Hati Yang Terluka.

Hati Yang Terluka.
part 21


__ADS_3

..."Aku selalu yakin bahwa orang baik akan di pertemukan dengan orang baik pula. dan aku merasa bahwa kamu perempuan yang terlalu baik hingga aku merasa aku tidak bisa bermimpi untuk bersanding denganmu karena kamu terlalu maa syaa allah untuk ku yang astagfirullah "...


...Fachrul Razi....


...***...


Radit hanya menghela nafas dengan kelakuan Razi dan mamanya. Mulai dari berangkat sampai berada di rumah Zahira pun keduanya sama-sama sewot hingga membuat kedua orang tua Zahira dan Nadia tertawa.


Radit sampai di rumah Zahira sebelum maghrib karena jarak rumah mereka sangat dekat. merekapun sholat di rumah Zahira yang begitu nyaman.


Seperti saat ini saat Zahira dan Nadia menyiapkan makan malam Razi dan mamanya malah adu mulut.


"Masakan Zahira memang enak, lebih enak dari masakan mama" kata Razi mengejek mamanya.


"Ya biarkan sajalah, toh akhir nya nanti mama selalu makan masakan Zahira"


Mama Razi malah menggoda Razi hingga akhirnya Razi terdiam dan mamanya merasa menang. Keluarga Zahira yang menyaksikan Razi dan mamanya hanya tertawa tak urung Zahira ikut tersenyum.


"Ayo silahkan di makan bu, nak Razi dan juga nak Radit" suruh nya.


Akhirnya merekapun makan dalam diam dan hanya ada suara dentingan sendok.


"Gimana Jepang Nad? Bagus nggak? " tanya mama Zahira memecah kesunyian.


"Bagus tan, di sana Indah banget, aku suka banget apalagi bunga sakuranya, pokoknya Nadia seneng banget bisa kerja sambil liburan tan" jawab Nadia terlihat antusias.


"Kamu sering ke sana? "


"Nggak tan, klo ke Jepang ini untuk pertama kalinya. klo Singapura dan malaysia aku sering ke sana bareng mas Radit dan Zahira "


Mama Razi manggut-manggut mengerti. Beberapa saat kemudian semuanya selesai makan dan bersantai di ruang tengah milik Zahira yang memang sangat nyaman.


Mama Razi berbincang-bincang dengan kedua orang tua Zahira.


Sedangkan Zahira, Razi, Radit dan Nadia tengah menikmati muffin coklat dan teh dingin.


"Kalian bisa ambil cuti seminggu untuk nyiapin pertunangan kalian" kata Zahira membuka percakapan.


"Tapi kita belum nentuin tanggalnya Ra," Nadia menyela.


"Aku sudah menghubungi orang tua kalian beberapa hari yang lalu, mereka udah nemuin tanggalnya, dan udah menyiapkan segalanya, kalian hanya tinggal mengundang orang-orang"


Nadia menatap sayang Zahira lalu memeluknya.


"Makasih yah, kamu udah mengatur semuanya dan nggak bilang-bilang"


Zahira hanya tersenyum kecil.


"Aku bahkan belum menyiapkan banyak hal untuk pertunangan ku Ra, orang tuaku pasti kerepotan"

__ADS_1


Zahira hanya menghela nafas mendengar perkataan Radit.


"Razi sudah menyiapkan segalanya, kamu dan keluarga mu tinggal berangkat, sisanya aku sudah minta Razi dan team kerja kita menyiapkan segalanya."


Radit hendak bicara namun langsung di potong oleh Zahira.


"Kamu ingin bilang mau menggunakan uangmu kan?" tanya Zahira yang di jawab anggukan oleh Radit.


"Aku tidak menerima penolakan, kamu itu udah aku anggap kakak ku sendiri, jadi tolong jangan menolak. selama ini kamu udah bekerja keras, anggap saja ini bonus dariku"


Radit mengangguk pelan.


"Makasih ya Raz, udah bantuin aku dan Nadia"


Razi tersenyum lalu mengangguk. Razi menatap Zahira begitu lekat. Hatinya berdesir melihat Zahira tersenyum meski hanya senyuman kecil.


Ada perasaan ingin merengkuhnya dalam pelukan dan membuatnya selalu tersenyum. Lihatlah betapa manisnya Zahira saat tertawa cekikikan. Tak terasa Razi pun ikut tertawa.


Radit yang melihat tatapan Razi pada Zahira, ia justru merasa senang. Semoga saja keinginan nya bisa menjadi kenyataan.


Zahira merasa senang melihat Nadia bahagia dengan orang yang ia Cinta. Iapun juga berharap disaat dan di waktu yang tepat allah akan mempertemukan dia dengan orang yang memang menurut allah pantas untuknya.



Pagi ini Zahira hanya duduk diam menatap suasana di luar dari jendela kamarnya. Sejak pulang dari Jepang perasaan nya tak karuan. Ia merasa khawatir dan takut tanpa alasan. Apalagi mengingat apa yang terjadi saat di Jepang ia merasa sedih.


Flashback off


Tak beberapa lama berselang hpnya berbunyi, Zahira mengerutkan keningnya saat melihat nomer baru yang mengirim pesan, itupun dengan kode negara Indonesia.


+628xxxxx


Apa kabar Ra?


^^^Zahira^^^


^^^Siapa?^^^


+6287xxxx


Aku merindukan mu.


Andri.


Zahira terdiam mematung saat tahu siapa yang telah mengirim pesan kepadanya.


Ia kembali teringat akan kejadian dua tahun yang lalu yang membuatnya harus jauh dari orang tuanya.


Air mata Zahira mengalir, ia sangat terluka mengingat kejadian itu. Ia masih ingat betul ketika Andri mengatakan ia tidak pantas di nikahi apalagi di cintai.

__ADS_1


Zahira memeluk kedua lututnya dan membenamkan wajahnya, ia menangis sesenggukan Tanpa menyadari kehadiran Nadia.


"Ra kamu kenapa? " tanyanya melihat Zahira menangis sesenggukan.


Nadia memeluk Zahira dan mencoba menenangkan nya.


"Apa yang terjadi Ra? kenapa kamu menangis? " tanyanya.


Zahira menatap Nadia.


"O.. Orang itu datang lagi, di.. Dia kembali lagi, aku nggak mau di.. Dia ganggu aku lagi" jawabnya tersedu-sedu.


Mata Nadia langsung menajam dan tampak marah.


"Kamu tenang yah, jika dia muncul aku yang akan membuat perhitungan terhadap nya. " ucapnya penuh penekanan.


Flashback on


Zahira menghela nafas mengingatnya, ia hanya berharap hidupnya tenang.


Zahira duduk di tepi ranjang miliknya, ia memainkan hp miliknya, ia membuka instagram miliknya yang bernama Al Mahyra official.


Zahira mengunggah fotonya yang tampak duduk di dekat jendela, wajahnya tak terlihat karena bernuansa senja.



Di satu sisi Razi tengah berkutat di depan layar laptop miliknya, Razi berhenti mengetik ketika notifikasi hp nya berbunyi.


Razi melihatnya dan tertegun ketika pemberitahuan postingan milik Al Mahyra.


Razi menatap lekat foto yang di unggah oleh perempuan yang menurutnya sangat misterius, keningnya berkerut ketika membaca caption di foto Al Mahyra.


...



...


Aku selalu percaya bahwa setiap kebaikan yang di lakukan oleh seseorang akan kembali kepada dirinya sendiri, entah itu lewat orang lain yang membalasnya, ataupun lewat seseorang yang telah kita tolong dengan kebaikan itu sendiri.


Karena kebaikan yang setiap orang lakukan adalah untuk dirinya sendiri, bukan untuk orang lain.


Al Mahyra


Razi menghela nafas pelan, terkadang ia merasa bingung karena menurutnya sosok penulis terkenal seperti Al Mahyra itu seperti Zahira, tapi tidak mungkin.


Razi menatap foto di hp miliknya, foto Zahira terlihat sangat cantik, ia tertawa lepas menggambarkan ia sangat bahagia. Jarang sekali ia bisa melihat Zahira tertawa yang ada hanya senyuman sinis dan kadang tanpa ada ekspresi dan wajahnya begitu datar.


"Kadang saat melihatmu ada keinginan bisa mencium kening mu ketika usai sholat, ada rasa ingin setiap hari menikmati masakan mu, ada ingin merengkuh mu, tapi kamu perempuan yang baik, sedangkan aku? " gumamnya dalam hati.

__ADS_1


"Bisakah pria yang serba kekurangan ini memilikimu yang serba sempurna itu?  Aku bahkan tidak melihat apa kekurangan mu meski aku tahu kamu pun punya kekurangan... "


Fachrul Razi Al Kaady


__ADS_2