
Dua Minggu kemudian.
Tidak terasa, waktu sangat cepat berlalu. Pernikahan antara Abian dan Nita, serta Tian dan juga Nisa diselenggarakan di salah satu aula hotel bintang 5 yang paling terkenal di kota itu.
Hiasan dekorasi dinding dipenuhi dengan bunga-bunga yang membuat suasana menjadi indah, bahkan tirai yang berwana putih bercampur dengan gold membuat tampilan gedung itu semakin elegan.
Kedua pasang pengantin sudah berada di depan dari masing-masing penghulu karena acara akad akan segera dimulai, begitu juga dengan para keluarga dan tamu undangan yang sudah memadati aula pesta.
Masing-masing pengantin tampak sangat gugup dan juga tegang, apalagi saat ini banyak pasang mata yang menatap ke arah mereka.
"Saya terima nikah dan kawinnya Anisa Nindira binti Irwan Prayoga dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!"
"Saya terima nikah dan kawinnya Qanita Maisarah binti Hamdan Kusuma dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!"
SAH
SAH
Dua kali kata sah menggema di dalam aula tersebut, sebagai tanda telah resminya kedua pasang pengantin yang saat ini sedang menangis bahagia. Semua orang juga tampak terharu atas bersatunya mereka, terutama para keluarga yang turut bahagia melihat janji suci pernikahan yang telah mereka ikrarkan di hadapan Yang Maha Kuasa.
Pak penghulu lalu memanjatkan do'a untuk kedua pasang pengantin, agar pernikahan mereka diberkahi oleh Allah dan diberikan kebahagiaan sampai maut memisahkan.
__ADS_1
Para sanak saudara mengucapkan selamat pada kedua pasang pengantin yang kini sudah resmi menjadi suami istri. Tawa bahagia tampak di masing-masing wajah mereka, karena kini cinta yang tengah dirasakan akhirnya berlabuh dalam ikatan yang halal.
Para tamu undangan juga turut mengucapkan selamat dan mendo'akan mereka, semoga rumah tangga itu berjalan dengan baik dan juga dipenuhi dengan kebahagiaan.
****
Saat ini, kedua pasang pengantin sudah kembali ke kamar mereka masing-masing untuk berganti pakaian. Raut bahagia tetap terpancar diwajah mereka, dan tidak surut walau tubuh merasa sangat lelah.
"Kau mau minum?" tawar Tian saat mereka sudah berada di dalam kamar.
Nisa menggelengkan kepalanya. "Tidak, Tian. Aku tidak butuh minum, aku hanya membutuhkanmu." dia menunduk dengan malu-malu.
"Apa ini? Apa ini masih Nisa orang yang sama?" Tian memegang kedua bahu Nisa dan memaksa wanita itu agar menatapnya. "Ada apa? Apa kau sudah mulai pintar merayu sekarang?"
"Tidak, jangan lakukan itu lagi, Nisa. Atau aku tidak bisa menahan diri."
Nisa tersenyum sambil menatap laki-laki yang beberapa saat lalu sudah sah menjadi suaminya, dan untuk beberapa saat mereka saling tatap seakan jatuh dalam gelora cinta yang sedang dirasakan.
"Terima kasih untuk semuanya, Tian. Kau adalah satu-satunya sahabatku, dan sekarang kau juga suamiku. Aku beruntung bisa mengenal laki-laki yang sangat baik sepertimu, terima kasih karena sudah menjadikanku sebagai istrimu."
"Seharusnya aku yang mengucapkan terima kasih, Nisa. Kau telah membalas cintaku, dan memberikan semua kebahagiaan ini. Terima kasih, istriku."
__ADS_1
Kening mereka saling bersentuhan dengan helaan napas yang seirama, sungguh tidak pernah sedikit pun ada dalam bayangan jika semua ini akan sangat membahagiakan.
Momen bahagia penuh cinta tidak hanya ada di dalam kamar Tian dan juga Nisa, bahkan di kamar Abian dan Nita sudah saling memeluk untuk mengungkapkan kebahagiaan yang sedang dirasakan saat ini.
"Terima kasih karena sudah mencintaiku dengan sabar, Mas. Sungguh aku sangat bahagia sekali bisa dicintai oleh lelaki sepertimu." tangisan Nita pecah karena merasa benar-benar bahagia.
Abian mengusap puncak kepala Nita dengan penuh kelembutan. "Tidak perlu berterima kasih, Sayang. Kita sama-sama jatuh cinta, dan saling merasakan kebahagiaan dari cinta kita berdua. Aku juga merasa beruntung karena bisa menemukan wanita sepertimu. Mari kita menua bersama, istriku."
Nita menganggukkan kepalanya dengan cepat. Pelukan mereka semakin mengerat karena luapan api asmara yang kian membara.
Begitulah cinta. Sekuat apapun kita menggenggamnya, jika cinta itu bukan menjadi milik kita maka akan terlepas juga, tetapi sebaliknya, sekuat apa kita menolaknya, maka cinta akan mencari jalan sendiri untuk datang kepada orang yang tepat.
Untuk kalian yamg saat ini tengah merasakan cinta yang membara, maka berbahagialah. Jangan sia-siakan cinta yang mungkin tidak bisa didapatkan oleh orang lain, karena tidak semua orang beruntung dengan yang namanya cinta.
Baik cinta pada pasangan, keluarga, bahkan teman-teman dan orang-orang yang ada disekitar kita. Hargai jika mereka ada dalam genggaman, karena jika mereka sudah pergi. Maka tidak akan ada lagi jalan untuk kembali.
❣️❣️❣️❣️❣️❣️ TAMAT ❣️❣️❣️❣️❣️❣️
**HALO SEMUANYA, TERIMA KASIH BANYAK UNTUK KALIAN SEMUA YANG SUDAH MENGIKUTI NOVEL OM DUDA DAN TEMAN-TEMAN LAINNYA ☺️ MOHON MAAF APABILA OTHOR ADA SALAH DALAM PENULISAN DI NOVEL INI 🙏 SEMUA MANUSIA TIDAK LUPUT DARI YANG NAMANYA KESALAHAN 🤭
OTHOR MINTA, UNTUK KAKAK YANG MERASA MEMILIKI AKUN ALVALEST DAN SETIA MENGIKUTI NOVEL OTHOR DARI AWAL, JUGA NOVEL BARU, MOHON UNTUK DM OTHOR LEWAT CHAT. ADA HADIAH KECIL YANG INGIN OTHOR BERIKAN UNTUK KAKAK 😚😚
__ADS_1
TERIMA KASIH SEKALI LAGI ☺️
MINAL AIDZIN WALFAIDZIN 🙏**