
"Karena aku tak pernah berhenti berharap bahwa setelah terluka aku akan di pertemukan dengan orang yang benar-benar tepat menurut allah, untuk menemani sepanjang perjalanan hidupku. "
Zahira Al Mahyra
***
Pagi-pagi sekali Zahira sudah siap untuk pergi mengajar karena hari senin adalah waktunya untuk mengajar.
Zahira bahkan bangun dari jam tiga karena harus siap-siap untuk menyiapkan sarapan untuk kedua sepupunya dan tantenya.
Jam lima iya sudah siap seragam dinasnya.
Saat Zahira sedang duduk memakan roti dan segelas susu, Fakhira muncul dan masih mengenakan baju tidurnya dan hijab pendek.
Matanya mendelik melihat Zahira sudah rapi menggunakan seragam mengajar, Fakhira lalu duduk di dekat Zahira.
"Kamu mau kemana Ra? " tanyanya lalu beranjak mengambil gelas dan mengisinya dengan air minum lalu meminumnya setelah duduk kembali di dekat Zahira.
"Mau berangkat ngajar waktunya ngajar soalnya besok baru ngantor" jawabnya pendek lalu meminum susu di hadapan nya.
Fakhira mengangguk dan memperhatikan Zahira yang sudah selesai memakan dan merapikan gelas dan piring yang di gunakan nya.
"Kamu sendiri mau kemana hari ini? " giliran Zahira yang bertanya pada Fakhira.
"Mungkin hanya keliling surabaya, nongkrong di cafe"
Zahira hanya diam mendengarkan lalu mengambil kunci yang ada di laci.
"Aku berangkat ngajar dulu. kalo mau makan semuanya udah di atas meja, dan kalo butuh sesuatu minta saja ke bibi dan bilang ke tante aku udah berangkat" ujarnya lalu meninggalkan Fakhira yang manggut-manggut mengerti.
Sekitar jam makan siang Zahira tengah berkutat di depan laptopnya. Sesekali Zahira melirik beberapa guru yang berlalu lintas di depannya.
Saking fokusnya ia sampai tak mendengar bunyi notifikasi pesan di hp nya. Yah begitulah Zahira ketika sudah mengetik cerita. Tiba-tiba saja suara dering telfon nya mengalihkannya.
Zahira melihat layar di hpnya dan terlihatlah nama Razi. Zahira melirik jam di pergelangan tangannya sudah jam dua siang. Tanpa berfikir panjang Zahira langsung mengangkatnya.
"Assalamualaikum "
"Waalaikum salam, ada apa Raz?"
"Kamu ada dimana? "
"Lagi di sekolah, ini lagi di ruangan ku ada apa emangnya? "
"Aku kira kamu lagi kantor"
Zahira mendesah pelan mendengar nama kantor ia sudah sangat lelah mengurus pekerjaan di kantor, belum lagi semalam ia di komplain karena sudah empat hari ceritanya tidak di update. dan sekarang iapun harus pergi mengajar dari surabaya ke Sidoarjo, rasanya Zahira sangat lelah bekerja.
"Zahira"
Zahira terbuyar dari lamunannya.
__ADS_1
"Iya ada apa Raz? "
"Aku tunggu di rumahmu nanti malem"
Zahira menghela nafas sambil memijit pelipisnya.
"Malam ini aku punya banyak kerjaan besok siang aja gimana? jam makan siang kita makan siang bareng di dekat kantor aku? "
"Baiklah, sampai ketemu besok"
Zahira mengakhiri percakapan nya dengan Razi, ia bahkan lupa bertanya apa Razi orang tuanya dan kedua adiknya sudah pulang atau tidak. Tanpa berpikir panjang Zahira langsung mengirim pesan pada Razi.
Zahira
Raz, kamu udah pulang?
Setelah itu Zahira kembali mengetik sambil menunggu balasan dari Razi.
Ting..
Zahira langsung melihat balasan pesan dari Razi.
^^^Razi^^^
^^^Udah, jam sebelas aku udah di rumahmu, sepertinya ada tamu di rumahmu. tapi aku nggak tahu sih habis masukin mobil aku langsung pulang.^^^
Zahira tersenyum kecil lalu membalas pesan dari Razi.
Zahira
Setelah mengirim pesan pada Razi Zahira langsung kembali mengetik di laptopnya.
***
Sekitar jam lima sore Zahira baru tiba di rumahnya dengan wajah letih. Zahira berjalan pelan memasuki rumahnya dan terlihatlah semua orang sedang berkumpul di ruang tamu.
"Assalamualaikum "
"Waalaikum salam "
Semua orang menatap seksama penampilan Zahira yang sudah kusut, wajahnya terlihat sangat letih.
"Ra Ra, wajahmu udah kek baju nggak di setrika" celetuk Fakhira yang langsung membuat Zahira melotot tajam.
"Sembarangan kamu kalo bicara capek tahu!" omelnya pada Fakhira karena sudah mengatainya seperti baju tidak setrika.
"Kamu mandi dulu sana, udah sore" giliran ibunya yang menyuruh Zahira Mandi.
Zahira mengiyakan ucapan ibunya dan langsung bergegas berjalan ke tangga yang mengarah ke kamarnya.
Malam harinya seusai makan malam dengan keluarganya Zahira langsung kembali ke ruang kerjanya, ia kembali berkutat di depan laptop dan berkas-berkas pekerjaan nya.
Sesekali Zahira menguap karena ngantuk, yang benar saja akhir-akhir ini iya kurang istirahat dan kurang tidur rasanya ia sangat lelah karena sibuk bekerja.
__ADS_1
Tak terasa sudah jam sebelas malam, namun Zahira masih tetap dengan pekerjaan nya dan ia kembali menguap karena ngantuk.
Zahira melirik jam yang ada di dinding ruangannya itu, sudah hampir jam dua belas, Zahira memutuskan untuk tidur dan membereskan berkas yang sudah acak-acakan.
Zahira mematikan lampu di ruang kerjanya dan berjalan ke kamarnya yang hanya selisih satu kamar.
Dan saat membuka pintu kamarnya terlihatlah fakhira yang sedang menonton film drakor melalui laptop di kamarnya.
Zahira menggeleng pelan lalu menghempaskan tubuhnya di tempat tidur, ini sudah malam dan sepupunya itu masih Setia menonton film drakor.
"Kamu nggak mau tidur Ra? Udah jam setengah dua belas tuh" kata Zahira yang sudah mulai memejamkan matanya.
"Masih pengen nonton film dulu, lagian aku belum ngantuk" sahut Fakhira yang asik duduk bersandar di ranjang kamar Zahira, dan matanya fokus melihat film yang ia tonton.
"Kan bisa di lanjutin besok nonton filmnya, lagian kamu kan nggak kemana-mana, terkecuali besok kamu mauk ikut aku ke kantor "
Fakhira langsung mendengus pelan mendengar nama kantor, yah Fakhira sangat tidak suka dengan pekerjaan kantor, menurutnya pekerjaan itu sangat membosankan dan melelahkan.
"Ikut kamu ke kantor? Huh ogah deh! aku alergi pekerjaan kantor. lagian kalo mama lihat aku nonton film pasti mama ngomel-ngomel "
"Kenapa? " tanya Zahira yang kemudian membuka matanya dan beralih menatap Fakhira.
"Mama selalu ingin aku bekerja biar mandiri, sejak aku lulus kuliah mama selalu memintaku untuk bekerja, entah di kantor papa, di kantormu ataupun bekerja di kantor kakek" terangnya panjang lebar.
Zahira langsung terbangun dan duduk bersandar.
"Sebenarnya kamu dan mama mu itu punya masalah apa sih? aku lihat kamu sama tante selalu berdebat apalagi soal pekerjaan"
Tanya Zahira membuat Fakhira langsung menutup laptopnya dan matanya menerawang lurus.
"Aku ingin melanjutkan kuliahku di Singapura, tapi mama nggak ngizinin dan nyuruh aku bekerja, itu sebabnya kami selalu berdebat, mama ingin aku bekerja sedangkan aku ingin melanjutkan kuliah"
Kini Zahira faham alasan fakhira dan tantenya itu selalu berdebat.
"Mama bilang aku harusnya bisa mengikuti keinginan mama sama papa dan bekerja di perusahan papa atau kakek, padahal aku hanya ingin melanjutkan kuliah, kebahagiaan ku. memangnya mereka nggak bisa mengerti keinginanku dan kebahagiaan ku?" kata Fakhira terdengar lirih.
Zahira menatap sepupunya itu, matanya sudah mulai berkaca-kaca.
"Memangnya kenapa kamu nggak ingin bekerja? Lagian apa susahnya mengikuti keinginan orang tuamu, toh kamu juga ingin membahagiakan mereka kan? "
Fakhira menggeleng pelan.
"Keinginan mereka belum tentu inginku juga, dan apa yang membuat mereka bahagia belum tentu membuatku bahagia juga, aku juga ingin membahagiakan mereka, tapi dengan caraku sendiri" keluhnya yang membuat Fakhira tertunduk menahan tangisnya.
Zahira hanya bisa menatap iba sepupunya itu.
"Aku tidak tahu itu, yang aku fahami bahwa semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya, ingin melihat anaknya bahagia, meskipun belum tentu yang baik menurut mereka belum tentu baik menurut anaknya, dan belum tentu bahagia menurut mereka bahagia juga bagi kita"
Zahira lalu memeluk Fakhira.
"Sudahlah jangan sedih, nanti aku bantu bicara sama tante sekarang sudah malem ayo tidur" ujar Zahira lalu mengajak Fakhira tidur.
..."Aku heran kepada mereka yang memilih untuk bahagia dengan pilihannya sendiri dan tak melihat apakah bahagianya juga bahagia orang tua nya, jika kamu bisa membuat bahagia dengan membuat orang tuamu bahagia juga, kenapa kamu memilih untuk bahagia sendiri? "...
__ADS_1
...Zahira Al Mahyra....