
"Aku bersyukur karena pada akhirnya saat hati ini kembali merasa jatuh Cinta, aku jatuh Cinta pada tempat yang semestinya, yaitu Cinta setelah pernikahan, karena Cinta sejati datang setelah pernikahan. "
Zahira Al Mahyra.
***
Pagi begitu cerah di langit Malaysia, senyum mengembang di sudut bibir gadis itu, gadis itu menghela nafas dalam-dalam karena menikmati udara yang begitu sejuk, tiba-tiba saja tangan kekar melingkar di perutnya dan dekapan hangat langsung gadis itu rasakan.
"Sedang apa humm? " tanya seorang pria yang tak lain adalah Razi.
Zahira tersenyum dan malah berbalik memeluk Razi, saat ini mereka berdua berada di Malaysia, dua hari yang lalu mereka tiba di Malaysia bertujuan untuk honeymoon sekaligus ziarah ke makam mamahnya.
"Nggak ada, hanya menikmati udara pagi" jawabnya semakin mempererat pelukannya.
"Kita jadi kan ziarah ke makam mamamu? "
"Jadi, tapi tidak sekarang, nanti sore saja, besok pagi baru kita liburan ke turkey "
"Baiklah, bagaimana kalo kita jalan-jalan dulu nanti? "
Zahira tampak sedang berfikir.
"Boleh juga sih, tapi sebelum itu aku harus ke kantor terlebih dahulu untuk mengurus pekerjaan ku, kamu tidak keberatan kan?" tanya Zahira.
"Owhhh... Baiklah nyonya boss, " kata Razi berpura-pura tertunduk lesu.
"Kamu mengejekku? " tanya Zahira menatap sang suami.
Mau tak mau Razi tertawa kecil, dan mencium kening Zahira berkali-kali.
"Gemes aku sama kamu"
"Kenapa? "
"Karena kamu cantik, baik, pengertian, intinya kamu istri yang sempurna"
"Manusia itu tidak ada yang sempurna, seperti halnya pernikahan, tidak ada istri yang sempurna ataupun suami yang sempurna, keduanya sempurna karena keduanya saling melengkapi" terangnya mengusap lembut wajah sang suami.
"Yah kamu benar, manusia itu memang tidak sempurna, namun setiap orang ingin melihat pasangannya sebagai suatu hal yang paling sempurna, tapi menurutku apapun kamu, kelebihan kamu, ataupun kekuranganmu, semuanya aku terima sayang" ucapnya begitu lembut.
"Gombal "
Razi berdecak pelan melihat Zahira yang selalu mengatakan dirinya gombal ketika mengatakan isi hatinya.
"Kamu selalu bilang aku gombal, isi hati aku aja kamu bilang gombal, sepertinya kamu minta di cubit ya? " kata Razi mencubit pipi Zahira karena gemas.
"Mas, sakit tahu, kamu tuh kebiasaan selalu cubit pipi aku, " Zahira tampak kesal.
Berbeda dengan Razi yang malah tertawa melihat Zahira kesal, menurutnya Zahira terlihat lebih cantik ketika kesal.
"Kamu terlihat lebih cantik klo lagi kesel"
__ADS_1
Razi mengacak-acak hijab Zahira.
"Jangan di acak-acak, tuh kan,l jadi nggak bener hijab aku, " Zahira malah merenggut.
"Kamu sensi bener sih, nggak lagi datang bulan kan? bawaannya kok dikit-dikit kesel, kamu kenapa sih? " tanya Razi terlihat heran.
"Habisnya kamu selalu cubit pipi aku, kamu kira pipiku kue cubit? "
"Oke istriku yang cantik, maafin mas okey?"
Zahira menggeleng cepat.
"Kenapa, kamu nggak mau kamu maafin mas?"
"Nggak! "
"Ayo dong, maafin mas yah? "
"Nggak mau"
"Ayo dong, masak kamu nggak mauk maafin mas, entar dosa loh, "
Zahira menatap sebal Razi dan memilih pergi karena merasa kesal.
"Marah sama suami itu dosa lho" teriak Razi sambil tertawa.
***
Zahira berjalan pelan beriringan bersama Razi, saat ini mereka tengah berjalan menuju makam mamah Zahira, sesuai permintaan Razi Zahira mengajaknya ke makam Mamahnya.
"Maafin Zahira, karena lama banget tidak mengunjungi Mamah, tapi Zahira nggak sendirian, Zahira dateng sama suami Zahira"
"Mamah apa kabar di sana? sekarang Zahira sudah bahagia, dan mamah nggak perlu khawatir lagi karena sekarang ada suami Zahira yang jagain Zahira"
Lagi-lagi Zahira tidak bisa mencegah air matanya mengalir setiap kali Zahira berziarah, Zahira benar-benar merindukannya, dan hari ini Zahira kembali merasakan kerinduan yang lebih dalam.
Razi merasa sedih melihat Zahira yang tampak benar-benar merindukan Mamahnya.
"Sayang,"
Zahira menoleh menatap Razi, Zahira langsung memeluk Razi begitu erat.
"Jangan nangis, mamah kamu pasti nggak suka lihat kamu nangis"
"Mah, ini Razi suaminya Zahira. mamah yang tenang di sana, Razi pasti akan jagain Zahira"
Keduanya masih Setia berlama-lama di sana, hingga akhirnya keduanya berdoa dan Razi mengajak Zahira pulang karena langit sudah sangat sore.
"Sayang, ayo pulang, " ajaknya.
Zahira sebenarnya masih ingin berlama-lama di makam mamahnya, namun apalah daya, ia tidak bisa berlama-lama karena ia harus pulang, besok ia dan Razi akan pergi untuk honeymoon ke Turki, ia harus menyiapkan barang-barangnya dan Razi.
__ADS_1
"Mah, Zahira sama mas Razi pamit yah, mamah baik-baik disini, Zahira janji Zahira akan sering-sering kesini, " ujarnya lalu mencium batu nisan mamahnya.
Sepanjang perjalanan Zahira hanya diam dan tak banyak bicara, dan Razi pun memilih diam dan membiarkan Zahira menenangkan hatinya, karena ia yakin Zahira merasa sedih.
Keduanya terdiam sampai akhirnya keduanya tiba di rumah nenek Zahira, dan terlihatlah Amira, Fakhira, Muhammad dan juga neneknya tengah berbincang-bincang di ruang tengah.
"Assalamualaikum "
Waalaikum salam"
Zahira dan Razi mencium tangan nenek Zahira lalu duduk di samping Fakhira, sedangkan Razi duduk di samping Muhammad.
"Ada apa Mir? apa ada masalah? " tanya Zahira pada Amira.
Amira tersenyum kecil dan mengambil beberapa berkas yang ia bawa dari kantor Zahira.
"Ini ada beberapa berkas yang perlu tanda tangan dari ibu, sekalian saya mau ngasih laporan keuangan bulan ini" sahut Amira lalu menyodorkan beberapa berkas yang langsung di terima oleh Zahira.
Zahira melihatnya satu persatu dengan seksama, sesekali Zahira menatap Amira yang tampak cemas, Zahira langsung menandatangani berkas di tangannya dan menyerahkannya pada Amira.
"Kirimkan lewat email nanti klo ada pekerjaan yang tidak kamu mengerti, dan ia carilah supir untuk mengantarmu ke kantor, ku dengar kamu seringkali mengantuk karena lembur di kantor? "
Amira tersenyum kikuk mendengar pertanyaan Zahira mengenai dirinya.
"Eh, iya bu, nanti saya coba cari"
"Dan iya, minta bagian arsitek untuk mengirim rancangan proyek di Singapura, dan jangan lupa adakan meeting untuk membahas ulang proyek yang dari pak Andres, kamu paham kan?" tanya Zahira memastikan.
"Saya paham buk, tapi bagaimana dengan gaji karyawan bulan ini? "
"Seperti biasanya, gaji sesuai tanggal biasanya, minta bagian keuangan mengurusnya dan iya minta tim mu untuk kembali mengecek proyek yang di Singapura, saya tidak mau ada kesalahan seperti yang terjadi di kantor saya yang di Indonesia, kamu bisa kan mengurus semuanya sendiri? "
"In syaa allah saya bisa bu, tapi jika saya kesulitan saya bisakah menghubungi ibu?"
Zahira mengangguk pelan.
"Iya, hubungi saja jika kamu kesulitan, "
"Kalo begitu, saya permisi bu, assalamualaikum "
"Waalaikum salam"
Razi, Fakhira ataupun Muhammad hanya bisa menganga melihat Zahira begitu cepat mengecek berkas-berkas kantor, pantas saja di usianya yang cukup muda Zahira bisa memiliki perusahaan besar.
"Sayang, pergilah ke atas ini sudah sore, bersihkan dirimu, dan juga suamimu, nanti kita ajan makan bersama, "
Zahira mengangguk dan mengajak Razi ke kamarnya.
"Dia itu bener-bener gila kerja ya? " tanya Fakhira pada Muhammad.
Muhammad mengedikkan bahunya acuh tak acuh.
__ADS_1
"Setiap kerinduan selalu memberikan kesedihan bagi mereka yang merasakannya."
Fachrul Razi el kaady