Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
72. Pendarahan


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Keesokan Harinya.


Pukul 06.00


Pagi ini Juna bangun lebih dulu dari Kila. Begitu ia membukanya, pemandangan yang pertama kali ia lihat sudah pasti wajah Kila yang sedang tidur sambil memeluk dirinya.


Juna menghela nafasnya kasar lalu memijat pangkal hidungnya. Ada rasa menyesal dalam hati Juna karena sudah bercinta dengan Kila tapi sambil memikirkan Sitha.


"Selamat pagi Sayang." sapa Kila dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.


Juna pun langsung menoleh kearah Kila.


"Pagi juga Kil." balas Juna.


"Jun, hari ini kita ada foto prewed loh di pantai." ucap Kila.


"Jam berapa?"


"Jam sepuluh harus udah disana."


"Ya udah, kamu duluan aja kesana, nanti aku nyusul, aku ke kantor dulu." jawab Juna.


"Gak mau, aku mau kita sama-sama kesana." tolak Kila sambil mengeratkan pelukannya ditubuh Juna.


"Aku mau ke kantor dulu Kila."

__ADS_1


"Ya udah aku ikut kalau gitu." rengek Kila.


Juna menghela nafasnya kasar.


"Ya udah terserah kamu aja kalau gitu, aku mau mandi dulu kalau gitu." balas Juna pasrah sambil melepaskan tangan Kila yang memeluk dadanya.


Juna pun beranjak dari atas ranjang. Saat Juna hendak berjalan kekamar mandi, tiba-tiba saja Kila meringis kesakitan sambil memegang perutnya. Sontak Juna pun menoleh kearah Kila.


"Kamu kenapa?" tanya Juna.


"Gak pa-pa." jawab Kila sambil mengubah ekspresi wajahnya menjadi tersenyum tapi senyum yang di paksakan.


Kila pun cepat-cepat menggulung selimut untuk menutupi tubuhnya lalu beranjak dari atas ranjang kemudian berjalan tergesa-gesa ke kamar mandi.


"Aku pake kamar mandi dulu yah." ucap Kila.


Pintu kamar mandi pun tertutup. Juna pun berjalan keruang ganti untuk mengambil celana boxer-nya karena saat ini dia sedang dalam keadaan tanpa busana apapun yang menutupi auratnya.


Saat hendak berjalan menuju ruang ganti tak sengaja Juna melihat sedikit bercak merah di atas tempat tidur.


Melihat bercak itu Juna pun bernafas lega, karena Juna tau kalau bercak merah itu adalah bercak datang bulan Kila.


"Bagus deh kalau Kila haid, berarti benih yang tadi malam gak jadi." gumam Juna. Juna pun meneruskan langkahnya menuju ruang ganti.


Sedangkan di dalam kamar mandi ada Kila yang terduduk dibelakang pintu kamar mandi dan sedang merintih kesakitan di bagian perut bawahnya kali ini rasa sakitnya tiga kali lipat dari rasa nyeri saat haid sebelum-sebelumnya. Sangking sakitnya Kila sampai menggigit ujung selimut untuk menahan suara rintihannya.


Bukan hanya rasa sakit, Kila juga merasakan ada sesuatu yang mengalir dari bagian kewanitaannya.

__ADS_1


Aku harus kuat, aku harus kuat, Juna gak boleh tau aku sakit! gumam Kila dalam hati.


"Jun... Juna..." teriak Kila dari dalam kamar mandi.


Juna yang baru keluar dari ruang ganti pun menyahut.


"Ya, kenapa?" sahut Juna sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Tolong beliin pembalut dong." jawab Kila.


"Memangnya kamu gak punya stok pembalut?" tanya Juna.


"Enggak."


"Ya udah aku beli dulu kalau gitu."


Juna pun cepat-cepat berjalan lagi ke ruang ganti untuk mengganti celana boxer-nya dan memakai kaosnya setelah itu barulah Juna keluar dari unit apartemennya.


Merasa yakin Juna sudah keluar dari unit apartemen. Kila pun mengumpulkan semua tenaganya untuk berdiri lalu membuka pintu kamar mandi. Sebelum keluar, Kila mengintip terlebih dulu untuk memastikan kalau Juna memang sudah pergi.


Melihat tidak ada siapa-siapa di kamar, Kila pun keluar dari kamar mandi dengan langkah yang tertatih-tatih menuju sofa tempat ia meletakkan tasnya. Ia ingin mengambil obat pereda nyeri resep dari dokter Bisma yang ada dalam tasnya yang botolnya sudah Kila ganti dengan botol vitamin.


Dengan botol obat pereda nyeri ditangannya, Kila pun berjalan keluar dari kamar untuk mengambil minum. Tapi baru juga sampai dipintu kamar, tiba-tiba pandangan Kila gelap, ia sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya yang luar biasa dan akhirnya Kila pun ambruk begitu saja di belakang pintu kamar.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2