
🍁 Happy Reading 🍁
Keesokan Paginya.
Pukul 08.00
"Eugh..." Juna melenguh sambil mengerjapkan matanya.
"Good Morning, Sayang." sapa Kila begitu mata Juna terbuka sempurna.
"Jam berapa ini?" tanya Juna.
"Jam delapan." jawab Kila dengan santai-nya.
Mata Juna langsung membulat lebar.
"Kok kamu gak bangunin aku, Kil?" omel Juna sambil mendudukkan dirinya.
"Aku gak tega Sayang, semalam kan kita lembur." jawab Kila.
"Ck..." Juna berdecak kesal lalu turun dari atas ranjang dengan keadaan tubuh yang polos.
"Kamu mau berangkat kerja?" tanya Kila.
"Ya iyalah Kil. Aku bisa kena marah Papa kalau tau aku bolos." jawab Juna.
"Ya kamu tinggal bilang aja sama Papa kalau kamu lagi gak enak badan." balas Kila.
__ADS_1
"Gak akh... Aku mau tetap berangkat kerja." tolak Juna.
Tapi di luar dugaan Juna, Kila malah menghubungi Papa Angga untuk memberitahu Papa Angga kalau Juna hari ini tidak bisa berangkat ke kantor.
"Selamat pagi Om Angga." sapa Kila begitu panggilan dengan Papa-nya Arjuna tersambung. Kila pun mengaktifkan pengeras suara ponsel-nya agar Juna juga mendengar percakapannya dengan Papa Angga.
Sontak Juna yang sudah sampai di depan pintu kamar mandi langsung menoleh kearah Kila dan berjalan menghampiri Kila.
"Selamat pagi juga Kila." jawab Papa Angga.
"Om, hari ini Juna gak ke kantor dulu yah, dia lagi gak enak badan Om. Dari semalam aja Kila nemenin Juna diapartemen." ucap Kila.
Mata Juna membulat mendengar itu. Dengan tangan dan matanya Juna memberi kode pada Kila untuk segera mengakhiri panggilan telepon dengan Papa Angga, tapi Kila tidak menggubrisnya.
"Kamu di Indonesia? Juna bilang kamu lagi tour keliling Eropa." tanya Papa Angga.
"Iya Om, baru nyampe kemaren." jawab Kila.
"Ini ada disamping Kila. Dia ngotot mau kerja Om katanya takut Om Angga marah sama dia kalau dia bolos kerja, tapi Kila takut nanti sakitnya makin parah kalau gak istirahat, makanya Kila nelpon Om Angga sekarang untuk minta izin langsung." jawab Kila.
"Mana dia, Om mau bicara."
Kila pun memberikan ponsel-nya pada Juna.
"Kamu tuh yah..." geram Juna sambil mengambil ponsel dari tangan Kila.
"Ya Pa." jawab Juna.
__ADS_1
"Kalau kamu gak enak badan, gak usah masuk kantor, biar nanti Papa telpon Dina untuk reschedule jadwal kamu." ucap Papa Angga.
"Tapi Pa-"
"Gak ada tapi-tapian, kesehatan kamu lebih penting. Kamu istirahat aja dulu, oke. Dan satu lagi, ajak Kila makan malam dirumah kalau badan kamu udah enakan. Papa tunggu kedatangan kamu sama Kila dirumah." potong Papa Angga.
"Baik Pa." Jawab Juna pasrah.
Panggilan pun berakhir.
Setelah panggilan berakhir, Juna memberikan ponsel-nya pada Kila.
"Bereskan, jadi kamu bisa lanjutin tidur sekarang. Atau kamu mau kita-" belum juga Kila selesai bicara, Juna sudah memotong kata-kata Kila.
"Aku mau mandi, badan aku lengket semua. Kamu siapin sarapan aja." potong Juna dengan nada ketus dan wajah kesal.
Juna pun berjalan menuju kamar mandi. Begitu masuk didalam kamar mandi, tak lupa Juna mengunci pintu kamar mandi agar Kila tidak bisa masuk tiba-tiba.
Bukannya masuk kebilik mandi dan mandi, Juna malah duduk di closet dan menggeram kesal tanpa suara sambil menjambak rambutnya.
"Gue gak bisa bersandiwara kayak gini. Gue harus jujur sama Kila kalau gue gak bisa lanjutin hubungan ini. Gue gak mau Kila dan orang tua gue makin berharap dengan hubungan ini." lirih Juna.
"Tapi gimana cara-nya loe ngomong, Jun!! Loe kan paling gak bisa nyakitin Kila dan loe paling gak bisa liat Kila nangis?" tanya Juna pada dirinya sendiri.
"Gue harus bisa! Pokoknya gue harus bisa." ucap Juna lagi.
Setelah memantapkan hati dan pikirannya, barulah Juna masuk ke bilik mandi dan membersihkan tubuh-nya dari percampuran keringatnya dan keringat Kila.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...