
🍁 Happy Reading 🍁
Farel dan Erick pun berdiri dari duduknya. Begitu Sitha dan Mama Ernita masuk ke ruang tamu, Erick pun memperkenalkan Sitha pada Farel.
"Kenalin Bang, ini Kakak aku, namanya Kak Sitha." ucap Erick pada Farel yang sedang mematung sambil memandang wajah Sitha.
Dan suara Erick pun berhasil membuat Farel tersadar dari lamunannya.
Berbeda dengan Farel yang senang melihat Sitha, Sitha terlihat biasa saja saat melihat Farel, ia juga tidak mengingat Farel.
"Hai, kenalin saya Farel, temannya Erick." ucap Farel sembari mengulurkan tangannya ke hadapan Sitha.
Sitha pun menyambut uluran tangan Farel.
"Sitha." jawab Sitha.
"Duduk... Duduk..." ucap Mama Ernita.
Sitha dan Farel pun duduk.
"Rick, bantu Mama siapin makan malam yuk." ajak Mama Ernita.
"Sitha aja Ma yang bantu Mama." sahut Sitha.
"Gak usah Erick aja. Kamu temenin Nak Farel ngobrol aja." tolak Mama Ernita.
"Ayo Rick!" ajak Mama Ernita sekali lagi sambil memberi kode dengan mata-nya agar Erick meninggalkan Sitha dan Farel berduaan.
Erick yang mengerti pun menuruti Mama-nya.
"Aku tinggal dulu yah Bang." pamit Erick dan di balas dengan anggukkan kepala oleh Farel.
__ADS_1
Erick pun pergi dari ruang tamu dan meninggalkan Sitha dan Farel berduaan di ruang tamu.
Awas aja loe yah Rick! Gerutu Sitha dalam hati.
Beberapa menit setelah Erick meninggalkan mereka, suasana di ruang tamu menjadi hening karena baik Farel maupun Sitha tak ada yang membuka suara mereka.
"Ekhem..." Farel berdehem untuk memecah keheningan.
"Kamu gak inget aku?" tanya Farel memulai percakapan.
Sitha mengernyitkan keningnya sambil menatap wajah Farel.
"Gak. Memangnya kita pernah ketemu?" jawab Sitha dan lalu balik bertanya.
"Iya, di apartemen. Waktu itu kamu gak sengaja nabrak aku." jawab Farel.
Sitha pun memutar kembali ingatannya ke kejadian saat ia tak sengaja menabrak Farel.
Farel menganggukkan kepala-nya.
Sitha tersenyum tipis sambil menundukkan wajah-nya.
"Jadi malu. Kamu inget aja kejadian itu, sedangkan aku udah gak inget lagi." ucap Sitha.
"Gimana aku bisa lupa kalau yang nabrak aku titisan bidadari." balas Farel.
"Cih... gombal kamu!" balas Sitha.
"Aku gak nyangka ternyata kamu Kakak-nya Erick. Kalau tau Kakak-nya Erick titisan bidadari udah dari pagi aku kesini." ucap Farel.
"Apaan sih, udah ah... gombal mulu! Jangan gombal lagi ah, aku kan jadi malu." balas Sitha sambil tersenyum malu-malu, sedangkan Farel, ia tersenyum tipis saat melihat Sitha tersipu malu.
__ADS_1
"Kalau hanya satu kali ketemu kan itu namanya kebetulan, terus kalau tiga kali ketemu, itu namanya apa yah?" tanya Farel.
"Tiga kali? Memangnya kita udah ketemu tiga kali? Yang kedua-nya kapan?" tanya Sitha.
"Kamu gak inget, kemaren kita ketemu di koridor lantai G apartemen? Aku senyumin kamu loh padahal kemaren tapi kamu gak bales senyuman aku." jawab Farel.
Sitha terdiam, ia kembali mengingat-ingat kejadian kemaren.
"Oh... kamu yang pake kaos hitam dan kacamata hitam itu?" tanya Sitha memastikan.
"Iya." jawab Farel.
"Oh... maaf aku gak inget." balas Sitha.
"Iya, gak pa-pa." balas Farel.
"Jadi kemaren kamu ke apartemen pacar kamu?" tanya Farel penasaran. Meski Erick bilang kalau Kakak-nya itu jomblo, tapi karena Bagas bilang kalau pemilik unit apartemen itu adalah laki-laki jadi Farel penasaran ada hubungan apa Sitha dengan si pemilik unit apartemen G-2A.
Wajah Sitha langsung berubah ketika Farel menyinggung soal Juna.
"Bukan. Itu apartemennya bos aku. Kebetulan bos aku beberapa hari yang lalu pergi ke Surabaya dan aku dimintai tolong untuk kasih makan anjingnya, makanya aku bolak-balik ke apartemen itu, sebelum pergi kerja dan sesudah pulang kerja." jawab Sitha.
"Oh..." Farel membulatkan mulutnya.
Tapi hatinya bersorak riang karena ternyata Sitha bukanlah kekasih dari si pemilik unit apartemen G-2A. Itu tanda-nya peluangnya untuk mendapatkan Sitha sangat besar.
Tak lama Erick pun kembali ke ruang tamu dan mengajak Farel dan Sitha ke ruang makan untuk makan malam bersama.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...
__ADS_1