Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
42. Cemburu Yang Salah


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Kini Sitha, Kila dan Juna sudah berada di ruang pemotretan produk.


Terlihat para tim kreatif sedang sibuk. Ada yang menata produk untuk di foto, ada juga yang sedang mempersiapkan properti lain untuk hiasan foto produk selanjutnya dan ada juga yang sedang sibuk mengedit foto dan video produk yang sudah diambil sebelum di up ke sosial media.


"Hai Kila..." sapa Yura, penanggung jawab tim kreatif.


"Hai Kak Yura..." balas Kila ramah lalu cepika-cepiki.


Yura dan Kila pun mengobrol dan Sitha hanya sekedar mendengarkan. Dari pembicaraan Kila dan Yura yang Sitha dengar, mereka membicarakan tentang kompetisi balet Kila dan membicarakan tentang niat Kila yang ingin menerima lamaran Juna yang sempat ia tolak.


Mendengar obrolan Yura dan Kila yang sangat pribadi dan berhasil membuat hati Sitha panas, Sitha pun memilih untuk membantu tim kreatif yang sedang mempersiapkan properti untuk foto produk yang akan di foto selanjutnya.


Setelah selesai mengobrol dengan Yura, Kila pun menghampiri Juna. Dengan manja-nya Kila gelendotan di lengan Juna. Melihat itu, Sitha pun semakin panas. Tak ingin sampai emosi-nya berimbas pada pekerjaannya, Sitha pun memilih untuk pergi dari ruangan itu.


Melihat Sitha keluar dari ruang pemotretan produk, ingin sekali rasanya Juna melepaskan tangan Kila yang sedang gelendotan di tangannya dan mengejar Sitha, tapi sayangnya Juna tidak punya keberanian untuk itu.


🍁 🍁 🍁


Jam makan siang pun tiba.


"Habis makan siang, aku anter kamu pulang yah." ucap Juna.


"Terus kamu?" tanya Kila.


"Ya aku balik ke kantor, kan jam kerja aku belum selesai." jawab Juna.


"Memangnya kamu gak bisa kerja setengah hari aja? Kan kamu bos-nya." ucap Kila.

__ADS_1


"Gak bisa Sayang. Nanti pulang kerja aku dateng ke rumah kamu." jawab Juna.


"Bener yah."


"Iya Sayang." balas Juna.


"Ya udah." balas Kila. Mereka pun keluar dari ruang kerja Juna dan berjalan menuju lift.


Saat melewati bagian pemasaran, Kila melihat Sitha yang masih ada di meja kerja-nya.


"Sitha..." panggil Kila.


"Kamu mau ngapain Sayang panggil karyawan aku?" tanya Juna. Perasaan Juna langsung tidak enak begitu Kila memanggil Sitha.


Sitha yang sedang fokus ke layar komputer langsung mengalihkan pandangannya ke arah Juna dan Kila.


"Sini..." panggil Kila sambil melambaikan tangannya.


Mau apalagi sih dia?! Gerutu Sitha dalam hati.


Sitha pun berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Juna dan Kila.


"Kok gak makan siang?" tanya Kila.


"Sebentar lagi. Masih ada kerjaan yang tanggung." jawab Sitha.


"Nanti aja diterusin lagi, kita makan siang dulu." ucap Kila lalu merangkul tangan Sitha.


"Ayo, kita makan siang bareng." ucap Kila sambil membawa Sitha berjalan menuju lift.

__ADS_1


"Eh... gak usah aku bisa makan sendiri, Kila." tolak Sitha.


"Aku gak mau denger penolakan. Pokoknya kamu harus ikut makan siang bareng kita." ucap Kila.


"Kalau gitu aku ambil hape sama tas aku dulu." balas Sitha.


"Sayang, tolong ambilin tas-nya Sitha yah. Kalau dia yang ambil nanti dia malah lanjut kerja lagi." pinta Kila pada Juna.


Juna melirik Sitha sesaat lalu menghela nafasnya kasar kemudian berjalan menuju ruangan Sitha.


Hari ini entah sudah berapa kali Juna menghela nafasnya kasar karena tidak bisa berbuat apa-apa untuk memisahkan Kila dari Sitha.


Kila itu adalah orang yang sangat friendly ke siapa saja. Jadi tidak heran dengan sikap Kila pada Sitha karena dengan Yura dulu sikap Kila juga seperti itu, baru kenal tapi sudah seperti orang yang sudah lama kenal.


Sementara Juna mengambil tas dan ponsel Sitha, Kila dan Sitha berjalan menuju lift.


Sesampainya di meja kerja Sitha, Juna pun mengambil ponsel Sitha yang tergeletak di meja kerja, saat hendak mengambil tas Sitha tiba-tiba ponsel Sitha berdering, panggilan masuk dari Farel.


"Siapa Farel?" gumam Juna bertanya-tanya dalam hati-nya.


Juna mendiamkan panggilan masuk Farel sampai nada dering itu berakhir. Tapi tak lama Farel menghubungi lagi tapi kali ini Farel melakukan panggilan video.


Penasaran dengan sosok Farel, Juna pun memberanikan diri menggeser tombol hijau di layar ponsel Sitha tapi dengan kamera ia arahkan ke arah lain.


"Hai... Sit..." sapa Farel begitu Juna menjawab panggilan video-nya.


Melihat wajah Farel yang ganteng dan sapaan Farel untuk Sitha yang begitu lembut, Juna yakin kalau Farel menyukai Sitha.


Juna pun terbakar api cemburu melihat wajah Farel dan suara lembut Farel memanggil Sitha. Ia pun cepat-cepat menutup panggilan video dengan Farel lalu menyambar tas Sitha kemudian berjalan dengan langkah panjang dan nafas yang memburu karena kesal menyusul Sitha dan Kila.

__ADS_1


🍁 🍁 🍁


Bersambung...


__ADS_2