
..."Aku selalu penasaran pada mereka yang memilih untuk menutup rapat-rapat tentang hidupnya dan memberi penjelasan singkat dalam kata-kata. "...
...Fachrul Razi Al Kaady...
***
Nadia menatap Razi yang tertegun menatap layar hpnya itu. Ia tersenyum sinis lalu mengirimkan pesan pada Zahira
^^^Nadia^^^
^^^Kamu bikin heboh semua orang.^^^
Zahira
😂😂😂
"Mas aku masuk dulu ya.. " kata Nadia yang di angguki langsung oleh Radit.
Nadia langsung bergegas ke kelasnya dan Radit hanya menggelengkan kepalanya melihat Razi yang terus menatap foto Zahira.
"Tundukan tuh pandangan mu" celetuknya pelan yang membuat Razi tersenyum dan menyimpan hpnya di saku celananya.
"Oiya Dit, ngantor kemana Zahira? Udah dua hari sepertinya nggak ngajar? " tanyanya kemudian.
"Zahira menghadiri rapat di malaysia, sebagai pimpinan direktur dia harus mimpin rapat, sedang di butuhkan di negara orang"
Razi terkejut lalu menatap Radit.
"Dia direktur utama di sebuah kantor di malaysia? " tanyanya tidak percaya yang langsung di angguki oleh Radit.
"Hebat yah dia, di usia muda udah sukses, pinter, cantik, tinggal nikah"
"Aku sedang kepikiran sama Zahira Raz"
Razi mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti.
"Kepikiran kenapa? Dia baik-baik saja kan? "
Radit menghela nafas pelan.
"Pria yang sudah menyakitinya itu kembali lagi, dan mengejar dia lagi"
"Kok bisa? "
"Aku juga nggak tahu tujuan pria itu datang lagi setelah semua yang dia lakukan, aku baru dengar dari Nadia bahwa saat mereka menghadiri pertemuan di restoran, pria itu mengikutinya "
"Terus? "
"Ingin memulai semuanya dari awal, dia pikir semudah itu melupakan apa yang terjadi?"
Mata Radit menerawang.
"Kamu tahu betul bagaimana Zahira selalu membuat dirinya sibuk dengan pekerjaan agar bisa melupakan setiap kata menyakitkan yang pria itu katakan, bahkan meski dia tidur ia menangis dan menjerit histeris"
"Aku lihat juga begitu, dia begitu enggan membuka hati"
Radit tersenyum sekilas dan matanya menerawang jauh.
"Kamu tahu tidak? saat semua itu terjadi keluarganya menyalahkan nya, ayahnya sangat kecewa hingga masuk ke rumah sakit dan semua keluarganya menyalahkannya. saat itu dia sangat terpukul, kecewa, bahkan di usir. perasaanya sakit dan hancur tapi ia menanggung semua itu sendirian. ketika semua keluarganya menjauhinya Zahira memilih untuk tetap tinggal disini dan dua tahun lebih dia menahan kerinduannya pada orang tuanya, bahkan dia tidak pernah pulang dua tahun lebih entah bagaimana perasaannya "
"Aku dan Nadia menyaksikan sendiri bagaimana ia tidur dalam keadaan menangis, dan kadang menjerit-jerit "
Razi merasa sesak mendengar cerita Radit, entah kenapa hatinya merasa sakit.
"Lihatlah dia memiliki segalanya, rumah yang besar, mobil, toko, restoran, cafe, penulis terkenal, dan direktur utama di perusahaan besar, tapi keluarganya tidak bisa melihat semua ini"
Razi mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti, sejak kapan Zahira menjadi penulis.
__ADS_1
"Zahira menjadi penulis? " tanyanya.
Radit gelagapan ketika Razi bertanya, ia merutuki kebodohannya sendiri.
"Ah... Aku salah bicara Raz" ucapnya pelan namun bisa di dengan oleh Razi.
"Aku mauk ngajar dulu, duluan ya" ujarnya lalu meninggalkan Razi yang merasa aneh dengan sikap Radit.
◈
Sudah empat hari Zahira berada di malaysia dan membuat Nadia sangat kesepian di rumahnya itu. Namun Nadia merasa bersyukur karena Zahira tampak bahagia di sana dan itu membuat Nadia tenang.
Hari ini Nadia sedang menyelesaikan skripsinya dan entah di terima atau tidak tapi seenggaknya ia sudah berusaha sebaik mungkin membuatnya, apalagi ia di bantu Zahira dalam menyelesaikannya.
Nadia, Radit dan Razi tengah berada di restoran Zahira yang kebetulan mereka sedang memiliki waktu kosong.
"Gimana skripsi mu Nad? " tanya Razi yang tengah menyesap secangkir kopi.
"Aku belum tahu sih, yang penting aku udah berusaha perihal hasilnya pasrah sama allah" jawabnya santai lalu menatap layar hpnya.
Ting
Notifikasi whatsapp dari hpnya berbunyi dan Nadia langsung membuka whatsapp yang ternyata dari Zahira.
Zahira
Mauk nggak aku beliin gamis model orang sini?
^^^Nadia^^^
^^^Boleh deh klo emang Bagus.^^^
Zahira
Kamu kan mauk tunangan, sebagai hadiah di hari bahagia mu, aku belikan gamis khusus untuk pertunangan mu.
^^^Nadia^^^
^^^Tapi gratiskan? 😅😅^^^
Zahira
😏😏Iya gratis, kan udah aku bilang itu hadiah, satu set couple sama punya Radit.
^^^Nadia^^^
^^^😂😂😂Makasih bu boss.^^^
^^^Btw kamu lagi ngapain sih?^^^
Zahira
Lagi santai habis pemotretan tadi, gaya-gayaan sok-sok an jadi orang cantik, foto sama anak-anak klien yang maksa banget pada mauk foto sama aku sampek di make up dan sewa fotografer.
^^^Nadia^^^
^^^Serius? Anak klien mu masih muda kan? Ganteng apa nggak? Yah kali, Siapa tahu aja jodohmu. 😂😂😂^^^
Zahira
Iya masih muda kek Radit dan Razi lah umurnya, maksa banget mereka, karena mereka maksa ya terpaksa aku terima asal sama ayah mereka juga, nggak enak klo sama anaknya doang.
^^^Nadia^^^
^^^Kirimin fotonya dong....^^^
^^^Kepo sama tuh anak klien mu. 😁😁^^^
__ADS_1
Zahira mengirimkan sebuah foto yang memperlihatkan dirinya dengan dua pria muda yang tampan, dan dua pria tua. Zahira terlihat begitu manis dan cantik, ia terlihat sangat cantik, Nadia menyunggingkan senyum yang membuat Radit dan Razi heran karena Nadia tersenyum sendiri melihat layar hpnya. Radit langsung mengambil hp Nadia dan melihat apa yang di lihat gadis yang dicintainya itu.
Radit membelalakkan matanya karena melihat foto Zahira sangat cantik, tanpa make up Zahira sudah sangat cantik apalagi wajahnya di poles dengan make up yang begitu natural hingga akan membuat siapa saja kagum pada kecantikannya.
...
...
"Lihat apa sih kok sampek segitunya kalian? " tanya Razi yang kemudian melihat layar hp Nadia, sama seperti Radit.
Razi langsung terpana melihat foto Zahira yang begitu sangat cantik apalagi senyumannya terlihat sangat tulus, namun ia merasa jengkel melihat dua pria yang seumuran dirinya berada disisi Zahira.
"Siapa dua pria di sampingnya ini? " tanyanya terlihat jengkel lalu mengembalikan hp Nadia.
"Oh mereka anak kliennya Zahira, mereka maksa pengen foto sama Zahira sampek di sewain tukang make up dan mereka juga sewa fotografer, niat banget kan klo mereka pengen foto sama Zahira" jawab Nadia tanpa melihat wajah Razi yang terlihat sebal.
Ting
Zahira kembali mengirimkan foto yang memperlihatkan dirinya dan seorang pria yang tengah saling berhadapan dan sang pria memberikan bunga.
"Ih... Mereka terlihat cocok kan?" tanya Nadia yang tampak antusias melihat foto sahabatnya itu.
"Biasa saja" kata Razi membuang muka yang di pelototi langsung oleh Nadia.
Ting
Zahira
Ada foto spesial nanti di instagram ku yang Al Mahyra official.
^^^Nadia^^^
^^^Apanya yang special??^^^
Zahira
Kamu lihat aja nanti.
See you.. 😂😂
Nadia mendengus kesal karena sudah di buat penasaran oleh sahabatnya itu.
Selang beberapa saat pengunjung restoran heboh entah apa penyebabnya tapi semua pengunjung terlihat fokus main hp.
"Ada apa sih kok pada heboh dan sekarang pada fokus lihatin semua? " tanya Radit yang tidak mengerti.
"Aku juga kurang ngerti"
Nadia menatap heran sekelilingnya karena pengunjung restoran terlihat sibuk dengan hp mereka.
Nadia teringat ia ingin melihat instagram Zahira yang satunya tanpa membuang waktu ia langsung melihat instagram Zahira.
Nadia tertegun menatap sebuah foto yang memperlihatkan sebuah foto yang memperlihatkan tangan yang di hias dengan cincin kuning yang melingkar di jari manisnya. Dan terlihatlah senyuman yang memperlihatkan bibirnya yang tersenyum. dan yang membuat menarik foto tersebut cincin yang melingkar di jari manis Zahira. Mata Nadia mendelik membaca caption foto sahabatnya itu.
...
...
"Aku tidak pernah menyesali apa yang terjadi di masa lalu, mungkin masa buruk di masa lalu adalah bagian terpenting yang menuntunku untuk belajar menjadi lebih baik kedepannya..
Ada banyak orang yang meminta agar segera melepas kesendirian ini, akan tetapi aku belum mampu. aku yakin pada saat dan waktu yang tepat, allah akan mempertemukan aku dengan mu yang akan menjadi jawaban dari setiap do'a panjangku...
Al Mahyra.
__ADS_1