
"Hidup ini tak selalu seindah yang orang pikirkan, jika kita melihat kehidupan orang lain jauh lebih baik dan Indah dari kita, maka jangan pernah menjadikan kebahagiaan orang lain dan apa yang orang lain miliki sebagai tolak ukur dari kebahagiaan kita, agar kita pun bahagia dengan apa yang kita miliki."
Zahira Al Mahyra
***
Zahira menatap datar Fakhira yang sejak tadi menangis tersedu-sedu sejak pulang dari transmedia.
Zahira jadi jengah melihatnya, Zahira sampai malu karena beberapa pengunjung di transmedia sampai menatapnya.
"Udah deh Fah, dari tadi kamu nangis terus kamu kenapa sih? " tanya Zahira akhirnya.
Fakhira menangis tersedu-sedu dan mengusap air matanya dengan tissue.
"Aku terharu karena ceritamu tadi, aku jadi sedih dengernya" jawabnya pelan.
Zahira mendengus pelan sembari menoleh menatap Fakhira.
"Lebay kamu!" gerutunya.
Fakhira merenggut melihat sepupunya itu menggerutu. Sedangkan Zahira hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudahlah hapus air matamu, aku akan ke kantor kasihan Muhammad sendirian di sana" ujarnya.
Sekitar jam setengah tiga Zahira kembali ke kantornya membantu Muhammad yang sudah pusing karena pekerjaan Zahira begitu sangat banyak, berkali-kali Muhammad memijit keningnya yang mulai pusing.
Zahira pun ikut kembali bekerja, bahkan kembali mengadakan pertemuan dengan tim kerjanya.
Fakhira yang sangat tidak suka bekerja, mau tidak mau ikut turun tangan membantu pekerjaan Zahira.
Berkali-kali keduanya menggerutu karena pekerjaan mereka tak selesai-selesai.
"Kapan selesai sih pekerjaan ini?" tanya Fakhira pada dirinya sendiri.
"Udahlah Fah, selesaikan saja laporan keuangan itu, entar kalo semua pekerjaan ini selesai aku mau minta bonus sama Zahira"
Muhammad berinisiatif untuk meminta imbalan pada Zahira.
"Aku juga, pantes aja Zahira selalu di ruang kerjanya meski sudah tengah malam, pekerjaan nya ternyata menumpuk " sahut Fakhira.
Keduanya pun kembali fokus dengan pekerjaan mereka, bahkan saat Zahira sudah selesai dengan pertemuan nya dengan tim kerjanya, Zahira kembali mengerjakan beberapa proposal pengajuan kontrak kerjanya dengan perusahaan lain.
Saat ini karyawan di kantor Zahira sangat sibuk, bahkan beberapa karyawan memutuskan untuk lembur agar kerjaan mereka cepat selesai.
Ketika jam setengah lima sore, Zahira meminta Fakhira dan Muhammad untuk pulang.
"Kalian pulang aja, aku mungkin lembur malem ini atau mungkin nginep disini"
"Kamu yakin mau lembur? " tanya Muhammad yang sudah siap untuk pulang.
Zahira mengangguk pelan.
"Huft.... Apa perlu aku temani? " tanya Fakhira sedikit khawatir.
"Nggak perlu Fah, beberapa karyawan juga aku minta untuk lembur supaya pekerjaan kantor cepat normal" tolaknya.
Fakhira pun mengiyakan ucapan Zahira.
"Baiklah kalo begitu, aku sama Muhammad pulang dulu"
__ADS_1
"Iya, bilang ya sama ayah dan ibu kalo aku lembur, takut mereka khawatir"
Fakhira mengangguk pelan lalu Fakhira dan Muhammad pun pamit.
Sekitar jam setengah delapan setelah sholat maghrib Zahira keluar dari ruang kerjanya, dan menatap beberapa karyawan yang sibuk bekerja.
"Kalian sudah makan malam? " tanya Zahira pada beberapa karyawan yang lembur.
"Belum bu" jawab mereka serempak.
"Saya sudah pesankan makanan untuk kalian semua, bentar lagi mungkin datang, kalian istirahat saja dulu" tuturnya pada semua karyawan.
Beberapa saat kemudian makanan yang Zahira pesan sudah datang, beraneka macam makanan Zahira pesan.
"Silahkan di makan"
Zahira mempersilahkan karyawan nya untuk makan, sedangkan dirinya kembali melanjutkan pekerjaan nya.
Tok tok tok
"Silahkan masuk"
Seorang pria masuk dan menggeleng pelan melihat Zahira masih fokus bekerja bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari laptopnya.
"Ada apa? " tanya Zahira yang masih belum mengalihkan tatapannya.
"Ayo makan" ajaknya.
Zahira mendongak menatap siapa yang masuk, seulas senyuman mengembang dari bibir pria itu Razi.
"Kok kamu ada disini? " tanya Zahira lalu menutup laptopnya.
"Kamu kok tahu aku disini? " tanya Zahira lalu melahap makanannya.
"Aku tadi ke rumah mu, tapi sepupumu bilang kamu di kantor katanya lembur, jadi aku langsung kesini" jawab Razi lalu tersenyum pada Zahira.
Zahira mengangguk pelan lalu kembali makan. Setelah itu ia masih tidak kembali ke ruang kerjanya karena masih ada Razi.
"Pekerjaan kamu banyak banget ya? Sampek kamu dan beberapa karyawan kamu harus lembur? "
"Iya, pekerjaan kantor banyak banget, beberapa pekerja ada yang sudah ku tugasin ke luar kota untuk meninjau lokasi proyek yang sedang kami bangun, dan sebagian ya disini ngurus beberapa pekerjaan kami yang memang sedang sangat mendesak, ini juga akhir bulan laporan keungan sedang menunggu, sekalian gajian karyawan biasanya kan ada Radit dan Nadia yang ngurus tapi yah mereka masih dalam masa honeymoon "
"Apa perlu aku temenin sekalian aku bantu? "
"Nggak usah kamu pulang aja, lagian aku lembur sama karyawan aku, jadi nggak apa-apa besok habis subuh aku pulang"
"Baiklah, aku pulang kalo gitu, kamu jangan terlalu kecapean takut kamu malah sakit"
Zahira mengangguk kemudian tersenyum kecil. Razi pun pamit pada Zahira dan setelah mengantar Razi ke parkiran Zahira kembali masuk ke dalam kantor.
Jam di dinding sudah menunjukan jam dua belas tapi beberapa karyawan masih bekerja, beberapa kali di karyawan Zahira ke ruangannya untuk meminta tanda tangan, dan pas sekitar jam satu malam pekerjaan mereka selesai, menyisakan beberapa hal.
Zahira bernafas lega setelah menandatangani berkas terakhir yang di berikan Mita.
"Semua karyawan udah istirahat Mit? " tanya Zahira pada sekretaris nya.
"Iya sudah bu, sesuai perintah ibu saya sudah menyampaikan bahwa mereka bisa beristirahat jika pekerjaan mereka sudah selesai dan saya sudah menyampaikan bahwa mereka bisa libur besok" jawab Mita begitu sopan.
"Syukurlah kalo begitu, kamu boleh istirahat dan besok kamu bisa libur juga" kata Zahira menghela nafas lega.
__ADS_1
"Tapi bu besok ibu... "
"Stop! Kamu besok bisa libur, perihal pekerjaan besok ada Muhammad untuk bantu saya, kembali ke tempat kerjamu dan istirahat lah" potong Zahira cepat.
"Baik bu, terimakasih"
Mita keluar dari ruangan kerja Zahira, sedangkan Zahira masih kembali berkutat di depan laptopnya, sepertinya ia benar-benar harus lembur, mengingat ia harus mengetik novelnya yang sedang di tunggu kelanjutannya oleh penggemarnya.
Jam lima pagi Zahira mengemasi barang-barangnya, ia memasukkan laptopnya kedalam tasnya lalu bergegas keluar dari ruangan nya, Zahira berjalan dengan lesu, ia sudah memesan taxi online, dan terlihatlah sebuah Taxi berhenti di depannya.
Setelah sampai di rumahnya Zahira berjalan dengan tertunduk lesu, kantung mata nya terlihat jelas, matanya memerah karena ia tidak tidur semalaman.
Zahira melirik Fakhira yang baru saja turun dari kamarnya, Zahira kembali berjalan menuju kamarnya.
Fakhira meringis pelan melihat penampilan Zahira yang menurutnya sudah terlihat seperti Zombie, kasihan sekali.
"Fah, bilangin ke kakakmu aku ke kantor agak siangan, mungkin jam sembilan aku berangkat, katakan sama kakakmu, aku memintanya siapkan saja gaji karyawan biar lusa tinggal ngasih, aku ingin istirahat dulu" ucapnya pelan.
"Kamu masih mauk kerja hari ini? " tanya Fakhira memastikan.
"Iya,... Ada beberapa hal yang memerlukan tanda tanganku, tapi aku ingin tidur dulu" jawab Zahira sesekali ia menguap karena ngantuk.
"Baiklah, istirahatlah aku mau ke bawah dulu"
Zahira mengangguk pelan lalu masuk ke kamarnya, ia langsung menghempaskan tubuhnya di ranjangnya setelah meletakkan tasnya, saking lelahnya Zahira bahkan tidak mengganti bajunya, ia hanya mencopot kaos kaki dan sepatunya.
Baru setengah jam terlelap suara hpnya membuatnya terbangun, dengan malas Zahira mengambil hpnya dari dalam tasnya dan mengangkatnya.
"Iya ada apa Mir? "
"Iya, setelah Radit kembali saya langsung ke sana, dan mengurusnya, "
"Iya, nanti saya akan menghubungi mu lagi oke"
Zahira menutup kembali panggilannya dan ingin kembali tidur, namun baru beberapa menit matanya terpejam, suara telfon dari hpnya kembali berbunyi.
Zahira menghembuskan nafas berat dan kembali mengangkat panggilan telfon yang ternyata dari Nadia.
"Iya, ada apa Nad? " tanya Zahira dengan mata terpejam.
"Bagaimana kabar mu disitu? "
"Aku dan keluargaku baik, " jawab Zahira begitu pelan dan suaranya terdengar serak.
"Syukurlah, tapi kamu sakit ya? Suaramu terdengar serak? "
"Huft.... " Zahira mendesah berat. "Bisakah kamu telfon nanti saja? Aku baru pulang dari kantor dan belum tidur sama sekali, aku ingin istirahat sebentar karena nanti aku harus kembali ke kantor"
"Oh baiklah, istirahatlah, tiga hari lagi in syaa allah aku sudah pulang"
"Heummm.. "
"Ya sudah kalo gitu"
Zahira sudah kembali tidur bahkan ia tidak tahu kalo Nadia sudah mengakhiri panggilannya.
..."Melelahkan ketika kita terus memaksa diri kita sibuk dengan banyak hal, bahkan seperti tidak ada henti untuk kesibukan itu sendiri. "...
...Zahira Al Mahyra....
__ADS_1