
🍁 Happy Reading 🍁
Rumah Sakit.
Kini Juna sedang berada di rumah sakit. Setelah melihat darah segar mengalir dari urat nadi Kila, cepat-cepat Juna melarikan Kila ke rumah sakit terdekat.
Pi.sau yang Kila gunakan sangat lah tajam, hingga membuat urat nadi Kila terpotong, tapi untungnya Juna cepat membawa Kila ke rumah sakit, jadi nyawa Kila masih bisa di selamatkan.
Setelah mendapatkan tindakan medis, Kila pun di pindahkan ke kamar rawat VIP.
Juna juga sudah menghubungi orangtua Kila dan orangtuanya dan memberitahukan tentang keadaan Kila.
Saat ini Juna sedang duduk di sofa di depan ranjang Kila denga posisi tangan yang terlipat dan di letakkan di kening. Sedangkan Kila sendiri, ia masih tidur efek obat bius.
Juna benar-benar pusing sekarang. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk mengakhiri hubungannya dengan Kila. Ia sudah jujur dengan Kila dan hasil-nya Kila malah melakukan percobaan bu.nuh diri.
Ceklek. Tiba-tiba pintu kamar rawat Kila terbuka. Tenyata yang datang adalah orangtua Juna, Papa Angga dan Mama Novita.
Juna pun mendongakkan wajah-nya lalu menoleh kearah pintu.
"Gimana Kila?" tanya Mama Novita sambil melirik ke arah ranjang dimana saat ini Kila masih tertidur.
__ADS_1
"Udah gak pa-pa, Ma. Untungnya Juna cepet bawa Kila kerumah sakit." jawab Juna.
"Ada apa sih Jun kok bisa Kila sampe melakukan percobaan bu.nuh diri gitu? Kalian berantem? Mama kaget loh Juna, padahal pagi tadi Papa bilang kalau kamu yang gak enak badan dan Kila jagain kamu, tapi kok sekarang Mama malah dapat kabar Kila melakukan percobaan bu.nuh diri." tanya Mama Novita.
"Tadi memang ada sedikit keributan antara Juna dan Kila, Ma." jawab Juna.
"Keributan apa? Gak mungkin sedikit! Kalau sedikit pasti Kila gak akan berbuat senekat itu!" tanya Mama Novita lagi.
Juna menghela nafasnya kasar.
"Juna minta putus, Ma." jawab Juna terus terang.
Mata Mama Novita membulat lebar. Mama Novita kaget bukan main mendengar anaknya yang ia ketahui bucin akut dengan Kila malah minta putus.
"Jangan bicara disini, kita bicarakan di luar saja." sahut Papa Angga.
Mama Novita pun keluar lebih dulu dari kamar rawat Kila.
"Jun, ayo keluar, jelaskan pada kami apa yang sebenarnya terjadi. Dan jangan kamu tutup-tutupi!" perintah Papa Angga lalu keluar dari kamar Kila menyusul Mama Novita.
Juna menghela nafasnya kasar lalu berdiri dari duduknya dan keluar dari kamar rawat Kila.
__ADS_1
Kini Mama Novita, Papa Angga dan Juna sudah berada di depan kamar rawat Kila.
"Ada apa Juna? Kenapa tiba-tiba kamu mau memutuskan hubungan mu dengan Kila? Bukannya selama ini kamu yang selalu mempertahankan hubungan kalian? Apa yang Mama kamu bilang itu benar?" tanya Papa Angga.
"Ini bukan masalah orang ketiga atau apapun, Pa, Ma. Hanya saja, perasaan Juna sudah hambar pada Kila. Kalau Juna terusin, Juna takut akan menyakiti Kila.
"Kalau hanya karena perasaan yang hambar itu wajar Jun. Jangankan kamu, Mama sama Papa juga pernah melewati masa-masa itu. Kamu sekarang lagi di fase jenuh dengan hubungan kalian yang jalan ditempat. Cara ngatasinnya itu bukan dengan putus, kalian bisa break selama satu atau dua bulan, setelah itu Mama yakin perasaan kamu ke Kila akan balik lagi." ucap Mama Novita.
"Benar yang di bilang Mama mu Jun. Lima tahun itu bukan waktu yang sebentar, kalian sudah melewati banyak sekali rintangan dan Papa salut dengan kamu yang bisa bertahan selama itu. Dan kalau sekarang kamu merasakan hambar, itu wajar. Semua orang pasti merasakan bosan." timpal Papa Angga.
"Kamu ingat, waktu pertama kali kamu datang bawa Kila ke hadapan Papa dan Mama? Saat itu Mama dan Papa menentang hubungan kalian, karena apa? Karena Papa melihat Kila gadis yang sangat ambisius dengan karirnya dan Papa sudah peringatkan kamu, jangan berharap kamu bisa menikah dengan Kila kalau dia belum bisa meraih impiannya. Dan kamu masih ingat kan apa jawaban mu sama Papa? Kamu tidak masalah dengan itu dan kamu berjanji akan menunggu Kila dan mensupport Kila sampai impiannya tercapai. Bahkan dengan penuh percaya dirinya kamu bilang kalau kamu gak akan pernah bosan untuk menunggu Kila." kata Papa Angga.
"Terus sekarang kemana semua kata-kata yang terucap dari mulut kamu lima tahun lalu itu, hah? Kamu laki-laki Juna, laki-laki itu harus bisa membuktikan semua kata-katanya dan memenuhi janji-nya." kata Papa Angga lagi.
"Pokoknya Mama gak mau kalian putus apalagi hanya karena alasan perasaan yang hambar! Mama sudah sayang sama Kila, jadi tolong jangan hancurkan perasaan Kila atau kamu akan berhadapan dengan Mama!" timpal Mama Novita.
"Papa juga tidak setuju kamu putus dengan Kila, karena dari awal Papa sudah peringatkan kamu, tapi kamu yang tetap ingin maju menjalin hubungan dengan Kila! Kalau memang alasan utama perasaan kamu menjadi hambar pada Kila karena kamu ingin menikah, bicarakan lagi dengan Kila baik-baik, nanti Papa akan bantu memberi pengertian pada Kila." timpal Papa Angga.
Setelah menceramahi Juna, Papa Angga dan Mama Novita pun masuk kembali ke kamar rawat Kila meninggalkan Juna yang makin frustasi.
🍁 🍁 🍁
__ADS_1
Bersambung...