Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
65. Kecurigaan Sitha


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Apa jangan-jangan gue..." Sitha menggantung kata-katanya dan tidak berani meneruskannya karena sekarang yang ada dipikirannya kalau dirinya tengah hamil.


Tak ingin menebak-nebak dan agar dirinya juga tenang, Sitha pun memesan testpack di aplikasi belanja online. Bukan hanya satu, tapi lima testpack Sitha beli dengan merk yang berbeda untuk perbandingan.


Tok... Tok... Tok...


Tiba-tiba saja pintu kamar Sitha terketuk.


"Sit, Sitha..." Panggil Mama Ernita sambil mengetuk pintu kamar Sitha. Mama Ernita baru saja pulang bekerja. Mengetahui Sitha sakit, Mama Ernita pun membeli makanan berkuah saat perjalanan pulang untuk Sitha makan.


"Iya Ma." jawab Sitha dari dalam kamar dengan suara yang lemas.


"Buka pintunya! Kenapa dikunci sih pintunya! Kamu tuh lagi sakit jangan di kunci-kunci dong kamarnya!" omel Mama Ernita.


Dengan tubuh yang sangat lemas, Sitha pun turun dari ranjang lalu berjalan menuju pintu dan membukakan pintu untuk Mama Ernita.


Ceklek. Pintu kamar terbuka.


Mama Ernita langsung menempelkan punggung tangannya ke kening Sitha untuk mengecek suhu tubuh Sitha.

__ADS_1


"Gak demam kok, tapi muka kamu pucat banget." ucap Mama Ernita.


Sitha tidak memperdulikan ucapan Mamanya dan kembali berjalan menuju ranjang.


"Kamu udah makan belum?" tanya Mama Ernita.


"Belum, gak selera." jawab Sitha sambil membaringkan tubuhnya di ranjang.


"Jadi kamu belum minum obat?" tanya Mama Ernita dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Sitha.


"Kamu tuh gimana sih Sit, udah besar harusnya gak usah di dikte lagi lah kalau sakit harus gimana! Harus di paksa makan biar bisa minum obat! Gak usah banyak-banyak, dua atau tiga sendok aja yang penting ada untuk lapisin lambung kamu sebelum di masukin obat!" omel Mama Ernita.


"Gak selera Ma! Liat makanan aja Sitha mual!" jawab Sitha.


"Itu ada Mama beliin sop ayam, ayo makan dulu habis itu minum obat!" kata Mama Ernita lagi.


"Nanti lah Ma, Sitha bener-bener gak selera Ma." tolak Sitha.


"Di paksa Sitha! Ayolah Nak!" paksa Mama Ernita.


"Mual Ma, mual!"

__ADS_1


"Atau gak kita ke dokter aja kalau gitu." ajak Mama Ernita.


Deg. Sitha langsung ketakutan.


Kalau ia dibawa ke dokter, takutnya apa yang menjadi kecurigaan Sitha benar adanya.


"Apaan sih Ma, ngapain juga kedokter, paling juga ini cuma masuk angin doang sama asam lambung yang kumat." tolak Sitha.


"Ya udah kalau gak mau kedokter, cepetan makan terus minum obat! Nanti Mama panggil Mbok Asri buat pijitin kamu biar angin mu keluar." balas Mama Ernita.


"Mama beliin obat asam lambung dulu deh kalau gitu, biar gak mual." ucap Sitha.


Mama Ernita menghela nafasnya kasar.


"Ya udah, Mama ke apotik dulu kalau begitu. Kamu bangun lah, jangan tiduran terus biar gak makin sakit badan kamu!" ucap Mama Ernita.


Mama Ernita pun keluar dari kamar Sitha lalu keluar dari rumahnya untuk membelikan obat untuk Sitha.


Tak lama setelah Mama Ernita pergi, kurir yang mengantar pesanan Sitha pun menghubungi Sitha mengatakan kalau dirinya sudah ada di depan rumah. Sitha pun cepat-cepat beranjak dari atas ranjang lalu keluar dari rumahnya untuk menemui si kurir sebelum Mama Ernita kembali.


Dan sekarang paket pesanan Sitha sudah berada di tangan Sitha. Sitha pun cepat-cepat menyembunyikan paket itu di dalam lemari di bawah tumpukan pakaian, rencananya besok pagi baru Sitha akan menggunakan testpeck itu.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2