
"Terkadang kepergian seseorang itu, jauh terasa lebih menyakitkan dari kepergian orang itu sendiri. "
Zahira Al Mahyra.
\*\*\*
Razi terdiam setelah tatapan matanya bersitegang dengan tatapan mata Zahira, ia mencoba menenangkan dirinya lalu berjalan mendekati Zahira, namun baru beberapa langkah Zahira sudah menghentikan nya.
"Berhenti di situ! " teriak Zahira hingga mengejutkan Razi dan Fakhira.
Razi tampak menatap Zahira seolah bertanya kenapa.
"Kamu sama sekali tidak berhak mendekatiku lagi, dan silahkan kamu pergi dari rumahku! "
Razi menggeleng mendengar ucapan Zahira.
"Ra, aku ini masih suami kamu "
"Suami?? " tanya Zahira menatap nyalang Razi. "Apa aku nggak salah denger Raz?? " tanya Zahira tersenyum getir.
Razi tampak sedih ketika Zahira sudah tidak memanggilnya dengan sebutan "Mas".
"Iya Ra, aku ini suami kamu" sahut Razi menatap dalam istrinya itu.
"Suami seperti apa yang kamu maksud?" Zahira terlihat getir. "apa suami yang ninggalin istrinya selama dua bulan?, atau suami pengecut yang pergi gitu aja di saat dia memiliki masalah?, atau suami yang pergi meninggalkan istrinya yang lagi hamil? katakan padaku Raz, suami mana yang kamu maksud? " tanya Zahira.
Hati Razi begitu hancur mendengar pertanyaan Zahira yang seolah tengah menyebutkan kesalahannya.
"Ra, aku tahu aku salah, aku tahu harusnya waktu itu aku nggak pergi ninggalin kamu, harusnya aku dengerin penjelasan kamu waktu itu, tapi waktu itu aku sangat kecewa saat mengetahui kebenaran itu"
Zahira tertawa hambar mendengar ucapan Razi, kecewa katanya?.
__ADS_1
"Kecewa?? " Zahira menatap tak percaya Razi. "Kamu kecewa hanya karena kamu tahu bahwa aku Al Mahyra, lalu bagaimana dengan aku Raz?, bagaimana dengan perasaan ku saat kamu nggak ada disaat aku tengah berduka? Bagaimana dengan perasaan ku yang harus berjuang sendirian dan melewati hari-hari beratku sendirian?, bagaimana dengan perasaanku saat aku harus menjalani masa-masa kehamilan ku sendirian, tanpa ada seorang suami di sampingku?, bagaimana perasaanku saat melihat suami aku pergi gitu aja selama dua bulan, tanpa ada kabar, saat dia tahu bahwa istrinya adalah idolanya?" tanya Zahira dengan emosi yang meluap.
"Kamu bahkan menganggapku penipu, kamu juga bilang bahwa aku ini mempermainkan kamu, padahal kamulah yang justru mempermainkan aku Raz, kamu tidak pernah menginginkan aku, yang sebenarnya selama ini kamu menginginkan Al Mahyra, bukan Zahira!"
Air mata Zahira tidak bisa di bendung lagi, air matanya mengalir deras di pipinya, ia terlihat begitu pilu dan hancur.
Sedangkan Razi hanya diam mendengar luapan emosi istrinya, ia bisa memahami betapa terlukanya hati Zahira.
"Aku memang Al Mahyra, tapi aku hanya ingin seorang suami yang menerimaku sebagai Zahira Al Mahyra dengan segala masa lalunya, keburukannya, dan juga setiap kekurangannya, bukan Al Mahyra yang seorang penulis novel terkenal dengan jutaan penggemar" ungkapnya di sela-sela tangisnya.
"Saat kamu pergi ninggalin aku, aku pikir kamu hanya butuh waktu sebentar, tapi nyatanya kamu begitu lama pergi, kamu bahkan butuh waktu dua bulan untuk memahami semuanya, dan kamu bahkan nggak ngabarin aku sama sekali, baik telfon, chat ataupun sms, hingga aku sadar bahwa kamu sebenarnya menginginkan Al Mahyra, bukan Zahira Raz!"
Razi menggeleng cepat.
"Nggak Ra, aku bener-bener cinta sama kamu, bukan karena kamu Al Mhyra, tapi karena kamu adalah kamu Ra, bukan orang lain" Razi berusaha membuat Zahira mengerti.
"Cinta yang seperti apa yang kamu maksud Raz?, klo kamu beneran sayang dan Cinta sama aku, kamu nggak akan pernah mempermasalahkan kebenaran tentang diriku Raz, seharusnya kamu menuntut penjelasan dariku, bukan pergi gitu aja dan bersikap seperti pria pengecut yang lari di saat dia memiliki masalah!"
"Lalu bagaimana dengan kekecewaan ku Raz?, kamu nggak mikirin perasaan aku, orang tuaku, ataupun orang tua kamu, kamu bahkan nggak ngabarin aku sekali saja, kamu nggak mikirin hubungan yang sudah kamu jalain, kamu seolah tenggelam dan hilang, lalu sekarang muncul tiba-tiba dan kamu minta kesempatan dari aku! "
Zahira tak dapat menahan segala unek-unek yang selama ini ia simpan di dalam hatinya.
"Baik sebelum menikah ataupun setelah menikah aku selalu meminta kamu agar jangan pernah ninggalin aku apapun yang terjadi, tapi kenyataannya..... " Zahira tidak sanggup melanjutkan kata-katanya karena merasa sesak dalam dadanya.
Razi menatap sayu gadis di hadapannya itu, ia terlihat begitu rapuh dan juga sangat kecewa, bahkan tubuh gadis yang tak lain sebenarnya adalah istrinya itu begitu terlihat begitu kurus, tubuhnya bahkan bergetar karena tangisnya.
"Ra, aku tahu aku salah, aku tahu aku pria yang paling bodoh karena udah nyakitin kamu, tapi aku nggak ngabarin kamu karena disana memang nggak ada sinyal, sulit untuk ngehubungin kamu, ataupun orang tuaku, aku nggak bermaksud ninggalin kamu"
"Aku udah capek Raz, aku udah capek ngedepin semuanya sendirian, aku hanya pengen tenang bersama bayi yang ada di dalam kandungan aku, aku hanya ingin kita pisah setelah bayi ini lahir" putusnya terlihat begitu getir.
"Ra, aku nggak mauk pisah sama kamu, sampai kapanpun aku nggak akan pernah menceraikan kamu, aku akan tetap pertahanin rumah tangga kita, aku pengen kita membesarkan anak kita sama-sama Ra, aku nggak akan biarin itu terjadi! " Razi menggeleng tidak setuju.
__ADS_1
"Aku udah capek, aku udah lelah Raz, aku udah nggak bisa ngejalanin hidup dengan perasaan yang selalu tertekan setiap saat, aku bener-bener udah nggak mau menjalani pernikahan dimana suami aku tidak menginginkan aku"
Razi tampak frustasi melihat Zahira yang kekeuh dengan keputusannya.
"Ra, please kamu jangan begini, aku tahu aku salah, aku minta maaf, aku benar-benar mencintai kamu, aku mencintai kamu sebagai Zahira yang dulunya selalu cuek sama aku, bukan karena kamu Al Mahyra, aku mohon kamu jangan begini, perceraian itu sangat tidak allah sukai Ra, dan aku nggak mauk pisah sama kamu, jika bukan karena aku, setidaknya jangan biarkan anak kita jadi korban Ra, dia butuh keluarga yang lengkap Ra" ucapnya mencoba menjelaskan.
"Aku nggak mau nyalahin kamu Raz, ini udah nasib aku, udah takdir aku karena harus mengalami semua ini, aku hanya ingin tenang, aku tahu allah nggak suka dengan yang namanya perceraian, tapi aku merasa udah nggak sanggup untuk mempertahankan rumah tangga kita, aku nggak akan sekarang kamu ketemu sama anak kamu, saat ini kamu hanya perlu pergi dari rumah aku sekarang juga! " usinya kembali.
"Ra, please aku mohon jangan begini, kasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya Ra" mohon nya.
Fakhira yang sejak tadi hanya diam dan menyaksikan hanya bisa mendengus melihat Razi yang memohon-mohon pada Zahira.
"Ra, aku mohon jangan begini, aku benar-benar Cinta sama kamu, apa selama kita menikah apa pernah aku membandingkan kamu dengan Al Mahyra?, apa pernah aku membahas Al Mahyra di depan kamu? " tanya Razi dengan air mata yang menetes.
Zahira hanya terdiam mendengar pertanyaan Razi, wajah suaminya itu terlihat pucat.
"Aku memang pernah dilema saat ingin menikahi kamu, aku bingung harus memilih kamu atau Al Mahyra, tapi aku sadar Ra, aku hanya kagum sama dia, tapi sama kamu aku bener-bener Cinta sama kamu, kamu bahkan orang yang pertama membuatku merasakan jatuh Cinta dan merasa tertarik ingin memiliki seorang perempuan Ra"
Zahira menatap Razi tak percaya saat mendengar ucapannya, apakah itu artinya Zahira adalah Cinta pertama Razi?.
"Kamu adalah orang yang pertama aku cintai Ra, aku mungkin bukan pria yang baik untuk kamu, aku udah nyakitin kamu, tapi aku nggak pernah tertarik dengan perempuan lain selain kamu, aku hanya ingin kamu Ra! " serunya begitu lemah.
Hingga akhirnya tiba-tiba saja tubuh pria itu ambruk di hadapan Zahira.
Brukkhh....
Zahira dan fakhira langsung terkejut saat melihat tubuh Razi pingsan, Zahira langsung berteriak memanggil supirnya, ia harus segera membawa Razi ke rumah sakit karena wajah Razi terlihat pucat, dan kulitnya terasa hangat.
"Aku tidak akan menahanmu agar tetap disisiku, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku benar-benar mencintaimu tanpa adanya karena.aku mencintaimu karena itu adalah kamu, bukan orang lain."
Fachrul Razi El Kaady
__ADS_1