
Keesokan harinya, para orang tua datang ke hotel yang saat ini masih menjadi tempat tinggal Nisa. Mereka semua sudah berdiri di depan pintu, sementara Nisa tidak mengetahui kedatangan orang tuanya. Ya, Nita meminta kepada orang tua itu agar menemui Nisa dan kembali meminta maaf. Biar bagaimanapun, ini semua adalah kesalahan mereka dan Nisa hanyalah korban dari keegoisannya keduanya.
Di dalam kamar, Nisa yang kala itu sedang memilih desain baju pengantin karena sebentar lagi dia akan menikah dengan Tian, dirinya menoleh ke arah ketika mendengar suara ketukan. Dia berpikir jika itu adalah Tian, dengan cepat dan semangat gadis itu beranjak dari ranjang untuk membuka pintu.
Saya pintu sudah terbuka, Nisa tercengang dan mematung di tempatnya. Bagaimana tidak, di depannya saat ini ada kedua orang tuanya dan juga Nita. Lidah Nisa seakan keluh, dia ingin mengatakan sesuatu tetapi sedikit sulit.
Tiba-tiba, Irwan dan Aini bersimpuh di bawah kaki Nisa dengan deraian air mata. Begitupun dengan Nisa, kelopak mata gadis itu sudah penuh dengan air mata.
"Nisa, maafkan kami, Nak." ucap Aini tulus.
"Ayah berjanji tidak akan melakukan hal yang sama seperti dulu, Nisa. Ayah akan memberikan perhatian lebih padamu, maafkan Ayahmu ini yang lengah dan gagal menjadi orang tua. Berikan kami satu kali kesempatan lagi, Nisa. Kami akan mencoba untuk menjadi orang tua yang baik untukmu, meskipun Ayah dan Mamamu tidak bisa bersama."
Akhirnya air mata Nisa jatuh menetes di pipi, dia tidak tahan memendam emosi dihatinya. Jujur sangat sulit bagi Nisa untuk melupakan semuanya, tetapi dia harus memaafkan kedua orang tuanya demi masa depan yang bahagia.
Nisa berjongkok, dia memeluk kedua orang tuanya dengan Isak tangis yang menjadi-jadi. "Hiks, aku sudah memaafkan Mama dan Ayah. Aku juga ingin minta maaf karena sifat keras kepalaku membuat kalian sulit dalam mengaturku."
__ADS_1
Irwan menggeleng, dia mengelus rambut Nisa yang panjangnya sepinggang. "Jangan mengatakan itu, Nak. Kau sama sekali tidak bersalah, kau hanyalah korban keegoisan kami berdua. Maafkan kami yang sudah khilaf dan hampir gagal menjagamu."
Nisa terdiam, dia hanya ingin berada di dalam pelukan kedua orang taunya seperti ini. Sudah lama dia tidak merasakan pelukan hangat yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Sementara Nita, wanita itu tersenyum haru melihat Nisa dan orang tuanya yang sudah berbaikan.
'Ya Tuhan, semoga setelah ini tidak ada lagi masalah apa pun. Kami hanya ingin hidup bahagia, sudah cukup permasalahan dalam kehidupan kami selama ini. Aku senang dan bersyukur melihat Nisa tersenyum begitupun dengan orang tuanya.' Nita menghapus air mata yang menetes di pipinya.
Tak lama kemudian, semuanya sudah membaik. Mereka berada di dalam kamar Nisa dengan Irwan dan Aini yang masih berada di sisi gadis itu.
"Nisa, pulanglah, Nak. Kau bebas ingin tinggal dimana, Papa tidak akan melarang yang penting kau tetap berada di dekat kami. Kau ingin tinggal bersama Mama atau Papa?"
"Aku sama sekali tidak keberatan jika Nisa mau tinggal bersama kami di rumahku, malah aku akan merasa senang karena memiliki teman di rumah selain Mama. Benarkan, Ma?" tanya Nita menggandeng lengan Aini.
Wanita paruh baya itu hanya tersenyum manis menanggapi perkataan Nita.
"Aku tetap akan tinggal bersama dengan Papa, aku tidak mau kedua racun di rumah itu hidup tentram dan mereka berpikir jika aku sudah kalah." Nisa menggenggam jemari Irwan. "Yah, apa kau bisa memenuhi permintaanku?"
__ADS_1
Irwan mengangguk cepat, saat ini tidak ada lagi yang dia pikirkan selain membahagiakan putrinya itu.
"Aku ingin Ayah memindahkan semua aset-aset penting menjadi namaku. Maaf bukannya aku ingin mendoakan hal jelek untuk Ayah, tetapi aku takut jika kedua racun itu akan bergerak cepat menguasai harta ayah. Percayalah padaku, Yah. Aku akan menjaga harta Ayah dengan baik." ucap Nisa tulus.
"Baiklah, Nisa. Ayah menyanggupi permintaanmu, tapi Ayah juga harus memberikan sedikit warisan kepada Mira karena dia sudah ayah anggap sebagai anak ayah sendiri. Kau tidak keberatan bukan?"
"Aku sama sekali tidak keberatan, Ayah hanya perlu memberikan dua puluh persen saja kepada Mira dan juga Tante Mona." ujar Nisa, dia hanya ingin menjaga harta yang sudah susah payah Ayahnya kumpulkan agar tidak dikuasi oleh wanita ular seperti Mona dan Mira.
•
•
TBC
MAMPIR KE KARYA DARI TEMAN OTHOR YUK 🥰
__ADS_1