
🍁 Happy Reading 🍁
Setelah makan malam, Sitha dan Farel kembali ke ruang tamu sedangkan Mama Ernita dan Erick memilih untuk berada di ruang tengah.
Pukul 21.30
Setelah beberapa jam mengobrol bersama Farel, Sitha merasa Farel orang yang sangat menyenangkan, sangat berbanding terbalik dengan tampangnya yang serius.
Jam sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh, sudah saatnya Farel pulang.
"Sudah jam setengah sepuluh, aku pulang dulu yah." pamit Farel.
"Iya." balas Sitha.
"Mmm... boleh aku minta no WhatsApp kamu gak, Sit?" tanya Farel.
"Untuk apa?" Sitha malah balik bertanya.
"Ya biar kita bisa berkomunikasi terus." jawab Farel.
Sitha diam sejenak untuk berpikir. Setelah dipikir-pikir akhirnya Sitha pun memutuskan untuk memberikan nomor WhatsApp-nya pada Farel. Ya hitung-hitung biar ada teman ngobrol dan chatingan agar ponsel-nya tidak sepi seperti kuburan.
Setelah memberikan nomor WhatsApp-nya Sitha pun memanggil Erick dan Mama Ernita.
"Jadi Nak Farel besok balik ke Kalimantan?" tanya Mama Ernita sambil berjalan mengantar Farel ke teras rumah.
"Iya Tante. Nanti kalau ada waktu saya main lagi kesini." jawab Farel.
"Sudah tukeran nomor WhatsApp belum sama Sitha?" bisik Mama Ernita.
"Sudah Tante." jawab Farel sambil tersenyum malu-malu.
"Terus berkomunikasi yah sama Sitha." ucap Mama Ernita.
"Iya Tante, itu pasti." jawab Farel.
"Kalian ngomongin apaan sih? Kok bisik-bisik?" tanya Sitha yang sejak tadi memperhatikan Mama-nya dan Farel.
"Mau tau aja kamu." jawab Mama Ernita.
__ADS_1
"Ya udah, Tante, Sitha, saya pulang dulu." pamit Farel.
"Iya, hati-hati." jawab Mama Ernita sedangkan Sitha hanya menganggukkan kepala-nya.
"Ma... Kak, pulang dulu yah." pamit Erick.
"Iya, hati-hati." lagi-lagi hanya Mama Ernita yang menjawab, sedangkan Sitha hanya menganggukkan kepala-nya.
"Loe gak mau nitip salam buat Papa, Kak?" tanya Erick.
"Gak!" jawab Sitha ketus dengan bola mata yang membesar.
Melihat itu Erick terkekeh kecil.
"Erick..." tegur Mama Ernita karena Erick suka sekali memancing emosi Sitha. Karena Sitha paling anti membicarakan tentang Papa-nya.
"Ya udah, kami pergi dulu yah Ma, Kak." pamit Erick sekali lagi.
Erick dan Farel pun berjalan menuju mobil yang terparkir di depan rumah. Setelah mobil Erick berlalu dari depan rumah, barulah Mama Ernita dan Sitha masuk kedalam rumah.
"Gimana Nak Farel menurut kamu?" tanya Mama Ernita pada Sitha.
"Biasa aja." jawab Sitha.
"Terus Mama maunya sikap Sitha kayak gimana? Sitha ramah salah, jutek tambah salah." jawab Sitha.
"Udah ah... Sitha mau tidur, ngantuk." kata Sitha lagi lalu berjalan menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar, Sitha pun mengambil ponselnya untuk mengecek pesan masuk di ponsel-nya. Hanya ada dua pesan masuk, satu dari Farel dan satu lagi dari Juna.
"Mau ngapain lagi sih dia?!" gerutu Sitha saat melihat pesan dari Juna.
Penasaran dengan isi pesan Juna, Sitha pun membuka pesan itu tapi sebelumnya ia mengubah terlebih dulu pengaturan status baca agar tidak terlihat Juna kalau Sitha sudah membaca pesan dari Juna itu.
[Juna] : Sit, gue hargain keputusan loe yang gak mau menjalin hubungan dengan gue. Tapi tolong Sit, jangan suruh gue bersikap seolah-olah kita gak saling kenal di luar pekerjaan, gue gak bisa. Gue pengen kita tetap berteman.
[Juna] : Sit, bales dong Sit.
[Juna] : Sitha...
__ADS_1
Itulah isi pesan yang Juna kirim dan ada sepuluh pesan spam lagi serta sepuluh panggilan tak terjawab.
Sitha mengabaikan pesan Juna itu lalu beralih membuka pesan dari Farel yang hanya berisi pesan spam untuk memberitahu Sitha kalau itu adalah nomor-nya.
Sitha pun menyimpan nomor Farel itu, setelah itu meletakkan ponsel-nya di bantal di sebelahnya kemudian membaringkan tubuh-nya diranjang.
Sitha menatap langit-langit kamar sambil memikirkan Juna. Ia tak bisa membohongi dirinya kalau sekarang Juna sudah mengambil alih setengah memori otaknya.
"Biasanya jam segini gue sama Juna udah sleep call, tapi sekarang..."
"Iiih... Apaan sih Sit! Ngapain lagi mikirin dia! Loe harus tegas dengan diri loe sekarang!"
Saat sedang bergumul dengan jalan pikirannya, tiba-tiba terdengar notifikasi pesan masuk di ponsel Sitha.
Sitha pun mengambil ponsel-nya dan melihat ternyata yang mengirim pesan adalah Farel. Sitha pun membuka pesan itu.
[Farel] : Udah tidur?
[Sitha] : Baru mau tidur. Kamu udah nyampe?
[Farel] : Belum, ini masih di jalan. Lumayan macet jalanan, padahal ini hari Minggu.
[Sitha] : Oh.
Entah bagaimana respon Farel melihat pesan balasan Sitha yang hanya mengetik kata Oh.
[Farel] : Besok aku pulang ke Kalimantan, kamu gak mau ikut nganter aku?
[Sitha] : Maaf, besok aku kan kerja.
[Farel] : Oh, oke gak pa-pa. Ya udah kamu tidur sana.
[Sitha] : Oke.
[Farel] : Have a nice dream, Sitha.
[Sitha] : 👍
Setelah memberikan satu jempol, Sitha pun mengganti pengaturan ponsel-nya menjadi mode 'jangan diganggu' lalu meletakkannya lagi ke bantal sebelahnya.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...