Hati Yang Terluka.

Hati Yang Terluka.
part 65


__ADS_3

"Aku merasa lelah dalam banyak hal, bukan hanya lelah karena bekerja, tapi aku juga lelah dengan apa yang aku rasakan. "


Zahira Al Mahyra.


\*\*\*


Al Mahyra.


Terimakasih...


Terimakasih kepada setiap orang-orang yang memilih untuk tetap bersamaku, tetap mendampingi ku, dan tetap memilih untuk berada di sampingku tanpa mempermasalahkan segala kesalahan ku, kekurangan ku, kebaikan ku, keburukan ku, ataupun segala bentuk kesalahan yang aku lakukan...


Terimakasih kepada setiap orang-orang di sekeliling ku, yang tetap mendukungku, tetap menguatkanku, dan tetap mencurahkan perhatiannya kepadaku,


Meski kalian tahu aku penuh teka-teki, dan menyembunyikan banyak hal tanpa memberi tahu apa alasan di baliknya,


Namun kalian memilih untuk tidak bertanya apa alasannya,  dan memilih untuk tetap di sampingku tanpa mempermasalahkan segalanya...


Terimakasih karena telah memilih untuk mengerti diriku dan juga segala alasanku,


Aku hanyalah manusia biasa yang bisa saja berbuat salah dan khilaf, karena aku memang bukan sosok sempurna..


Namun dalam hidup aku tak pernah berniat menyakiti siapapun, karena aku tahu betapa sakitnya disakiti..


Namun sewaktu-waktu, jika aku tanpa sengaja menyakiti seseorang, ataupun melukai seseorang tanpa sengaja, tolong maafkan aku karena aku hanyalah manusia biasa yang memang tak luput dari kesalahan...


Dear allah...


Terimakasih karena engkau telah menghadirkan orang-orang baik di sekelilingku, dan tak pernah membiarkan aku sendirian dalam menghadapi beratnya ujian Darimu..


Terimkasih pula telah menghadirkan sosok malaikat kecil dalam hidupku, yang menjadi alasan terbesarku, agar aku kuat menghadapi ujian hidupku yang berliku-liku...


Dear kamu...


Seseorang yang telah menjadi alasan dari kebahagiaan ku..,


Dimanapun kamu berada, aku selalu berdo'a agar kamu selalu baik-baik saja,


Agar kamu selalu sehat,


Agar kamu selalu bahagia,


Agar kamu selalu senantiasa berada dalam lindungan Nya..


Aku selalu berdo'a setiap kali aku bermunajat kepada Nya..


Semoga, semoga, dan semoga kamu akan selalu bahagia dimanapun kamu berada, selalu bahagia, meski entah pada akhirnya kamu tetap bersamaku atau tidak..

__ADS_1


Namun aku tak akan peduli, aku tetap akan mendo'akan mu, bahkan meski akhirnya kamu bukanlah bagian dari bahagiaku, ataupun kehidupanku, aku akan tetap selalu berdo'a untuk kebaikanmu, dan juga kebahagiaan mu..


Semoga, semoga, dan semoga kamu selalu bahagia....


Zahira mengusap air matanya setelah memposting sebuah foto di laman instagram miliknya. Ada perasaan sesak yang selalu ia tahan dalam dirinya, rasanya begitu sangat menyakitkan, bahkan seringkali dirinya mengeluh karena perasaan sesak di hatinya.


Andai saja ada yang mengerti apa yang ia rasakan saat ini, Zahira sungguh benar-benar merasa lelah karena ia menjalani hari-harinya dengan perasaan sesak setiap saat, Zahira merasa seperti wanita yang di tinggal suaminya, rasanya sangat menyakitkan. Zahira benar-benar merasa lelah karena ia harus menjalani hari-harinya dengan rasa sakit di hatinya.


Zahira menutup wajahnya dengan kedua tangannya, ia menangis tersedu-sedu di kamarnya dan berusaha tak mengeluarkan suara karena tidak ingin Sarah, Fakhira ataupun Muhammad mendengar dirinya menangis, ia tidak ingin membuat mereka khawatir.


Saat ini jam di dinding menunjukan jam setengah dua belas malam, namun Zahira masih belum terlelap, lantaran tadi ia merasa mual dan tidak bisa tidur, dan akhirnya ia memutuskan untuk membuka laman instagramnya.


Terhitung sejak ia berada di Malaysia, Zahira sudah setengah bulan berada di Malaysia, dan ia sudah melewati banyak hal disini. Zahira bahkan di usir oleh keluarga dari pekerja yang meninggal akibat proyek bangunan yang ambruk yang di kerjakan perusahaannya, beberapa hari yang lalu beberapa karyawan juga protes masalah gaji, belum lagi ia harus mengganti kerugian dari perusahaan yang bekerja sama dalam proyek pembangunan yang ambruk.


Semua itu membuat Zahira sangat lelah, belum lagi kehamilannya yang cukup membuatnya seringkali kelelahan, apalagi seringkali ia mual, namun Zahira bersyukur karena bayi yang tengah di kandungnya membuatnya menjadi penguat bagi Zahira.


Zahira terdiam untuk beberapa saat dan berusaha meredakan tangisnya, Zahira sangat lelah dengan apa yang ia rasakan, sudah satu bulan, namum Razi bahkan belum ada kabar, membuat dirinya cemas dan juga sedih.


"Ra, "


Zahira segera mengusap air matanya saat mendengar suara Fakhira berjalan ke arahnya.


"Kenapa kamu belum tidur? " tanya Zahira pura-pura tersenyum.


Fakhira menggeleng pelan melihat Zahira yang tersenyum menutupi kesedihannya, Fakhira lantas mendekati Zahira dan duduk di sampingnya.


"Bagaimana aku bisa tidur?,  setiap malam aku mendengarmu mual-mual,  dan setiap kali aku melihat mu saat tengah malam, setiap kali pula aku mendengar suara isakan tangismu" celetuk Fakhira begitu pelan.


"Keadaan ini pasti sangat menyakitkan dan sangat sulit ya? " tanya Fakhira tanpa menatap Zahira yang terlihat terdiam.


Melihat tak ada sahutan dari Zahira, Fakhira hanya menghela nafas berat lalu menatap Zahira.


"Aku tahu kamu berusaha kuat Ra, aku tahu kamu hanya pura-pura berusaha terlihat baik-baik saja, dan aku juga tahu kamu pasti merasa sesak"


Fakhira menatap tangan Zahira yang terlihat kurusan, lalu menggenggamnya.


"Klo kamu lelah, dan merasa nggak kuat dengan semua ini, kamu hanya perlu berhenti Ra, kamu nggak perlu berusaha pura-pura kuat dan mempertahankan semua ini, kamu nggak perlu berusaha menahan semua ini. kamu nggak perlu mempertahankan pernikahan ini"


Zahira terlihat tidak mengerti, meski perkataan Fakhira menyentil perasaan nya.


"Maksud kamu? " Zahira terlihat tidak mengerti.


"Suami seperti apa yang meninggalkan istrinya selama satu bulan?, tidak ada kabar lagi, apa kamu nggak sadar klo suami kamu ninggalin kamu udah satu bulan lebih??? " Fakhira terlihat kesal.


Zahira bahkan tidak sadar bahwa sudah satu bulan Razi pergi, dan tidak ada kabar sama sekali dari Razi. Seketika Zahira tersadar bahwa kehamilannya juga berusia Empat bulan.


"Apa kamu nggak sadar klo pria yang kamu nikahi itu seperti pengecut?, bisa-bisanya dia pergi dari masalah yang sedang kalian hadapi, apalagi kamu tengah hamil begini! " Fakhira terlihat tak habis pikir.

__ADS_1


"Dia nggak tahu klo aku hamil Fah" sahut Zahira begitu pelan.


Fakhira sudah tidak terkejut lagi mendengar sahutan Zahira.


"Kamu tahu nggak apa yang dia lakuin itu sama sekali nggak bener, dia ninggalin kamu saat kalian ada masalah, nggak ngasih kabar, nggak nelfon ataupun sekedar bertanya keadaan kamu, saat nenek meninggal pun dia nggak ada di samping kamu Ra"


Seketika hati Zahira kembali merasa sesak, dan juga terasa sakit mengingat hari-hari berat yang ia lewati tanpa Razi.


"Apa bagusnya semua itu Ra?, apa kamu yakin masih ingin mempertahankan pernikahanmu?, sampai sekarang aja dia masih nggak ada kabar, dia pergi tanpa mikirin perasaan kamu, orang tua kamu, ataupun orang tua dia, dia pergi karena kemarahannya dan nggak mikirin hubungan yang telah ia buat, dia nggak mikirin janji dia saat dia ingin menikahi kamu,dia udah berjanji akan membahagiakan mu, tapi nyatanya..."


"dia hanya nyakitin kamu, bikin kamu menderita, dan membuat kamu bersedih"


Fakhira berdecak sebal mengingat semuanya.


"Aku tahu kamu sedang hamil, tapi apa untungnya mempertahankan hubungan sepihak seperti ini, sedangkan dia aja nggak mikirin perasaan kamu, dia juga nggak peduli bagaimana pemikiran orang tua kamu, kamu nggak perlu menjalani pernikahan seperti ini! " tegasnya.


Zahira hanya terdiam mendengar ucapan Fakhira, ia berusaha memikirkan banyak hal.


"Aku lelah Fah"


Fakhira menoleh mendengar ucapan Zahira yang terdengar begitu memilukan.


"Aku lelah menghadapi banyak hal sendirian, aku lelah pura-pura kuat, aku lelah karena menahan sesak disini" Zahira menunjuk hati nya yang terasa begitu menyiksa dirinya.


"Aku sudah melewati banyak hal selama ini, aku melakukan semuanya sendirian, dan sampai sekarang allah masih menguatkan aku, tapi jika boleh jujur aku benar-benar lelah, sangat lelah, aku hanya ingin menjalani hidupku dengan tenang, tidak serumit ini, dimana ketika seseorang melihat kekurangan ku, ataupun kesalahan ku, seseorang itu malah pergi"


Perlahan air mata Zahira mengalir.


"Aku hanya ingin seseorang yang mencintaiku apa adanya, tak kan mempermasalahkan siapa aku, ataupun masa laluku, bahkan jika aku memiliki rahasia, ataupun sesuatu yang tak mampu untuk ku ungkapkan, seseorang itu hanya perlu mengerti bahwa aku mungkin kesulitan untuk bercerita, karena tak semua orang itu merasa lega meski bercerita"


"Aku.. Aku hanya ingin tenang, aku sudah merasa cukup menahan banyak hal, saat ini aku benar-benar lelah, aku tahu seharusnya aku tidak boleh begini, tapi aku lelah, rasanya aku ingin pergi dan hidup sederhana bersama bayiku, aku...aku sangat lelah" ucap Zahira terbata-bata di sela-sela tangisnya.


Fakhira menatap kasihan sepupunya itu.


"Apa kamu ingin bercerai? " tanya Fakhira.


Mendengar kata cerai, hati Zahira merasa sangat sakit, pernikahannya baru seumur jagung, tapi sudah satu bulan Razi pergi dan tanpa ada kabar, bahkan dirinya tidak tahu sekarang ini Razi berada di mana.


"Aku nggak tahu Fah, aku lagi hamil, bayiku butuh seorang ayah, apalagi pernikahan ku masih seumur jagung, bercerai rasanya sesuatu yang amat berat dan sulit untuk aku lakukan"


Fakhira berusaha mengerti apa yang Zahira rasakan, pasti Zahira tengah tertekan dengan keadaannya saat ini.


"Nanti klo kamu merasa lelah, kamu hanya perlu bilang Ra" ujar Fakhira memeluk Fakhira.


"Nyatanya pernikahan itu tidaklah sesederhana apa yang kita fikirkan, pada dasarnya menjalaninya lebih sulit dari apa yang kita bayangkan. "


Zahira Al Mahyra.

__ADS_1


yang nanya Mas Razi kemana...


tunggu di pary selanjutnya ya, in syaa allah mas Raxinya aku munculin😂😂


__ADS_2