Hot Duda Vs Janda Perawan

Hot Duda Vs Janda Perawan
Bab. 68 Menyelesaikan masalah part 1


__ADS_3

Di restoran, Abian dan Nita masih ada disana. Bahkan, keduanya tetap dalam posisi berpelukan. Beberapa saat kemudian, Nita mengurai pelukan tersebut karena terkejut dengan perkataan Abian.


"Nita, sudahi semua ini. Aku tidak sanggup melihat dirimu bersama dengan pria lain, aku sangat mencintaimu, Nita. Bagaimana bisa, aku membiarkan kau dekat dengan pria lain?"


Nita terkejut, dia membalikkan badan membelakangi Abian. "Mas, apa yang kau katakan? Semuanya sudah terlanjur, kita tidak mungkin berhenti di tengah jalan seperti ini. Apa kau tak memikirkan perasaan Nisa? Kau tau 'kan, apa akibatnya jika Nisa mengetahui ini semua?" ucap Nita menatap lurus ke depan.


Abian berjalan dan dia berdiri tepat di depan Nita. "Nita, kita bisa membicarakannya baik-baik sebelum tanggal pernikahanku dan Nisa di tentukan." pintanya sambil memegang kedua pundak Nita, mencoba agar untuk menyadarkan wanita itu akan cintanya.


Nita sukses menggeleng cepat. "Tidak, itu tidak mungkin, Mas! Kita harus tetap dalam rencana awal, ingat tujuan yang ku katakan. Aku hanya ingin Nisa bahagia, itu saja."


"Tapi tidak seperti ini caranya!" sela Abian frustasi.


Nita hanya diam saja, dia juga bingung harus bagaimana menyikapi perilaku Abian ini.


"Mas, lebih baik kita pulang." pintanya membuka suara saat beberapa detik kemudian.


"Nita, ini belum selesai!"


"Kita akan bicarakan besok, aku sangat pusing." alasan Nita agar Abian tidak terus menuntutnya.


Abian mengangguk, dia menawarkan agar mengantar Nita pulang ke rumah. Tetapi, wanita itu tidak mau dan dia memilih untuk mencari taksi tanpa menghiraukan paksaan dari pria di belakangnya saat ini. Setelah Nita berjalan jauh, Abian memukul udara dan dia berteriak frustasi.


"Argh! Kenapa harus serumit ini? Aku mencintai wanita lain, tetapi diriku harus menikah dengan wanita yang sama sekali tidak ku cintai dan bahkan sudah ku anggap sebagai adik. Ini konyol, benar-benar gila!" pungkasnya marah, Abian masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


****


Keesokan paginya, Abian terbangun karena suara ponsel yang terus berdering tiada henti. Dirinya merasa jika panggilan itu sangat darurat sehingga harus menelepon berulang kali. Kesal yang di rasakan, membuat pria tampan itu bangun dari tidurnya dan meraba ponsel yang berada di atas meja. Dia segera menjawab panggilan masuk dari Nisa.


"Halo, ada apa?" tanya Abian dengan suara khas bangun tidur.


📱"Mas, ini aku Nisa. Apa kau baru bangun tidur?"


Abian mendelik, dia mengucek matanya dan melihat jam dinding. Ternyata sudah pukul delapan pagi dan dia mengalihkan pandangan ke layar ponsel.


"Iya, tadi malam aku kesulitan untuk tidur." ujar Abian diselingi tawa kecil, tentu saja dia berbohong, karena dirinya sulit tidur sebab memikirkan tentang masalah runyam percintaan antara mereka.


📱"Benarkah? Baiklah, aku ingin minta maaf karena tadi malam tidak sempat mengabarimu sewaktu sampai di hotel."


Abian menepuk dahinya, dia baru ingat jika sebelum Nisa pergi, dirinya meminta agar gadis itu mengabari setelah tiba di hotel.


📱"Tentu!" sahut Nisa singkat, di seberang sana, gadis itu melirik ke arah Tian yang berada di sebelahnya.


"Katakan saja jika kau ingin bertemu." bisik Tian pelan hingga tanpa suara.


Nisa mengangguk patuh. 📱"Mas, berhubung hari ini weekend. Aku ingin mengajakmu bertemu di taman. Apa kau punya waktu?"


"Ya, aku akan datang kesana. Pukul berapa?"

__ADS_1


📱"Sekitar pukul sepuluh, aku akan menunggumu. Aku harap, kau tidak terlambat datang. Sekalian, ada sesuatu yang ingin ku bicarakan padamu."


Abian tidak sadar jika Nisa akan mengatakan masalah hubungan mereka, dirinya menyanggupi permintaan gadis itu untuk bertemu dan sambungan telepon langsung terputus.


Ya, Tian dan Nisa mengubah rencana mereka untuk membuat Abian lama menikah dengan Nita sebelum mereka berdua yang sah terlebih dahulu. Tian akhirnya mengetahui isi hati Nisa, dia hanya menginginkan kebahagiaan untuk gadis itu bukan kesedihan. Maka dari itu, dirinya ingin masalah ini cepat selesai dan mereka bisa menikah dengan hati tenang.


Tidak ada dendam, tidak ada benci, hanya saja mereka akan membuat Abian dan Nita sadar jika apa yang mereka lakukan itu salah. Ingin membuat orang lain bahagia, tidak harus melalui jalur kebohongan.


Di apartemen Tian, pria itu terlihat menaikkan sebelah alisnya ketika melihat Nisa yang sudah selesai menelepon.


"Bagaimana?" tanyanya penasaran.


"Tuan Abian akan datang," jawab Nisa diselingi senyum tipis.


Tian memegang pundak Nisa, dia mengelus kepala gadis itu dengan halus dan menatapnya penuh kelembutan. "Kau sudah siap untuk mengatakan semuanya? Nisa, kita memang harus segera mengakhiri drama ini. Cinta tidak bisa di paksa, dan jodoh juga tidak akan tertukar."


"Aku siap, Tian. Kau selalu ada di sampingku, dan aku tidak akan takut untuk melakukan hal apa pun jika ada kau di dekatku."


Mereka berdua kembali berpelukan dengan rasa kasih sayang dan penuh cinta. Nisa baru sadar, jika selama ini perasaannya keliru.


•


•

__ADS_1


TBC



__ADS_2