
🍁 Happy Reading 🍁
Enam bulan kemudian.
Anak pertama Sitha dan Juna pun lahir kedunia.
Bayi laki-laki dengan berat 3,7 kg dan panjang 56cm itu lahir secara sesar karena dia hari dirang.sang dengan induksi pembukaan tidak kunjung bertambah, mau tidak mau opsi melahirkan sesar pun Juna ambil untuk keselamatan Sitha dan bayi mereka.
Setelah satu jam lebih di ruang observasi, Sitha dan bayinya pun kembali ke kamar rawat.
Orangtua Juna dan orangtua Sitha yang sudah menunggu kedatangan Sitha dan bayinya di kamar itu langsung memeluk Sitha dan memberi selamat pada Sitha.
Ceklek. Tiba-tiba pintu kamar rawat Sitha terbuka.
Mereka pikir yang datang itu adalah dokter atau perawat, namun setelah melihat siapa yang membuka pintu, mata mereka semua membulat lebar.
"Kila..." lirih Mama Novita, Papa Angga, Sitha dan Juna.
Kila tersenyum sumringah.
Dengan di dampingi dokter Bisma, Kila berjalan mendekati orangtua Juna.
"Tante, Om, apa kabar?" tanya Kila.
Mama Novita langsung memeluk Kila.
"Kila, kamu kemana aja, kenapa gak pernah ngasih kabar sama Tante sih! Tante kangen banget sama kamu Kila!" ucap Mama Novita sambil menangis meluapkan kerinduannya pada Kila.
"Kila sehat Tante. Tante sendiri gimana? Tante juga sehat kan?"
__ADS_1
Mama Novita melepaskan pelukannya.
"Tante sehat sayang." jawab Mama Novita.
"Kamu kemana aja sih? Kenapa gak pernah ada kabar?!" omel Mama Novita.
"Maaf Tante, Kila mau fokus dengan pengobatan Kila makanya Kila sengaja menghilang. Tapi sesuai janji Kila, Kila akan muncul setelah Kila sembuh. Maaf yah kalau Kila baru muncul sekarang, karena baru dua bulan ini kondisi Kila benar-benar membaik." ucap Kila.
"Kami senang kamu baik-baik saja Kila." ucap Papa Angga.
Kila tersenyum membalas ucapan Papa Angga.
Setelah dari orangtua Juna, Kila beralih ke orangtua Sitha. Kila memperkenalkan dirinya pada orangtua Sitha. Setelah berkenalan dengan orangtua Sitha, barulah Kila mendekati Sitha.
"Selamat yah Sit udah jadi Ibu sekarang." ucap Kila tulus.
"Makasih Kil." jawab Sitha.
"Bayi kamu lucu dan menggemaskan, muka-nya perpaduan kalian berdua." puji Kila.
Sitha hanya tersenyum menanggapi pujian Kila.
"Oh iya, aku ada kado buat bayi kalian dan buat kamu juga. Aku gak tau kamu suka atau gak kadonya tapi mudah-mudahan kamu suka." ucap Kila sambil memberikan dua papper bag yang sejak tadi dokter Bisma pegang.
"Ada dua kado di dalamnya, yang satu kado untuk pernikahan kalian dan yang satu kado karena kamu sudah menjadi Ibu. Sebenarnya kado pernikahan pengen aku kasih di hari pernikahan kalian, tapi sayangnya aku gak bisa dateng, aku juga gak mau ngirim lewat orang lain, aku maunya ngasih ke kamu langsung. Makanya baru sekarang aku kasih ke kamu." Kata Kila lagi.
"Makasih yah Kil." balas Sitha.
Kila pun beralih pada Juna.
__ADS_1
"Hai Jun..." sapa Kila. Kila sedikit canggung menyapa Juna.
"Hai." balas Juna.
"Selamat yah sudah jadi Bapak." ucap Kila.
"Makasih." balas Juna.
"Maaf baru bisa datang sekarang." ucap Kila.
"Gak pa-pa. Ngeliat kamu sehat seperti sekarang, aku lega." jawab Juna.
"Maaf yah aku gak punya kado buat kamu." seloroh Kila.
Juna terkekeh kecil.
"Gak pa-pa. Lihat kamu sehat aja itu udah jadi kado termahal buat aku." jawab Juna.
"Om, Tante, Sitha, Juna, maaf yah aku gak bisa lama-lama disini karena ada beberapa hal yang harus aku kerjakan. Aku pamit dulu yah." pamit Kila.
"Kok cepet banget sih Kil, Tante kan masih kangen sama kamu." ucap Mama Novita tak rela.
"Kalau Tante kangen, Tante bisa kok video call Kila. Nanti Kila buka blokirannya." jawab Kila.
"Sitha, cepet pulih yah. Sekali lagi selamat buat kalian berdua udah jadi orangtua." ucap Kila pada Sitha dan Juna.
Setelah itu Kila pun keluar dari kamar rawat Sitha. Mama Novita dan Papa Angga turut mengantar Kila sampai di lobi.
🍁 🍁 🍁
__ADS_1
Bersambung...