Hot Duda Vs Janda Perawan

Hot Duda Vs Janda Perawan
Bab. 70 Munculnya kebahagiaan


__ADS_3

Tentu saja ucapan Tian barusan membuat Abian dan Nita tercengang. Mereka saling pandang dan melihat ke arah tangan Tian yang menggenggam erat jemari Nisa, seakan memberikan isyarat jika gadis itu hanyalah miliknya.


"Nisa, lelucon apa ini?" tanya Nita ingin maju selangkah.


"Stop, Mbak! Aku bilang jangan mendekat. Selama ini perasaanku salah, aku sebenarnya mencintai Tian tetapi aku berpikir jika cinta itu untuk Tuan Abian." Nisa berkata lirih.


"Nisa, jangan mengada-ada. Bukankah kau dan Tuan Abian akan segera menikah?"


Nisa melepaskan genggaman jemari Tian, dirinya mendekati kedua insan yang saat ini masih dalam mode bingung. Perlahan, tangannya terulur memegang tangan kanan Nita dan tangan kiri Abian. Nisa menyatukan kedua tangan itu, hingga membuat Nita tak bisa berbicara.


"Nisa?" lirih Abian menatap gadis di depannya itu dengan sendu.


Nisa tersenyum simpul. "Apa kalian pikir aku bisa berbahagia di atas penderitaan orang lain? Terlebih lagi, wanita itu adalah kakak tiriku sendiri. Aku mengerti, jika rencana yang kalian berdua susun hanya semata-mata untuk membuatku bahagia. Ya, aku menghargai itu. Dan, berkat rencana kalian ini, akhirnya aku bisa tau siapa cinta sejatiku yang sebenarnya." dia melirik ke arah Tian yang tersenyum manis.


"Nisa, tapi —" perkataan Nita terpotong.


"Aku tidak marah! Aku sudah mencoba untuk melupakan semuanya, karena saat ini aku sudah memiliki seseorang yang bisa menuntunku ke dalam sebuah kebahagiaan. Kalian berdua tidak perlu khawatir dengan diriku lagi, sebaiknya kalian memikirkan tentang hubungan kalian sendiri." ucap Nisa berbesar hati.

__ADS_1


Abian tersenyum, dia menatap Nita tanpa melepaskan genggaman tangannya. "Nita, kau dengar sendiri apa yang Nisa katakan bukan? Dia dan Tian akan segera menikah, lalu bagaimana dengan kita? Apa kau masih ingin mencoba untuk menjauhiku dan lebih memilih bersama dengan pria lain?"


Nita mencoba menyadarkan diri, semua ini terasa seperti mimpi baginya. Bagaimana mungkin Nisa bisa secepat itu menganggapnya sebagai kakak dan bahkan, gadis itu merelakan Abian untuknya. Ya, Nita tidak tahu apa benar ucapan Nisa jika dia mencintai Tian sepenuh hati.


Saat ini, yang terpenting bagi Nita adalah masalah hatinya dan Abian. Jujur dia sangat mencintai pria itu.


"Nita, kau mendengarkan perkataanku?"


"Ya!" Nita sontak menatap ke arah Abian, dia tersenyum manis. "Apa kau berpikir jika aku bisa jauh darimu? Tian Abian Argantara, aku juga sangat mencintaimu, mana mungkin aku memilih pria lain untuk menjadi pendamping hidupku."


"Lalu, apa kau mau menikah denganku?" Abian menatap manik mata Nita, tak lama kemudian pertanyaannya di jawab oleh anggukan kepala.


Tian merangkul pundak Nisa, dan gadis itu menyandarkan kepalanya di dada bidang Tian.


"Aku akan melamarmu di depan kedua orang tuamu, Nita. Aku ingin kita bisa segera menikah," ujar Abian sambil mengecup pucuk kepala Nita.


Sementara Nisa, dia terdiam dan senyumnya tiba-tiba surut. Dirinya masih memikirkan bagaimana dia bisa menikah dengan Tian jika dia saja belum berbaikan dengan orang taunya. Tian menyadari keterdiaman Nisa, dia menarik gemas hidung gadis itu dan menaikkan sebelah alis sebagai tanda ada apa?.

__ADS_1


Nisa yang mengerti isyarat itu hanya menggeleng dengan senyuman sedih.


"Nisa, ada apa? Katakan saja padaku, kau tidak perlu menyembunyikan apa pun."


"Tian, aku sedih. Kita memutuskan untuk menikah, tetapi aku ingat jika diriku masih memiliki masalah dengan kedua orang tuaku." lirihnya masih dalam pelukan Tian.


"Kau bisa memaafkan mereka, Nisa. Sudahi kebencian dan masalah ini, bukankah kita akan berbahagia dalam menjalani bahtera rumah tangga? Aku tidak ingin ada masalah apa pun lagi, Nisa."


Gadis itu menunduk, dia akan memikirkan saran dari Tian untuk memaafkan kedua orang tuanya.


"Percayalah padaku, semua akan baik-baik saja." Tian mengecup pucuk kepala Nisa dengan penuh kelembutan.




**TBC

__ADS_1


MAMPIR KE NOVEL KARYA DARI TEMAN OTHOR YUK 🤗**



__ADS_2