Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
63. Golden Restoran


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


"Maaf Rel, aku gak bisa kasih tau kamu. Aku ingin ini menjadi rahasia aku sendiri." jawab Sitha yang akhirnya memutuskan untuk tidak memberitahu Farel.


Farel menghela nafasnya kasar.


"Oke, gak jadi masalah Sit kalau sekarang kamu belum bisa terbuka sama aku. Tapi aku akan tetap menunggu kamu untuk terbuka sama aku, aku akan tetap menunggu kamu semampu aku, jadi tolong jangan suruh aku menjauh dari kamu." ucap Farel.


Farel pun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Sudah jam segini, aku harus pulang nganter motor temen aku dulu habis itu ke bandara. Kamu mau ikut nganter aku ke bandara?" tanya Farel.


"Maaf, aku gak bisa." jawab Sitha.


"Oke, gak masalah. Nanti kalau udah sampe aku kabarin kamu lewat Mama kamu. Kamu gak mau buka blokiran kamu juga gak pa-pa." ucap Farel.


Farel pun berdiri dari duduknya begitupun dengan Sitha yang juga berdiri dari duduknya untuk mengantar Farel sampai di teras.


"Aku pergi yah." pamit Farel sesampainya di teras.


"Mmm... hati-hati." balas Sitha.

__ADS_1


Farel pun melambaikan tangannya sambil berjalan menuju motor yang ia parkir di depan rumah. Setelah Farel pergi, Sitha pun menutup kembali pintu rumah lalu berjalan memasuki rumah.


Sesampainya di ruang tamu, Sitha melihat sirup yang Sitha suguhkan untuk Farel, bahkan tidak Farel sentuh sama sekali.


"Maaf Rel, maaf kalau aku ngecewain kamu." lirih Sitha yang sadar kalau saat ini Farel sangat kecewa pada Sitha di balik senyumannya tadi.


Sitha pun mengangkat gelas itu lalu membawanya kedapur.


🍁 🍁 🍁


Golden Restoran.


Kini Juna beserta kedua orangtuanya sudah berada di VIP room Golden Restoran dan sedang menunggu kedatangan Kila dan kedua orangtua angkatnya.


"Ini, nanti lamar Kila lagi dengan cincin ini." ucap Mama Novita sambil memberikan cincin milik Mama Novita.


"Ini bukannya cincin Mama?" tanya Juna.


"Iya, tadi pas di jalan Mama baru kepikiran kalau malam ini sebelum membicarakan pernikahan dengan orangtua Kila, kamu harus melamar Kila didepan orangtuanya dulu, mau mampir ke toko berlian tapi gak ada berlian yang bagus. Jadi pake cincin Mama aja dulu, nanti cincin nikahnya baru di desain khusus di toko berlian langganan Mama." ucap Mama Novita.


"Gak usah pake cincin lah Ma. Toh Juna juga pernah ngelamar Kila, jadi sekarang langsung bicarain pernikahan aja, biar cepet selesai acaranya. Soalnya Juna lagi gak enak badan banget ini." balas Juna.

__ADS_1


"Ya gak bisa gitu dong Jun! Kemaren itu kan kamu ngelamar gak didepan orang tua Kila, sekarang didepan orangtua Kila jadi harus ada cincinnya juga. Udah ambil aja dan lamar Kila dengan cincin ini nanti." paksa Mama Novita.


Juna pun pasrah dan menerima cincin itu dari Mama-nya.


Sepuluh menit kemudian.


Kila dan kedua orangtuanya pun datang.


Melihat Kila dan kedua orangtuanya masuk kedalam ruangan, Juna dan kedua orangtuanya pun berdiri dari duduknya untuk meyambut calon besan mereka.


"Maaf kami terlambat, kami terjebak macet." ucap Papa Dennis, Papa angkat Kila sambil bersalaman dengan Papa Angga.


"Gak pa-pa Pak, kami mengerti kok." jawab Papa Angga.


Setelah semua bersalaman, Papa Dennis, Mama Alma dan Kila duduk di kursi yang berhadapan dengan Papa Angga, Mama Novita dan Juna.


Sebelum membahas pernikahan, mereka mengisi perut mereka terlebih dahulu karena memang sudah waktunya makan malam.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2