
🍁 Happy Reading 🍁
Makan malam pun selesai, piring-piring pun sudah diangkut dari atas meja. Sekarang acara di lanjutkan ke pembicaraan inti.
"Jadi malam ini, tujuan kami mengajak Kila, Pak Dennis dan Bu Alma makan malam, karena ada hal penting yang harus segera kita bahas. Benar kan Juna?" ucap Papa Angga sebagai kata pembuka.
Mama Novita menyenggol lengan Juna yang hanya diam saja karena tidak menyahut.
"Iya Pa." jawab Juna setelah di senggol Mama Novita.
"Jun, mulai dong..." ucap Mama Novita sambil memberi kode dengan matanya agar Juna melamar Kila di depan orangtua Kila.
Juna menegakkan punggungnya sambil menarik nafas dalam-dalam lalu menghela nafasnya kasar.
"Om, Tante, malam ini saya meminta izin pada Om dan Tante untuk melamar Kila. Sebelumnya saya memang pernah melamar Kila, tapi malam ini saya ingin melamar Kila lagi di depan Om dan Tante." ucap Juna pada orangtua Kila.
"Harusnya tidak perlu, toh kami juga sudah tahu kalau kamu sudah beberapa kali melamar Kila, tapi Kila yang gak mau." jawab Papa Dennis.
Kila tersenyum kecut sambil menundukkan kepalanya, Kila tahu Papa angkatnya itu sedang menyindirnya.
"Waktu itu mungkin Kila belum siap. Seperti yang kita tahu kalau ada impian yang harus Kila kejar. Sekarang Kila sudah mewujudkan mimpinya, jadi saya rasa kali ini Kila tidak akan menolak lamaran Juna." sahut Papa Angga membela Kila.
"Iya kan Kila?" lalu beralih pada Kila.
Kila hanya membalas dengan senyuman tipis.
__ADS_1
"Mungkin saja. Ya sudah, lanjutkan kalau begitu." balas Papa Dennis.
Mendapat persetujuan dari orangtua Kila, Juna pun menatap Kila.
"Shakila, mau kah kamu menikah dengan ku?" tanya Juna tanpa basa-basi dengan rangkaian kata yang romantis.
Kila tersenyum tipis yang sangat di paksakan, Kila tahu Juna sangat terpaksa melamar dirinya. Tapi Kila tidak peduli, Juna harus tetap menjadi miliknya.
"Iya, aku mau." jawab Kila.
Orangtua Juna dan orangtua Kila pun tersenyum bahagia mendengar jawaban Kila.
Mama Novita menyenggol lengan Juna agar Juna menyematkan cincin yang tadi ia berikan padanya.
Juna yang paham langsung menengadahkan tangannya ke hadapan Kila, Kila yang mengerti pun menyambut uluran tangan Juna. Juna pun menggenggam tangan Kila dengan tangan kirinya dan tangan kanannya merogoh saku blazernya untuk mengambil cincin yang tadi di berikan Mamanya lalu menyematkan cincin itu di jari manis tangan kiri Kila.
Setelah lamaran, Papa Angga pun melanjutkan pembicaraan membahas tanggal pernikahan Juna dan Kila.
Setelah perundingan yang tidak terlalu lama, akhirnya di putuskanlah Kila dan Juna menikah tiga bulan lagi.
Dan besok mereka akan memulai kegiatan persiapan pernikahan mereka dengan bertemu dengan WO lalu lanjut pergi ke butik untuk mencari gaun pernikahan, kalau tidak ada yang cocok di mata Kila gaun pernikahan yang jadi, maka gaun pernikahan Kila akan dirancang khusus.
🍁 🍁 🍁
Satu bulan kemudian.
__ADS_1
Semua persiapan pernikahan Juna dan Kila sudah di tahap lima puluh persen. Sebagian undangan sudah jadi, gaun pernikahan Kila juga sudah hampir jadi, menu makanan yang akan tersaji di acara resepsi pun juga sudah deal.
Sekarang Kila dan Juna sudah bisa melakukan aktifitas mereka dengan tenang. Juna kembali fokus bekerja dan Kila memonitor persiapan pernikahannya dengan Juna.
Karena Kila memiliki banyak waktu senggang, hari ini Kila menerima ajakan Mama Novita untuk perawatan diri. Mama Novita menyarankan Kila untuk melakukan perawatan sebelum menikah.
Dan disini lah Mama Novita dan Kila sekarang, di salah satu klinik kecantikan yang paling populer di Jakarta.
Sambil melakukan perawatan, Mama Novita pun bercerita tentang masa kecil Juna.
"Oh iya Kil, mulai sekarang kamu harus minum susu yang banyak mengandung asam folat, kamu harus mempersiapkan rahim kamu untuk benih Juna." ucap Mama Novita.
"Iya Tante, rencananya Kila juga mau beli susu. Tapi Kila bingung susu apa yang harus Kila minum, Kila gak ngerti." jawab Kila.
"Kamu pergi ke dokter kandungan aja, konsul sama dokternya." balas Mama Novita.
"Iya deh, besok Kila akan pergi konsul." jawab Kila.
"Bawa Juna sekalian, biar dia tahu apa-apa aja yang harus dia makan mulai sekarang biar kualitas benihnya bagus." ucap Mama Novita.
"Iya Tante, nanti Kila coba ngomong sama Juna." jawab Kila.
🍁 🍁 🍁
Meninggalkan Kila dan Mama Novita yang sedang melakukan perawatan, di rumah Mama Ernita, ada Sitha yang tidak pergi bekerja karena merasa tidak enak badan sejak kemaren. Kemaren ia masih bisa memaksakan untuk pergi bekerja, tapi hari ini ia tidak sanggup karena sejak bangun Sitha terus muntah-muntah dan sampai sekarang sudah pukul empat sore belum ada makanan yang masuk ke perut Sitha karena mual. Hanya satu buah apel yang bisa tertelan, selain itu makanan apapun tidak bisa Sitha telan, baru melihat makanan itu saja Sitha langsung mual.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...