Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
90. Dokter Bisma


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Jakarta


Rumah Sakit.


Pukul 22.30 WIB.


Kini Kila berada di rumah sakit yang pertama saat dia melakukan pemeriksaan.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sebelas, tapi Kila belum bisa memejamkan matanya. Ia masih duduk di ranjang sambil melihat ke arah luar.


Ceklek. Tiba-tiba pintu kamar rawatnya terbuka.


Kila hanya melirik sesaat lalu kembali menatap ke arah luar.


"Kenapa belum tidur?" tanya dokter Bisma, dokter yang Kila percaya untuk menanganinya.


Dokter Bisma berjalan mendekati Kila.


"Saya takut dok." jawab Kila.


"Bukannya kamu sudah memutuskan? Jadi kenapa masih takut?" tanya dokter Bisma.

__ADS_1


Kila sudah memutuskan untuk melakukan operasi pengangkatan rahim di rumah sakit itu dan mempercayakan dokter Bisma yang menjadi dokter utama yang mengoperasinya.


"Bukan takut di operasi dok, tapi takut kalau Juna dan keluarganya tau saya ada disini. Saya gak mau mereka lihat keadaan saya yang seperti ini." jawab Kila.


Sebelumnya Kila sudah meminta dokter Bisma untuk merahasiakan keberadaannya di rumah sakit itu jika ada yang mendatangi rumah sakit itu dan menanyakan keberadaan Kila.


Dokter Bisma awalnya keberatan dengan permintaan Kila karena produser operasi harus di tanda tangani surat persetujuan dari keluarga pasien tapi karena Kila memohon dan mengancam tidak akan melakukan operasi kalau dokter Bisma tidak mau merahasiakan keberadaannya, akhirnya dokter Bisma pun menyetujui permintaan Kila, bahkan dokter Bisma sendiri yang akan menjadi wali untuk menandatangani surat persetujuan tindakan operasi dan pastinya juga disertai dengan surat pernyataan dari Kila.


"Kenapa kamu masih mengkhawatirkan masalah itu, kan saya sudah mengurus kerahasiaan kamu disini." jawab dokter Bisma.


Kila diam.


"Dok, kalau nanti terjadi apa-apa saat operasi, tolong jangan bekerja keras menyelamatkan nyawa saya yah." ucap Kila.


Tiba-tiba saja Kila menangis.


"Saya tidak mau hidup lagi dok. Untuk apa saya hidup kalau tidak ada orang yang menginginkan saya?!" ucap Kila sambil menangis.


"Orangtua angkat saya tidak pernah memperhatikan saya, tunangan saya juga sudah berpaling dari saya, keluarga tunangan saya juga pasti akan membuang saya kalau mereka tau saya tidak bisa memberikan mereka cucu. Lalu buat apa saya hidup dok?" kata Kila lagi.


Dokter Bisma pun duduk di sebelah Kila lalu mengusap punggung Kila.


"Bukankah kamu seorang balerina? Apa kamu ingat bagaimana reaksi penonton saat melihat pertunjukkan kamu?" ucap dokter Bisma.

__ADS_1


"Mereka semua pasti memberikan standing applause sama kamu karena penampilan kamu yang sangat memukau, iya kan? Dan itu berarti masih banyak yang menyayangi kamu, Kila, jadi tidak ada alasan untuk kamu tidak berjuang melawan penyakit mu. Ingat masih banyak orang yang ingin melihat penampilan mu." lanjut dokter Bisma.


"Berjuang lah demi mereka dan demi saya." kata dokter Bisma lagi.


Sontak Kila menghentikan tangisnya dan menoleh ke arah dokter Bisma.


"Saya janji kalau kamu berjuang, saya akan duduk di paling depan di pertunjukkan mu suatu hari nanti." ucap dokter Bisma sambil menyeka air mata yang membasahi pipi Kila.


"Sekarang kamu tidur yah dan jangan stress, besok pagi kamu sudah mulai puasa." kata dokter Bisma lagi sambil berdiri dari duduknya.


"Dok..." Kila menahan tangan dokter Bisma.


"Apa bisa dokter menunggu saya di sini sampai saya tidur?" tanya Kila.


Dokter Bisma tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Oke. Saya akan disini sampai kamu tidur. Jadi sekarang cepat lah tidur." ucap dokter Bisma.


Kila pun membaringkan badannya dan dokter Bisma membantu menyelimuti Kila. Setelah itu dokter Bisma pun duduk di kursi sebelah ranjang Kila.


Kila pun mulai memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur.


🍁 🍁 🍁

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2