Hati Yang Terluka.

Hati Yang Terluka.
part 39


__ADS_3

..."Melelahkan ketika kita terus memaksa diri kita sibuk dengan banyak hal, bahkan seperti tidak ada henti untuk kesibukan itu sendiri. "...


...Zahira Al Mahyra....


***


"Dalam perihal mencintai Cinta itu sendiri tidak pernah salah, namun cara kitalah yang salah dalam mencintai. kita yang sudah pernah merasakan luka di hati, beberapa orang akan sulit membuka hati lagi untuk seseorang karena mereka akan mengingat kembali luka yang ada di hatinya, terlebih bagi perempuan. mereka bisa memaafkan kesalahan seseorang tapi tidak bisa melupakan lukanya, kekecewaan nya, apalagi mengembalikan kepercayaan nya pada seseorang, semuanya butuh waktu untuk bisa kembali seperti sediakala, namun untuk seratus persen bisa kembali seperti semula, masih ada beberapa persen yang mungkin tidak bisa kembali"


"Seharusnya kita hati-hati saat menaruh harapan kepada seseorang, seharusnya kita lebih hati-hati dalam perkara mencintai seseorang, karena tidak semua orang itu sama seperti kita. harusnya kita tidak jatuh Cinta sebelum waktunya, tapi siapa yang bisa mencegah seseorang jatuh Cinta? Siapa yang bisa melarang kita jatuh Cinta? Tidak ada. tapi perlu kita ingat bahwa Cinta yang baik itu Cinta yang berlandaskan Cinta kepada tuhan, karena kadang kita merasa suka pun kita sebut Cinta. sekedar kagum pun kita mengira itu Cinta, kita memang harus jatuh Cinta, tapi bukan jatuh dalam Cinta"


"Kadang kita menaruh harapan pada seseorang, namun orang itu menghancurkan harapan kita. pernah mencintai seseorang, tapi ia malah menyakiti kita, pernah begitu sangat memperjuangkan seseorang namun orang itu malah meninggalkan kita, dari semua itu kita harusnya bisa menyadari bahwa sebaik-baik nya menaruh harapan ialah menaruh harapan terhadap tuhan. sebaik-baik nya Cinta adalah Cinta kepada tuhan. dan yang tidak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan apapun adalah tuhan. kita tidak perlu membenci masa lalu yang buruk, justru karena masa lalu kita harus kita menjadikan cerminan di masa sekarang. barangkali di masa lalu kita salah dalam melakukan sesuatu, salah dalam mencintai, ataupun di masa lalu kita begitu buruk ataupun kurang baik, maka sekaranglah saatnya kita memperbaiki diri, sekaranglah waktunya kita berubah menjadi seseorang yang lebih baik, karena allah pun akan mengenalkan kita pada orang-orang baik untuk menemani perjalanan kita"


"Jujur saja jika tubuh yang sakit dan terluka, dalam beberapa waktu sakit itu bisa hilang. tapi ketika hati kita yang tersakiti, hati kita yang terluka, kita tidak pernah tahu kapan luka itu akan sembuh, dan kapan sakit itu bisa hilang. namun dari semua hal yang kita rasakan itu kita tetap harus bersyukur karena ketika hati kita patah allah sedang menyelamatkan kita dari Cinta yang salah, dan percayalah bahwa ketika allah mengambil sesuatu yang berharga dalam hidup kita, allah pun akan menggantinya dengan yang lebih baik "


"Dari itu bagi kalian yang masih sendiri, masa sendiri adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri, dan bagi yang sudah berkeluarga kalian tetap bisa memperbaiki diri karena tidak ada terlambat untuk memperbaiki diri selama kalian berniat untuk berubah menjadi seseorang yang lebih baik. kuatkan hatimu bagi siapa saja yang saat ini hatinya sedang terluka dan tersakiti, dan bagi yang sedang dalam baik-baik saja semoga allah lebih membuatmu lebih baik, jangan pernah lelah. boleh lelah asal lillah"


"Harus kuat, harus sabar, harus ikhlas, harus tegar dalam menghadapi apapun dan jangan pernah larut dalam kesedihan. kalian bisa menangis jika memang menangis membuatmu merasa lebih baik, tapi jangan larut dalam kesedihan"


"Menangis lah, allah menciptakan malam untuk mengadu kepada Nya, allah menciptakan air mata agar resah mu lega, dan allah menciptakan kekuatan untukmu agar kamu bisa bangkit setelah jatuh, ayo bangkit dan lupakan apa yang terjadi di masa lalu dan perbaiki masa sekarang mu"


Zahira mengakhiri ucapannya lalu membungkukkan badannya sedikit sebagai terimakasih. Semua orang bertepuk tangan setelah mendengarkan Zahira menceritakan tentang hati yang terluka.


Zahira hari ini memang tengah berada di sebuah mall di Jakarta memenuhi undangan dari sana untuk meet and greet bersama penggemarnya di Jakarta, di temani Nadia dan Fakhira.


Sebenarnya Zahira juga di undang sebagai Bintang tamu di salah satu stasiun televisi, namun ia menolaknya karena tidak ingin terlalu menunjukkan dirinya.


Dua minggu lalu Nadia dan Radit pulang dari masa honeymoon nya, dan sekarang Zahira bisa cukup lega karena kantor sudah ada Radit yang mengurus di bantu Muhammad. Sedangkan dirinya dua hari yang lalu baru kembali dari Malaysia menghadiri rapat di sana sekaligus mengurus beberapa pekerjaan nya.


Zahira masih melayani penggemarnya yang meminta foto dan tanda tangan nya, sesekali ia menghela nafas berat karena lelah.


Dua minggu ini ia memang cukup sibuk, ia mengurus novel terbarunya yang baru saja terbit dan seminggu yang lalu ia mengadakan launching novel terbarunya. Dan hari ini ia di Jakarta, dan rencananya hari ini ia akan pulang bersama Fakhira dan Nadia.

__ADS_1


Pernikahan nya dengan Razi sudah di tetapkan sebulan lagi, ia cukup lega karena tim kerjanya di kantor membantunya mengurus pernikahan nya, Zahira cukup bahagia karena Razi juga sangat perhatian kepadanya.


Zahira, Fakhira dan Nadia sudah berada di dalam pesawat, Zahira terlihat begitu letih dan terlihat mengantuk, Fakhira maupun Nadia membiarkan Zahira istirahat karena akhir-akhir ini Zahira memang kurang istirahat.


***


Hari ini Nadia sedang di rumah Zahira, kemaren sore Zahira, Nadia dan Fakhira sampai di Surabaya, siang ini Zahira memang meminta bantuan Nadia untuk memilih wedding organizer yang akan ia gunakan dalam pernikahan nya.


Jam di dinding masih menunjukan jam sepuluh, Zahira Fakhira, dan Nadia sedang berada di ruang tengah rumah Zahira.


Zahira memijit keningnya yang mulai pusing, ia benar-benar pusing dan merasa lemas, matanya terasa berat saat melihat beberapa contoh wedding organizer.


Nadia sedikit khawatir melihat wajah Zahira yang pucat pasi, sejak pulang dari Jakarta Zahira terlihat pucat dan lemas.


"Ra kamu nggak apa-apa? " tanyanya khawatir.


Zahira menatap Nadia sekilas dan tersenyum kecil.


"Aku nggak apa-apa, hanya sedikit pusing"


"Badan kamu juga agak panas kamu istirahat aja ini biar aku sama Fakhira yang ngurus" suruh nya


"Iya Ra, kamu istirahat aja, ini biar kita yang ngurus "


Dengan anggukan pelan Zahira mengiyakan ucapan keduanya, dengan langkah begitu pelan ia berjalan dan baru beberapa langkah....


Brukkh..


"Zahiraaaa.... "


Nadia dan Fakhira lari tergopoh-gopoh, mereka langsung panik dan berteriak memanggil kedua orang tua Zahira, kedua orang tuanya langsung kaget dan khawatir.

__ADS_1


Ayahnya langsung membopong tubuh Zahira ke dalam mobil, semuanya langsung panik dan langsung membawa Zahira ke rumah sakit.


Di rumah sakit semua orang duduk dengan cemas menunggu dokter keluar dari ruang UGD rumah sakit.


Ceklek..


Semua orang langsung menghampiri dokter yang baru saja keluar.


"Bagaimana keadaan Putri saya dok? " tanya Ayah Zahira khawatir.


"Putri bapak terkena maag dan Putri bapak terlalu capek. Putri bapak sepertinya terlalu memforsir dirinya bekerja oleh karena itu Putri bapak sangat kecapean, saya sarankan Putri bapak di rawat inap dulu karena saat ini keadaan Putri bapak sangat lemah dan kurang cairan" terangnya dokter tersebut.


"Kalo begitu saya permisi"


"Terimakasih dok"


Nadia menghela nafas berat, ia jadi merasa bersalah karena terlalu lama mengambil liburan oleh karena itu pekerjaan Zahira sangat menumpuk dan menurut yang ia dengar dari Fakhira, Zahira seringkali bekerja sampai tengah malam karena pekerjaan nya sangat menumpuk.


"Paman sama bibi pulang aja yah, Zahira biar Fakhira dan Nadia yang jagain" kata Fakhira meminta orang tua Zahira untuk pulang karena kesehatan ayah Zahira juga kadang menurun.


"Tapi Bibi ingin menemani Zahira" tolaknya.


Nadia menatap kedua orang tua Zahira.


"Om sama tante pulang aja Zahira cuma kecapean dan terkena maag, kalian pulang aja biar Aku sama Fakhira yang jagain, nanti mas Radit juga nyusul" Nadia mencoba membujuk kedua orang tua Zahira


"Lagian om juga lagi kurang sehat, jadi om sama tante pulang yah biar Fakhira antar"


Dengan berat hati kedua orang tua Zahira mengangguk pelan, namun sebelum pulang mereka menemui Zahira dulu yang telah di pindahkan ke ruang rawat inap meski Zahira masih belum sadar dari pingsannya.


"Semua orang akan merasakan sakit, entah sakit dalam tubuhnya atau justru sakit di hatinya. tapi cobalah ketika kamu merasakan keduanya, kamu ingat bahwa keduanya sama-sama kamu rasakan, maka jangan pernah menyakiti fisik seseorang ataupun hati seseorang, jika kamupun pernah merasakan nya."

__ADS_1


Zahira Al Mahyra


hello guy's, makasih bagi yang sudah setia membaca ceritaku, mohon maaf bila lama untuk up, dikarenakan saya juga sibuk mengurus banyak hal, tapi terimakasih kepada kalian semua, jangan lupa like dan komen nya, biar aku tambah semangat😘


__ADS_2