
🍁 Happy Reading 🍁
Rumah sakit.
Sekarang Kila sudah berada di ruang tunggu operasi dan hendak melakukan pembiusan total.
"Dok..." Kila memanggil dokter Bisma.
"Ya." jawab dokter Bisma.
"Apa bisa saya menelpon sebentar?" tanya Kila.
Dokter Bisma melihat jam yang ada di dinding ruang tunggu.
"Silahkan, tapi jangan lama-lama yah." jawab dokter Bisma.
Dokter Bisma pun memberikan ponsel Kila yang Kila titipkan padanya.
Setelah ponsel di tangan, Kila membuk blokiran nomor Mama Novita lalu menghubungi Mama Novita.
Setelah tiga kali bunyi nada tunggu, Mama Novita pun menjawab panggilan telepon Kila.
"Halo Sayang." jawab Mama Novita.
"Halo Tante." balas Kila dengan suara lemas.
"Kamu sakit? Kok suaranya lemes banget?" tanya Mama Novita.
"Gak Tante, Kila baru bangun tidur." jawab Kila berbohong.
"Oh... Hari ini kamu sibuk gak? Temenin Tante yuk arisan, Tante mau ngenalin kamu sama temen-temen arisan Tante." tanya Mama Novita.
"Maaf Tante hari ini Kila gak bisa dan selamanya juga Kila gak akan bisa nemenin Tante arisan." jawab Kila.
"Maksud kamu apa?" Tanya Mama Novita. Suara Mama Novita yang awalnya bersemangat langsung lemas mendengar kata-kata Kila.
__ADS_1
"Tante, Kila mohon maaf sama Tante dan Om, Kila memutuskan untuk membatalkan pernikahan Kila dan Juna." jawab Kila.
"Ada apa Sayang? Apa kamu bertengkar lagi sama Juna? Bilang sama Tante, biar Tante marahin anak itu." tanya Mama Novita.
"Ini gak ada hubungannya dengan Juna, Tante, tapi ini keputusan Kila sendiri. Beberapa hari ini Kila berpikir bagaimana perasaan Kila yang sebenarnya pada Juna. Dan setelah Kila pikir-pikir dan Kila bisa selami hati Kila sendiri, ternyata Kila udah gak punya perasaan apa-apa pada Juna dan itu yang membuat Kila selalu ragu untuk menikah dengan Juna. Kila mencoba memaksakan perasaan Kila, tapi Kila tetap gak bisa Tante, daripada Kila merasa tidak bahagia menikah dengan Juna, lebih baik Kila mengalah. Lagipula, Kila tau perasaan Juna untuk Kila juga sudah hambar, jadi untuk apa kami melanjutkan pernikahan ini kalau kami berdua tidak punya perasaan apa-apalagi." jawab Kila.
"Apa Juna yang memaksa kamu bicara seperti ini?" tanya Mama Novita.
"Tidak Tante, ini semua gak ada hubungannya dengan Juna, ini semua murni keputusan Kila." jawab Kila.
"Dan satu lagi Tante, Kila mohon restui hubungan Juna dengan perempuan yang bernama Sitha. Juna sangat mencintai Sitha, tolong biarkan mereka bersama." ucap Kila.
"Maksud kamu apa? Jadi-"
"Udah dulu yah Tante." cepat-cepat Kila menutup teleponnya karena tidak ingin membahas tentang perasaan Juna pada Sitha, itu terlalu menyakitkan. Biarlah Juna nanti yang memberitahu sendiri hubungannya dengan Sitha.
"Sudah?" tanya dokter Bisma.
"Um..." Kila menganggukkan kepalanya lalu memblokir lagi nomor Mama Novita kemudian memberikan ponselnya pada dokter Bisma.
"Um..." jawab Kila sambil menganggukkan kepalanya.
Dokter Bisma menggenggam tangan Kila.
"Jangan terlalu banyak berpikir dan jangan tegang. Kamu percaya kan sama saya?" tanya dokter Bisma.
"Iya dok, saya percaya dengan dokter." jawab Kila.
"Baiklah, mari kita masuk." dokter Bisma pun mendorong kursi roda Kila dan membawa Kila masuk ke ruang operasi.
🍁 🍁 🍁
Kembali ke Juna yang masih ada di mobil bersama Sitha.
"Siapa?" tanya Sitha.
__ADS_1
"Nyokap gue." jawab Juna.
Setelah Kila menutup teleponnya, Mama Novita cepat-cepat menghubungi Juna. Tadinya Mama Novita mencoba menghubungi ulang Kila, tapi sayangnya Kila sudah memblokir nomornya, jadi mau tidak mau Mama Novita langsung menghubungi Juna.
Juna pun menggeser tombol hijau.
"Halo Ma." jawab Juna.
"Dimana kamu? Cepat kerumah sekarang, ada yang harus kita bicarakan!" ucap Mama Novita.
Juna melirik Sitha sesaat lalu menghela nafasnya kasar.
"Baik Ma." jawab Juna.
Mama Novita menutup teleponnya.
"Kenapa?" tanya Sitha.
"Nyokap suruh gue ke rumah. Sepertinya Kila sudah bicara dengan Mama." jawab Juna.
"Oh... kalau gitu antar gue dulu ke hotel." balas Sitha.
Juna mengambil tangan Sitha dan menggenggamnya.
"Loe ikut gue temui Mama. Gue akan kenalin loe sama keluarga gue." ucap Juna.
"Tapi Jun, waktunya tepat." balas Sitha.
"Semua waktu tepat, tergantung cara mengatasinya. Loe percayakan aja semuanya sama gue, gue pastiin semua akan baik-baik aja." Jawab Juna.
Juna pun melepas rem tangan mobil lalu melajukan mobilnya keluar dari area parkir rumah sakit.
🍁 🍁 🍁
Bersambung...
__ADS_1