
🍁 Happy Reading 🍁
Keesokan harinya.
Pukul 07.00
Gardana Group.
Entah ada angin apa masih jam tujuh Sitha sudah ada di Gardana Group.
Karena belum banyak karyawan yang datang, suasana dalam gedung juga masih sepi. Dan disinilah Sitha sekarang, di dalam lift yang akan membawa-nya ke lantai dimana ruang kerja-nya berada. Saat pintu lift hendak tertutup, tiba-tiba dari luar seorang perempuan berteriak meminta agar pintu-nya di tahan.
Sitha yang berdiri tepat di belakang pintu lift pun langsung menahan pintu lift agar tidak tertutup. Pintu pun kembali terbuka dan perempuan itu pun masuk kedalam lift.
Sekarang di dalam lift hanya ada Sitha dan perempuan yang baru masuk itu.
"Terimakasih." ucap perempuan itu dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Sama-sama." jawab Sitha.
"Mau ke lantai berapa?" tanya Sitha.
"Ke lantai ruang kerja Presdir." jawab perempuan itu.
"Oh." Sitha hanya membulatkan mulutnya dan tak perlu menekan angka lain di tombol karena tujuan Sitha dengan perempuan itu sama.
Dari pantulan pintu lift, Sitha melihat penampilan perempuan yang berdiri disebelah-nya.
Kayak pernah lihat, tapi dimana yah? gumam Sitha dalam hati.
"Karyawan baru yah?" tanya perempuan itu pada Sitha.
"Iya Bu." jawab Sitha.
__ADS_1
"Ibu mau ke bagian apa? Dan ketemu siapa? Mungkin jam segini para karyawan belum ada yang dateng." tanya Sitha.
Perempuan itu tersenyum tipis.
"Saya mau ketemu tunangan saya, Arjuna." jawab perempuan itu.
Mata Sitha membulat lebar. Akhirnya Sitha ingat dimana ia pernah melihat perempuan yang ada disebelahnya, dimana lagi kalau bukan di foto yang ada di apartemen Juna.
"Saya baru sampe di Indonesia dan sengaja langsung kesini sebelum Juna dateng karena mau kasih surprise untuk Juna." ucap Shakila.
"Pasti Juna kaget lihat aku ada disini, soalnya kemaren itu aku pernah bilang kalau aku baru pulang ke Indonesia sekitar empat atau enam bulan lagi." kata Shakila lagi.
Seketika Sitha diam seribu bahasa, ia sama sekali tidak merespon Shakila yang sedang berbicara padanya, wajah-nya juga memerah akibat hati yang panas melihat sosok Shakila yang nampak berseri-seri saat menceritakan niatnya yang ingin memberikan surprise untuk Juna.
Ting. Pintu lift terbuka, Sitha pun mempersilahkan Shakila keluar lebih dulu dari dalam lift kemudian disusul Sitha dari belakang.
Benar kata Sitha tadi, di lantai itu belum ada karyawan yang datang hanya ada dua OB yang sedang mengepel lantai.
Begitu keluar dari dalam lift, Sitha pun cepat-cepat berjalan ke ruang kerja-nya sambil sesekali melihat Shakila yang berjalan menuju ruang kerja Juna.
🍁 🍁 🍁
Pukul 08.30
Juna baru sampai di kantornya. Tidak ada yang memberitahu Juna kalau saat ini ada Shakila di kantornya, bahkan sekretarisnya pun tidak memberitahu karena Shakila sudah meminta Dina untuk tidak memberitahu Juna.
"Selamat pagi, Pak Juna."
"Selamat pagi, Pak."
"Pagi Pak."
Sapa para karyawan yang berpapasan dengan Juna saat Juna hendak berjalan menuju ruang kerja-nya dan hanya dibalas dengan anggukkan kepala sambil tersenyum tipis oleh Juna.
__ADS_1
Saat Juna melewati ruangan tim pemasaran, Juna memperlambat langkahnya hanya untuk melihat Sitha, tapi sayangnya ia tidak melihat Sitha di meja kerja-nya.
Kemana dia? Apa dia gak masuk kerja hari ini? gumam Juna dalam hati.
"Selamat pagi, Pak." sapa salah seorang karyawan dari bagian pemasaran.
"Selamat pagi." balas Juna.
"Oh iya, Sitha belum dateng yah?" tanya Juna.
"Sudah Pak, tapi lagi ada di ruang pemotretan produk." jawab karyawan itu.
"Oh..." Juna membulatkan mulutnya.
"Nanti kalau sudah datang, suruh keruangan saya yah." ucap Juna.
"Baik Pak." balas karyawan itu tanpa bertanya untuk apa Juna meminta Sitha keruang kerja-nya, karena bukan kewenangan karyawan itu juga untuk menanyakan hal itu.
Setelah mengatakan itu, Juna pun meneruskan langkahnya menuju ruang kerja-nya.
"Selamat pagi Pak Juna." sapa Dina begitu Juna melewati meja kerja sang sekretaris.
"Selamat pagi Dina." balas Juna. "Apa jadwal saya hari ini?" tanya Juna.
"Hari ini kosong Pak." jawab Dina.
"Oke makasih." balas Juna.
Juna pun lanjut melangkah menuju pintu ruang kerja-nya.
Ceklek. Juna membuka pintu ruang kerja-nya lalu masuk kemudian menutupnya lagi. Begitu pintu tertutup tiba-tiba sepasang lengan dengan kulit putih mulus dan jari jemari yang lentik melingkar di pinggangnya.
"Aku kangen kamu Sayang."
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...