
🍁 Happy Reading 🍁
"Sitha..." lirih Farel begitu Sitha menoleh.
"Farel..." lirih Sitha begitu melihat Farel.
"Loe kenal sama bos gue, Sit?" tanya Neva berbisik.
Makin membulat saja mata Sitha mendengar kalau Farel adalah bos Neva. Walau Sitha tau Farel memegang tambang batu bara milik Papa-nya tapi Sitha tidak menyangka kalau Neva bekerja di tambang milik Farel.
Belum juga Sitha menjawab pertanyaan Neva, Farel sudah berjalan mendekati Sitha dan Neva. Melihat Farel berjalan mendekat ke arahnya, cepat-cepat Sitha memalingkan wajahnya.
"Ini benaran kamu kan Sit?" tanya Farel begitu berada di dekat Sitha. Sangking tidak percayanya perempuan yang ada di hadapannya adalah Sitha, Farel sampai mendekatkan wajahnya ke wajah Sitha.
"I-iya Pak, dia Sitha, temen saya." malah Neva yang menjawab.
"Ternyata kamu ada disini, aku harus kasih tau Erick kalau kamu ada disini." ucap Farel.
"Jangan!" larang Sitha sambil menarik tangan Farel yang mau merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya.
Mata Farel dan Sitha pun saling bertatapan untuk beberapa detik.
"Va, aku ngobrol berdua dulu yah sama dia." Izin Sitha dan di jawab dengan anggukkan kepala oleh Neva.
Sitha pun berdiri dari duduknya lalu menarik tangan Farel dan membawa Farel ke meja kosong yang jaraknya berjauhan dengan Neva.
Setelah Farel dan Sitha pindah meja, asisten Farel dan dua karyawan Farel pun bergabung bersama Neva.
"Ada apa? Kenapa kamu kabur dari rumah?" tanya Farel tanpa basa-basi sepertinya Erick tidak memberitahu Farel alasan kenapa Sitha memilih pergi dari rumah.
"Erick bilang apa?" Tanya Sitha balik sebelum menjawab pertanyan Farel.
__ADS_1
"Dia cuma bilang katanya kamu bertengkar sama Mama dan kamu pergi dari rumah, bukan hanya pergi tapi kamu juga resign dari kerjaan kamu." jawab Farel.
"Kamu tau gak Erick sama Mama kamu tuh khawatir banget sama kamu. Sekarang kamu pulang yah." kata Farel lagi.
Sitha menggeleng.
"Aku gak bisa Rel, aku gak akan balik lagi ke Jakarta." jawab Sitha.
"Kenapa Sit? Sebenarnya ada masalah apa?" tanya Farel penasaran.
Tidak mungkin masalahnya masalah sepele dan pertengkaran antara ibu dan anak yang biasa, pasti ada hal lain yang membuat Sitha sampai memutuskan untuk tidak mau kembali ke Jakarta.
"Aku udah buat malu keluarga ku, jadi lebih baik aku gak usah menampakkan muka aku lagi di depan mereka. Jadi tolong jangan kasih tau Erick kalau aku ada disini. Please." jawab Sitha.
"Cerita dulu sama aku sebenarnya ada apa, kalau masalahnya masih bisa diselesaikan, aku akan coba bantu memediasi kamu dan Mama." balas Farel.
Sitha menghela nafasnya kasar.
"Aku hamil, Rel." jawab Sitha.
Betapa kagetnya Farel mendengar jawaban Sitha.
"A-apa ka-kamu bilang barusan Sit?" tanya Farel memastikan dan berharap yang ia dengar salah.
"Aku hamil." jawab Sitha.
Tubuh Farel pun lemas seketika.
"Apa ayah dari anak itu tidak mau tanggung jawab makanya kamu pergi ke sini untuk menyembunyikan kehamilan kamu?" tebak Farel.
"Laki-laki itu gak tau aku hamil dan aku gak akan pernah ngasih tau kalau aku sedang mengandung anaknya." jawab Sitha.
__ADS_1
"Why Sitha? Laki-laki itu harus tau! Dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya!"
"Aku gak bisa ngasih tau dia Rel, dia sudah mau menikah dan aku gak mau menjadi perusak rencana pernikahan mereka."
"Terus kamu gimana? Kamu mau menderita sendirian sedangkan laki-laki itu hidup bahagia dengan istrinya? Kalian berbuat berdua, yah kalian berdua juga lah yang harus bertanggung jawab atas anak yang ada di kandungan kamu, bukan kamu sendiri!"
"Gak pa-pa Rel, aku udah ikhlas melepas semuanya." jawab Sitha.
"Siapa laki-laki itu? Kasih tau aku!" tanya Farel penasaran.
"Maaf, kalau itu aku gak bisa kasih tau kamu." jawab Sitha.
"Apa itu bos kamu, Juna?" tebak Farel.
Mata Sitha membulat kaget saat Farel bisa-bisanya menebak kalau ayah dari anak yang di kandung Sitha adalah Juna.
"Ka-kamu kok bi-bisa nebak begitu! Yah bukan lah! Bukan dia!" sangkal Sitha.
"Terus kalau bukan dia siapa Sitha?" Paksa Farel.
"Maaf Rel, aku gak bisa kasih tau kamu yang satu itu. Sekarang aku mohon sama kamu, tolong kamu jangan kasih tau Erick kalau aku disini." jawab Sitha.
"Tapi mereka khawatir sama kamu Sitha." balas Farel.
"Aku pasti akan kabarin mereka Rel, tapi bukan sekarang. Aku mau tenangin hati dan pikiran aku dulu." jawab Sitha.
"Terus apa yang mau kamu lakuin di Kalimantan ini?" tanya Farel.
"Tadinya aku mau cari kerja, tapi tadi aku sama temen aku udah keliling-keliling tapi gak ada yang mau nerima karyawan yang sedang hamil. Jadi untuk sementara sampai aku melahirkan nanti, aku jadi pengangguran dulu dan jadi beban hidup teman aku itu." jawab Sitha sambil menunjuk Neva.
"Kenapa kamu gak minta kerjaan sama aku aja? Kamu lupa aku siapa?" tanya Farel.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...