Hati Yang Terluka.

Hati Yang Terluka.
part 17


__ADS_3

...Kadang allah menguji kita tidak hanya untuk menguji seberapa sabar kita menghadapinya, tapi juga untuk membuat kita sadar bahwa kita harus belajar dari ujian tersebut, karena ujian datang bukan hanya untuk menguji, tapi juga untuk memberikan hikmah dan pelajaran....


...Al Mahyra...


                            ***


Flash black


  Zahira melangkah pelan menemui seorang pria yang akan menikahinya itu. Ia tersenyum lalu duduk di sebelah kursi pria yang bernama Andri.


"Maaf yah aku lama dateng nya"


Pria di sampingnya itu menatap sekilas wajah Zahira.


"Ra, aku tidak bisa menikahi mu"


Deg


Zahira terkejut, ia tersenyum pahit seolah-olah menutupi rasa terkejut nya.


"Kamu bercanda kan? " tanya Zahira tidak percaya.


Andri menutup matanya dan berdiri menatap lekat mata Zahira.


"Kamu tidak pantas aku nikahi ataupun aku cintai, kita berbeda dan kita tidak mungkin bersama"


  Zahira menatap sekilas wajah Andri, hatinya begitu sakit mendengar ucapan pria di hadapannya itu.


"Lalu untuk apa kau melamar ku di hadapan keluargaku? Untuk apa melamar ku hingga sejauh ini? undangan sudah di cetak tapi kamu melakukan semua ini padaku dan keluarga ku"


Zahira terlihat pilu, air matanya mengalir begitu saja dari kelopak matanya.


"Aku hanya di buta kan oleh Cinta sesaat, sebenarnya kamu wanita yang tidak pantas untuk di nikahi ataupun di cintai, aku punya segalanya, kehormatan, kekayaan dan segalanya, tapi kamu hanya orang biasa kamu tak pantas bersanding denganku! " sarkas nya pada Zahira.


Zahira menutup matanya dan tersenyum pahit, ia menatap Andri sekilas lalu menghela nafas.


"Baiklah pergilah, aku menyuruhmu, aku menerima semuanya dan semoga kamu bahagia" ujar Zahira lalu meninggalkan Andri yang terduduk lemas menahan tangisnya.


  Zahira berjalan lemas memasuki pintu rumahnya, ibunya tertegun menatap putrinya datang dengan keadaan lemas dan mata yang sembab.


"Zahira, kamu kenapa nak? " tanya ibunya menghampiri putrinya itu disusul ayahnya dan saudara ayahnya.


"Ibu....  Dia membatalkan pernikahannya denganku" terangnya pada keluarganya, Zahira memeluk ibunya dan menangis tersedu-sedu.


"Ini semua pasti kesalahan Zahira hingga Andri membatalkan pernikahannya" kata bibi Zahira menyalahkan Zahira.


"Apa yang sudah kamu lakukan nak sampai nak Andri batal menikahi mu? " tanya ayah Zahira.


"dia pasti melakukan kesalahan"

__ADS_1


"Aa..... aa"


  Tiba-tiba Ayah Zahira tersungkur.


"Ayaaaaahhhhhhhhhhhh "


  Di rumah sakit seluruh keluarga menunggu dengan cemas melihat keadaan ayah Zahira.


"Ini semua gara-gara kamu!  Lebih baik kamu pergi! kamu sudah membuat malu keluarga kita dan kamu bertanggung jawab atas keadaan ayahmu! " tuduhnya paman Zahira.


"Paman tolong jangan usir Zahira, ini bukan salah Zahira, Zahira ingin menemani ayah" Zahira memohon dengan tangis yang tak henti-hentinya.


Paman Zahira mencekal pergelangan tangan Zahira dan menyeretnya keluar rumah sakit.


"Pergi dari sini dan jangan pernah kembali lagi! "


  Zahira menatap pamannya itu dengan mata berkaca-kaca lalu perlahan melangkah meninggalkan rumah sakit.


  Zahira pergi ke Sidoarjo, ia mengetuk pintu rumah kontrakannya dan Terlihat Nadia membuka pintu untuknya, Zahira langsung memeluk Nadia dan menceritakan semua yang terjadi padanya.


Flashback off


  Nadia menceritakan segalanya kepada ayah Zahira, ia tak tega melihat sahabatnya terus menerus menahan kerinduan Zahira pada keluarganya.


  Ayah dan ibu Zahira yang mendengar cerita sebenarnya yang menimpa putrinya itu merasa amat bersalah dan sedih.


  Ibu Zahira menangis mengingat Zahira menanggung dukanya sendirian.


"Selama dua tahun ini Zahira bekerja sangat keras, hingga punya beberapa toko, restoran, dengan beberapa cabang di luar kota, menjadi guru yang paling di segani, punya kantor sendiri, dan beberapa bisnis, hingga menjadi direktur utama di perusahaan di malaysia, sungguh dia sekarang sangat kaya"


  Nadia tertawa mengingat bahwa sekarang Zahira sudah bisa membeli apapun yang dia inginkan hingga tak terasa air matanya menetes karena bahagia.


"Om sekarang istirahat yang benar, mungkin Zahira tengah malem kalo Sampek sini, urusan rumah kalian biar kami yang menangani"


  Ayah Zahira tersenyum lega mendengar ucapan Nadia.


                             ◈


  Zahira berjalan tergesa-gesa menuju ruangan ayahnya di rawat. Ia tidak bisa pulang tadi malam dan baru bisa pulang jam lima pagi tadi setelah beberapa jam perjalanan dari Singapura.


Zahira membuka pintu ruangan tempat ayahnya menginap dan terlihatlah sosok ayahnya yang sedang di periksa dan ibunya berdiri di sampingnya.


"Assalamualaikum "


"Wa'alaikumsalam "


  Nadia memeluk erat Zahira karena merasa senang sahabatnya pulang.


  Zahira berjalan mendekati ibunya lalu mencium punggung tangan ibunya dan ia pun memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Maaf ya bu, Zahira terlambat pulangnya"


"Nggak apa-apa nak, yang penting kamu pulang dengan selamat"


  Zahira melepaskan pelukannya lalu menatap ayahnya. Zahira menggenggam tangan ayahnya lalu menciumnya.


"Maafin Zahira yah,  Zahira benar-benar minta maaf" sesalnya.


"Kamu nggak salah nak, ayah yang salah karena sudah membuatmu semakin terluka"


Ayah Zahira mengelus kepala Zahira yang berbalut hijab.


"Kita lupakan semuanya ya, dan ayah fokus sama kesehatan ayah ok"


  Nadia merasa lega akhirnya semuanya bisa selesai meski ia sedang mencemaskan sesuatu.


Dalam hati Zahira sangat berterima kasih karena Nadia sudah membuat kesalah pahaman kedua orang tuanya berakhir. namun ia merasa sedih karena ia tak bisa Ziarah ke makam perempuan yang sangat ia rindukan.


  Zahira menghela nafas berat, ia pergi keluar dan segera menelfon Amira.


"Halo? "


"Iya ada apa bu? "


"Tolong sampaikan pada nenek, bahwa saya sudah pulang, ayah saya sakit makan nya saya nggak bisa mampir kesana" terangnya terlihat tidak nyaman.


"Baik bu, saya akan sampaikan. "


Zahira menghela nafas berat lalu duduk di ruang tunggu.


"Maafin Zahira karena nggak mampir" lirihnya terlihat sendu.


ibu Zahira muncul menatap Zahira yang sedang duduk bersandar dan memejamkan mata.


"kamu mikirin apa Ra?" tanya ibunya.


Zahira tersenyum dan menggeleng pelan.


"nggak ada Bu, Ira cuma capek doang"


"kamu tidak mampir ziarah?" tanya ibunya.


"nggak Bu, nanti kalo ayah udah sembuh Ira nanti akan ke sana"


"Baiklah, ayo masuk ke dalam jangan duduk sendirian disini"


..."Jangan selalu menilai segala sesuatu yang terjadi hanya berdasarkan apa yang kita lihat ataupun yang kita dengar, karena kita tidak tahu apa sebenarnya terjadi. "...


...Nadia Safira....

__ADS_1


__ADS_2