Hot Duda Vs Janda Perawan

Hot Duda Vs Janda Perawan
Bab. 53 Permintaan yang sangat kejam


__ADS_3

"Cukup, sudah cukup!" ucap Abian dengan penuh penekanan membuat Nita langsung terdiam.


Abian lalu mengusap wajahnya dengan kasar dan kembali melihat ke arah Nita. "Aku tau kalau selama ini Nisa sudah sangat menderita, tapi bukan berarti kau bisa melakukan hal seperti ini, Nita. Dengan melakukan ini, kau bukan memberikan kebahagiaan padanya, melainkan rasa sakit. Apa kau tau bagaimana perasaan Nisa jika dia tau kalau kau menyuruhku untuk bersamanya, sementara kita saling mencintai?"


Nita terdiam mendengar apa yang Abian ucapkan. Dia tahu apa yang akan terjadi jika Nisa mengetahuinya, tetapi semua itu tidak akan terjadi jika mereka tidak mengatakannya.


"Kita bisa memberikan kebahagiaan yang lain untuknya, Nita. Bukan dengan cara seperti ini."


"Tidak, Mas. Hanya itulah kebahagiaan yang bisa kita berikan padanya, hanya itu!"


Abian benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang Nita lakukan, kenapa wanita itu keukeh sekali sih?.


"Kau benar-benar keras kepala, Nita. Apa kau tidak memikirkan perasaanku sedikit saja, hah? Aku masih bisa terima jika kau tidak mencintaiku, tapi apa semua ini? Kau malah menyuruhku untuk bersama dengan wanita lain, apa kau tidak tau bagaimana sakitnya perasaanku saat ini?"


Nita menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah. "Maafkan aku, sungguh aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Hanya saja, hanya saja aku tidak tau apa yang harus aku lakukan."


Abian langsung menggenggam kedua tangan Nita dan memaksa wanita itu agar melihat ke arahnya. "Sekarang tatap mataku, Nita. Hanya ada kau di sana, dan aku hanya mencintaimu saja."


Nita terisak sambil kembali menundukkan kepalanya, membuat Abian berpindah tempat duduk ke samping Nita dan memeluknya dengan erat.


"Jangan menangis, Nita. Aku tidak sanggup untuk melihat kesedihanmu." Abian memeluk tubuh Nita yang gemetaran dan mengusap puncak kepalanya.


Nita merasakan kehangatan dari pelukan Abian, bahkan perasaannya terasa lebih tenang saat ini. Namun, tiba-tiba bayangan pertengkaran Nisa dan kedua orang tuanya tadi kembali melintas nembuat rasa sesak memenuhi dadanya.


"Ya Tuhan, tolong berikan jalan keluar untuk semua ini. Aku tidak mau menyakiti siapa pun, dan aku tidak mau ada yang terluka karna semua ini."

__ADS_1


Cukup lama mereka berdua tenggelam dalam pelukan itu, sampai akhirnya Nita mendorong tubuh Abian membuat laki-laki itu langsung melepaskan peluknnya.


"Maaf, aku tidak bermaksud-"


"Aku mengerti, Mas." Nita menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis membiat Abian merasa lega. "Apa Mas benar-benar mencintaiku?"


Abian langsung menganggukkan kepalanya. "Ya, aku mencintaimu, Nita. Aku sangat mencintaimu."


"Jika kau benar-benar mencintaiku, kau pasti rela melakukan apapun untukku kan, Mas?" ucap Nita dengan pelan sambil menahan air mata yang sudah akan keluar dari kedua matanya.


"Nita, kau-" Abian sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia tahu benar apa maksud dari perkataan wanita itu.


"Aku mohon, aku mohon kabulkan permintaanku ini, Mas. Aku mohon." Nita menggenggam kedua tangan Abian dan meletakkannya di depan dada. "Kau sangat mencintaiku kan, Mas? Maka kau harus mengabulkan permintaanku."


"Aku pasti akan mengabulkan permintaanmu, Nita. Tapi bukan seperti ini caranya." ucap Abian dengan kesal. Dia sudah tidak bisa lagi menahan diri.


Abian menatap Nita dengan sayu, hatinya terasa di sayat-sayat oleh sebilah pisau yang sangat tajam hingga menyebabkan rasa sakit yang menyesakkan dada.


"Ternyata aku sama sekali tidak ada artinya bagimu, Nita. Tidak ada," lirih Abian membuat mata Nita berkaca-kaca.


"Kau sangat berarti untukku, Mas. Itu sebabnya aku memberikanmu pada Nisa, kau pasti akan hidup bahagia bersamanya."


"Aku bukan sebuah barang yang bisa kau berikan pada siapa saja, Nita. Aku juga punya perasaan." ucapan Abian terdengar getir, tetapi itulah yang saat ini Nita lakukan padanya.


"Terserah kau ingin berkata apa, Mas. Demi cinta kita, maka lakukan lah apa yang aku inginkan. Aku akan merasa sangat bahagia."

__ADS_1


Untuk yang kesekian kalinya, Nita kembali mengatakan permintaannya membuat Abian benar-benar murka.


"Baik. Jika memang itu yang kau inginkan, maka aku akan melakukannya." Abian beranjak dari kursi membuat Nita tersentak kaget dan ikut berdiri.


"Jika kau memang ingin aku berhubungan dengan Nisa, maka aku akan berhubungan dengannya. Aku akan bersamanya dan menikahinya. Apa kau puas?"


Nita menatap Abian dengan mata berkaca-kaca, dia lalu menganggukkan kepalanya dengan lemah membuat Abian tertawa miris.


"Baiklah, aku akan melakukan semuanya. Aku akan melakukan permintaanmu itu dihadapanmu sendiri, tunggu saja!"


"Sebentar, Mas!"


Abian langsung keluar dari rumah itu tanpa menghiraukan panggilan Nita, dia masuk ke dalam mobil dan bergegas melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


Nita terduduk di halaman rumah dengan terisak saat melihat kepergian Abian, hatinya benar-benar terasa sakit dan juga sesak.


"Maafkan aku, Mas. Inilah yang terbaik untuk kita semua. Aku tidak bisa lagi menambah luka dihati Nisa, dan semoga dia tidak akan tau tentang perasaan kita untuk selamanya.


Abian yang sudah berada di dalam mobil memukul-mukul setirnya sampai beberapa kali. Rasa sakit dan kesal memenuhi hatinya saat ini, dan baru pertama kali dia merasakannya.


"Kau benar-benar keterlaluan, Nita. Tapi kau lihat saja, aku akan melakukan apa yang kau mau dan menunjukkannya padamu."


Abian bertekad lalu mobilnya pergi melaju meninggalkan rumah itu.


__ADS_1



TBC


__ADS_2