Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
55. Berani Kamu Putuskan Kila?


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Ruang Kerja Juna.


Jam istirahat sudah selesai. Di ruang kerjanya Juna terlihat sedang uring-uringan karena memikirkan Sitha dengan Farel. Juna pun membuka chat Sitha dan Farel, padahal sudah satu Minggu ini Juna berusaha kuat untuk tidak membuka chat Sitha dan Farel karena sudah berniat ingin melupakan Sitha dan mengikhlaskan Sitha menjalani hidupnya. Tapi hati Juna tak bisa di bohongi, melihat Sitha dan Farel saat makan siang tadi membuat Juna ingin menendang Farel dalam hidup Sitha.


Juna mengangkat teleponnya dan menyambungkannya ke meja Dina, sekretaris Juna.


"Din, suruh Sitha keruangan saya sekarang." perintah Juna.


"Baik Pak." jawab Dina.


Juna pun menutup teleponnya dan Dina pun menghubungkan panggilan telepon ke meja kepala bagian pemasaran untuk memanggil Sitha.


Tak sampai lima menit Sitha pun muncul di depan meja Dina.


"Langsung masuk aja, Sit." ucap Dina.


"Baik Bu." jawab Sitha.


Sitha pun berjalan menuju pintu ruang kerja Juna dan mengetuknya terlebih dahulu.


"Masuk." jawab Juna dari dalam.


Sitha menghela nafasnya kasar terlebih dahulu sebelum memutar handle pintu.


Ceklek. Sitha pun membuka pintu ruang kerja Juna lalu masuk kedalam.


Saat Sitha masuk kedalam ruang kerja Juna, posisi Juna sedang berdiri di dekat jendela dan membelakangi Sitha.

__ADS_1


"Bapak manggil saya?" tanya Sitha.


Juna pun memutar tubuh-nya untuk menghadap Sitha.


Untuk beberapa detik Juna tak mengeluarkan kata-kata dan hanya memandang Sitha dengan tatapan tajam seperti harimau yang ingin menerkam mangsa-nya.


"Pak Juna manggil saya?" tanya Sitha sekali lagi.


Lagi dan lagi Juna tidak menjawab dan berjalan mendekati Sitha.


Jantung Sitha berdegup kencang saat Juna berjalan mendekatinya, yang ada di pikiran Sitha, Juna akan melakukan pelecehan lagi padanya, tapi ternyata pikiran Sitha salah.


"Ikut saya keruang pemotretan produk." jawab Juna lalu keluar dari dalam ruang kerja-nya.


Setelah Juna keluar dari ruang kerja-nya, barulah Sitha bernafas lega.


"Huuuft... gue pikir dia mau ngapain gue!" lirih Sitha.


Kini Juna dan Sitha sudah berada di dalam lift untuk turun satu lantai dari lantai ruang kerja Juna berada.


Di dalam lift Juna juga masih tidak membuka suara-nya dan itu sama sekali tidak membuat Sitha takut dan justru membuat Sitha merasa lega karena Juna tidak melakukan apa yang ada di pikirannya.


Pintu lift pun terbuka.


Sitha dan Juna pun keluar dari dalam lift. Di lantai itu cukup sepi, karena para karyawan sedang sibuk di ruang pemotretan produk.


Melihat lantai itu sepi, Juna yang berjalan di depan Sitha langsung berbalik badan dan menarik tangan Sitha menuju tangga darurat.


"Pak Juna... lepas... Bapak mau bawa saya kemana?" pekik Sitha sambil meronta.

__ADS_1


Tapi Juna tidak menghiraukan kata-kata Sitha dan terus membawa Sitha ke tangga darurat. Sesampainya di tangga darurat, Juna langsung menghimpit dan mengunci tubuh Sitha lalu mencium bibir Sitha dengan kasar.


Sitha terus meronta sampai akhirnya ia berhasil melepaskan ciuman Juna.


PLAAK... Sitha langsung menampar pipi Juna begitu ciumannya terlepas.


"Brengsek emang loe!" Maki Sitha.


"Iya emang gue brengsek! Sangking brengseknya gue gak mau lihat loe sama cowok lain! Puas loe!" balas Juna meluapkan uneg-uneg'nya.


"Gue cemburu Sitha lihat loe sama cowok lain!" kata Juna lagi.


"Gila loe yah! Atas dasar apa loe gak mau lihat gue sama cowok lain! Dan kenapa juga loe harus cemburu, loe kan udah punya Kila!" balas Sitha.


"Loe jangan egois Jun! Loe bisa bahagia dengan Kila sedangkan gue, apa gue gak bisa bahagia dengan laki-laki yang suka sama gue?" kata Sitha lagi.


"Gue juga suka sama loe Sitha!" balas Juna.


"Apa, suka?! Yakin loe suka sama gue? Bukan cuma naf.su aja sama gue?! Sekarang gua tanya sama loe, kalau loe emang suka sama gue, loe bisa gak ninggalin Kila buat gue?" tanya Sitha.


Juna pun terdiam.


"Gak bisa jawab kan loe!" ucap Sitha.


"Jun, gue juga mau punya hubungan yang pasti. Kalau gue bertahan dengan loe, gue cuma bisa jadi simpanan loe! Dan gue gak mau cuma jadi simpanan loe! Kalau loe mau gue cuma jadi milik loe, putusin Kila! Jangan pernah dateng ke gue kalau loe belum putus dari Kila!" kata Sitha lagi.


Setelah mengatakan itu Sitha pun keluar dari Rangga darurat.


"Aaaaargh..." teriak Juna sambil memukul tembok setelah Sitha pergi.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2