Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
96. Tantangan Dari Sitha


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Melihat Juna datang mendekatinya, cepat-cepat Sitha menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Sesampainya di ranjang, Juna duduk di tepi ranjang sebelah Sitha.


"Loe kenapa? Kok tiba-tiba ngambek? Gue salah ngomong yah?" tanya Juna.


Sitha diam.


"Sit, jangan begini dong, kasih tau gue kalau emang gue salah, jangan malah diem begini." kata Juna lagi sambil menarik selimut yang menutupi kepala Sitha.


"Jadi loe gak ngerasa kata-kata loe tadi salah?" tanya Sitha.


"Kata-kata yang mana?" tanya Juna. Dia masih saja tidak sadar.


"Tau ah! Gue ngantuk, mau tidur!" kesal Sitha sambil menutup kepalanya lagi dengan selimut.


Juna mengernyitkan keningnya mencoba mengingat apa yang tadi ia katakan di kamar mandi.


"Soal Kila yah? Ya udah gue minta maaf kalau bahas Kila. Tapi beneran deh, gue sama sekali gak ada maksud buat nyinggung perasaan loe. Loe kan tadi nanya sama gue, berapa perempuan yang udah jadi korban mulut manis gue. Yah gue jawab jujur dong kalau gue gak pernah ngomong manis sama perempuan lain selain sama loe dan Kila. Ya itu pun seandainya gue gak ketemu sama loe dan hati gue gak berpaling ke loe, udah pasti cuma sama Kila gue bicara manis." ucap Juna.


Sitha diam.


"Sit, loe percaya dong sama gue. Di hati gue cuma loe sekarang, Kila cuma masa lalu gue." kata Juna lagi.


Tiba-tiba Sitha membuka selimutnya.


"Sekarang doang?" tanya Sitha dengan tatapan mengintimidasi.


"Dan selamanya." jawab Juna.


"Cih!" decih Sitha sambil memutar bola matanya malas

__ADS_1


"Serius istri ku Sayang." ucap Juna.


"Istri! Belum nikah!" protes Sitha.


"Tapi kan kita udah kawin." goda Juna sambil menoel dagu Sitha.


"Hish!! Jangan toel-toel!" omel Sitha sambil memukul tangan Juna.


Tiba-tiba saja Juna mengunci tangan Sitha lalu mendekatkan wajahnya ke wajah Sitha.


"Iih... Apaan sih Jun, lepas!" Ronta Sitha.


Juna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum mesum.


"Apa senyum-senyum kayak gitu loe! Gue tau isi otak loe sekarang! Gak ada yah!" belum apa-apa Juna langsung kena ulti.


"Jangan galak-galak Sit, nanti anak kita jadi galak kayak loe!" balas Juna.


"Biar aja, biar ada yang bantu gue nabok loe kalau loe berani macam-macam." jawab Sitha.


"Sit..." Juna mengerlingkan matanya nakal.


"Gak!" tolak Sitha, dia tau apa yang diinginkan Juna.


"Loe tega banget sih Sit, masa Bapaknya mau jenguk anaknya gak boleh." balas Juna.


"Biar aja." balas Sitha.


"Udah lepas ah! Sakit!" ronta Sitha.


Tapi bukan Juna namanya kalau dia menyerah begitu saja.


Bukannya melepas kunciannya pada tangan Sitha, Juna malah mencium bibir Sitha.

__ADS_1


Sitha mencoba menghindari ciuman panas Juna tapi tidak bisa. Kedua tangannya di kunci Juna jadi dia tidak bisa mendorong Juna.


Sampai akhirnya Juna melepaskan ciumannya dan beralih menciumi leher Sitha.


"Jun, gue marah kalau loe maksa gue kayak gini!" ancam Sitha.


Sontak Juna langsung berhenti menciumi leher Sitha lalu melepas kuncian tangan Sitha.


"Gitu banget loe sama gue Sit! Kita kan udah lama gak-"


"Tahan sampe kita nikah! Bisa gak loe? Kalau loe gak bisa berarti loe cuma n*fsu sama gue! Loe gak bener-bener cinta sama gue!" tantang Sitha.


Juna menatap dalam-dalam mata Sitha.


"Kok loe malah mikir gue cuma n*fsu sama loe sih? Gue cinta sama loe Sit." balas Juna.


"Ya buktiin dong dengan loe bisa nerima tantangan gue!" balas Sitha.


Juna menghela nafasnya kasar.


"Oke gue terima tantangan loe! Tapi besok kita harus pergi ke rumah nyokap loe! Nunggu loe sampe siap nemuin nyokap loe, terus kapan kita nikahnya!" jawab Juna.


Sitha terdiam untuk berpikir.


"Apa sih yang loe takutin Sit, kan ada gue. Gue gak akan biarin loe di pukul nyokap loe, gue pasti akan pasang badan buat loe seperti kita ketemu orangtua gue tadi." ucap Juna meyakinkan Sitha.


Sitha menghela nafasnya kasar.


Sitha sadar, dirinya tidak bisa terus-terusan menghindar seperti ini dari keluarganya. Dan kalau Sitha makin lama mengulur waktu, malah itu akan mempersulit posisi Juna.


"Oke, gue mau. Tapi gue minta sama loe, besok loe gak usah pasang badan buat gue, gue siap kalau nyokap gue mau ngelampiasin emosinya ke gue." jawab Sitha.


"Asal itu gak membahayakan anak gue, gue akan turutin kata-kata loe. Tapi kalau itu membahayakan anak gue, udah pasti gue akan pasang badan buat loe." jawab Juna.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2