Hot Duda Vs Janda Perawan

Hot Duda Vs Janda Perawan
Bab. 69 Menyelesaikan masalah part II


__ADS_3

Keesokan paginya, Abian sampai di taman dengan tepat waktu. Dimana lokasi yang Nisa inginkan untuk mereka bertemu. Setelah sampai disana, pria itu mengedarkan pandangan. Dirinya belum menemukan Nisa dan memutuskan untuk menunggu. Namun, saat dia baru beberapa menit duduk disana, dirinya di kagetkan dengan seorang wanita yang berjalan ke arahnya. Tentu saja dia tahu siapa wanita itu, siapa lagi kalau bukan Nita.


Sementara Nita sendiri, dia mengerutkan dahinya ketika melihat Abian yang duduk di bangku tak jauh dari tempatnya berjalan.


"Itu, bukannya Mas Abian? Mau apa dia ada disini?" perasaan Nita mulai tidak enak.


Sesampainya Nita di dekat Abian, wanita itu segera menyapanya. "Mas, kau ada disini?"


Abian tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya. "Kau sendiri, kenapa bisa ada disini?"


"Nisa yang memintaku untuk datang ke taman. Dia bilang ingin mengatakan sesuatu, tetapi aku tidak tahu ada hal penting apa yang ingin dia bicarakan."


Abian sontak berdiri dari bangku, dia menatap Nita dengan raut wajah aneh. "Nita, dia juga memintaku datang ke tempat ini. Atau jangan-jangan, Nisa sudah—" ucapannya terhenti karena suara seseorang dari arah belakang mereka.


"Ya!" teriak Nisa menatap sengit ke arah Abian dan Nita, bahkan disampingnya ada Tian yang menemani.


Mereka berdua berjalan mendekati Abian, Nisa melirik Nita yabg tiba-tiba salah tingkah.


"Ada apa, Mbak?" tanya Nisa penuh penekanan.

__ADS_1


"T—tidak! Aku, aku hanya bingung ada apa ini sebenarnya?" Nita pun bertitah.


"Wow, kau tidak tahu apa yang terjadi saat ini? Ayolah, Mbak. Jangan berpura-pura polos dan bodoh seperti itu, bukankah semua itu kau yang mengaturnya?" Nisa bersidekap.


"Nisa, aku—"


Nisa mengangkat sebelah tangan hingga membuat Nita langsung bungkam. "Jangan mengatakan alasan apa pun lagi karena aku sudah mengetahui rencana kalian berdua! Aku minta, jangan sok peduli padaku dengan cara meminta Tuan Abian berpura-pura menikahiku. Aku tau semuanya, Mbak. Aku dengar sendiri!" tukasnya.


Abian dan Nita tercengang, mereka saling lirih hingga kemudian Nita menggeleng cepat.


''Apa yang kau katakan, Nisa? Itu semua tidak benar, Tuan Abian memang ingin menikahimu dan itu murni atas kemauannya sendiri."


"Tujuanmu sangat mulia, Mbak Nita. Mau ingin kebahagiaan untukku, tapi tidak seperti ini caranya." tekannya menatap kedua orang itu.


"Nisa, maafkan aku." Abian pun akhirnya bersuara.


Nisa menaikkan sebelah alis. "Kau juga, Tuan. Seharusnya kau menolak permintaan Mbak Nisa, aku tau kau mencintai dia tetapi sebagai seorang pria, kau jangan mudah mengikuti kemauan wanita yang kau cintai tanpa berpikir panjang apa yang dia inginkan terlebih dahulu. Jika menurutmu itu baik, maka kau bisa memenuhi keinginannya, tetapi jika tidak baik, kau tolak saja!"


"Pada waktu itu aku sudah diselimuti oleh kekesalan, Nisa."

__ADS_1


Nisa menggeleng. "Untung saja aku tahu sebelum semuanya terjadi,'' tukasnya sedih.


"Nisa, b—bagaimana kau tahu jika aku ingin—" ucapan Nita terhenti karena disela cepat oleh Nisa.


"Saat di restoran!" jawab Nisa singkat, gadis itu mulai menceritakan semuanya hingga dia bisa sampai di apartemen Tian dengan keadaan hujan deras.


Tentu saja hal itu membuat Abian dan Nita sangat merasa bersalah, mereka tidak percaya jika semuanya bisa terbongkar secepat ini. Padahal, sedikit lagi tujuan mereka untuk membahagiakan Nisa akan segera tercapai. Tetapi, jika dilihat sekarang, semuanya akan gagal total.


Nita ingin maju tetapi langkahnya di hentikan oleh Tian. Pria itu menatap Nita dan Abian secara bergantian, dirinya menggenggam jemari Nisa dan itu menuai keheranan bagi kedua orang yang ada di depannya.


"Kami akan segera menikah!" ucap Tian membuat kedua orang tersebut kaget setengah mati, bahkan mereka sampai melotot ketika mendengar ucapan Tian yang singkat namun penuh makna.


"APA!"




TBC

__ADS_1


__ADS_2