
🍁 Happy Reading 🍁
Kini Juna dan Kila sedang menikmati sarapan mereka, sarapan yang Kila beli via online.
"Sayang, nanti kita pergi ke dokter kandungan yah." ucap Kila di sela-sela ia mengunyah makanannya.
Juna yang sejak tadi memperhatikan makanan yang ada di piringnya sontak langsung menoleh kearah Kila.
"Hah? Kamu bilang apa barusan?" tanya Juna untuk memastikan apa yang dia dengar tidak salah.
"Aku bilang tadi nanti kamu temanin aku kedokter kandungan, aku mau periksa kesuburan sekalian aku mau minta vitamin biar benih yang kami tanam semalam bisa tumbuh subur." jawab Kila sambil mengerlingkan matanya pada Juna.
Untuk beberapa detik, Juna terdiam lalu meletakkan sendok dan garpu-nya.
"Kil..."
"Hemh..." respon Kila sambil menoleh kearah Juna.
"Ada yang mau aku bicarakan serius dengan kamu." ucap Juna dengan raut wajah yang serius.
Wajah Kila pun langsung berubah menjadi pucat.
"Selesaikan dulu sarapan mu baru kita bicara." jawab Kila.
"Aku harus bicara sekarang Kil. Aku gak mau nunda-nunda lagi." balas Juna.
__ADS_1
"Aku gak mau dengar!" jawab Kila lalu menenggak air minum kemudian meletakkan sendok dan garpu-nya setelah itu berdiri dari duduknya lalu berjalan keluar dari ruang makan sambil membawa piringnya kedapur.
Juna mengernyitkan keningnya mendengar jawaba Kila dan sikap Kila yang tiba-tiba terlihat kesal.
Apa jangan-jangan Kila udah tau? gumam Juna dalam hati.
Juna pun berdiri dari duduknya dan menyusul Kila ke dapur.
"Kil..."
"Aku gak mau dengar Juna, aku gak mau dengar!" ucap Kila sambil menutup kedua telinganya.
"Ka-ka-kamu udah tau?" tanya Juna.
"Iya, aku udah tau semua-nya Jun! Aku tau hubungan kamu sama Sitha. Aku tau kamu ngapain aja sama dia. Aku tau semua-nya Jun!" jawab Kila dengan suara yang bergetar menahan tangis.
"Makanya sekarang aku ada disini, aku tinggalin tour keliling Eropa aku bersama tim aku, hanya untuk kamu! Hanya untuk mempertahankan hubungan kita!" kata Kila lagi.
"Maafin aku Kil. Aku akuin, aku laki-laki brengsek yang udah mengkhianati hubungan kita, aku gak pantes buat kamu!" balas Juna.
"Aku gak masalah dengan kesalahan kamu itu Jun, mari kita mulai dari awal. Aku akan lupain perselingkuhan kamu ini dan aku akan anggap ini hanya cara kamu menghilangkan kebosanan kamu selagi kamu nunggu aku. Aku maafin semua itu Jun." balas Kila.
"Tapi Kila, maaf, aku gak bisa nerusin hubungan kita, aku udah ngerasa hambar dengan hubungan kita. Aku... aku... aku ngerasa nyaman dengan Sitha."
"Bagaimana bisa kamu merasa nyaman dengan perempuan yang hanya kamu jadikan pelampiasan naf.su kamu, Juna! Yang kamu rasain itu perasaan semu, itu semua gak nyata, Jun!" balas Kila.
__ADS_1
"Mau nyata ataupun gak, aku tetap gak bisa ngelanjutin hubungan kita, aku udah gak punya perasaan apa-apa lagi sama kamu. Aku gak mau makin nyakitin perasaan kamu, aku juga gak mau kasih harapan untuk orangtua aku. Jadi tolong sekali ini aku minta kamu ngertiin aku." balas Juna.
"Aku akan ngertiin kamu Jun, aku akan bebasin kamu berhubungan dengan Sitha, aku akan tunggu kamu bosen dengan Sitha, aku bisa nunggu Jun, akan aku telan semua sikap kamu sama aku, tapi tolong jangan suruh aku mengakhiri hubungan kita, aku gak bisa Jun. Aku gak pa-pa Jun kalau kamu selingkuhin aku dengan Sitha atau dengan perempuan-perempuan lain, yang penting jangan akhiri hubungan kita Jun..." Kila tak kuasa lagi menahan air mata-nya yang sejak tadi berusaha ia tahan. Padahal ia ingin terlihat kuat di depan Juna, tapi tidak bisa. Bagi Kila, diselingkuhi memang sakit apalagi Juna dan Sitha bukan hanya selingkuh biasa melainkan sudah berhubungan intim, tapi lebih sakit jika harus mengakhiri hubungannya dengan Juna. Kila tidak mampu.
"Hubungan kita bukan baru sebulan dua bulan Jun, hubungan kita udah lima tahun. Di lima tahun hubungan kita, udah banyak yang kita lewatin bersama, udah banyak perjuangan aku untuk mensejajarkan posisi dengan kamu, udah banyak juga pengorbanan yang kamu lakukan untuk aku dan aku gak bisa ngelupain semua itu begitu aja." ucap Kila.
"Perlahan Kila, perlahan, lupakan semua kenangan itu perlahan. Aku yakin suatu saat nanti kamu bisa melupakan semua itu. Karena aku juga akan melakukan hal seperti itu, perlahan melupakan kamu." balas Juna.
"Huwaaaaa...." Tangis Kila semakin menjadi-jadi.
"Gak bisa Juna... Gak bisa! Lebih baik aku mati daripada harus kehilangan kamu daripada aku harus melupakan semua kenangan kita!" teriak Kila.
Kila yang berada di dekat tempat pi.sau pun langsung menarik salah satu pi.sau.
"Kila... jangan Kila... kita bisa bicarakan baik-baik, jangan bodoh Kila!" teriak Juna sambil berjalan mendekati Kila. Tapi sayang terlambat, belum juga Juna mendekat, Kila sudah memotong urat nadinya.
Sroooot....
Darah segar pun langsung muncrat dari lengan Kila.
"Kilaaaaa...."
🍁 🍁 🍁
Bersambung...
__ADS_1