dari sana di ikuti oleh anak buahnya. Haikal menghela nafas panjang dan menatap Ganesha, tapi seketika Ganesha berlalu pergi dengan marah.