Hubungan Panas Setelah Reuni

Hubungan Panas Setelah Reuni
80. Menyusul


__ADS_3

🍁 Happy Reading 🍁


Gardana Group.


Sesampainya di ruang kerjanya, Juna langsung menghubungi Intel Joni untuk menanyakan perkembangan pencarian Sitha.


"Halo Bang Jon, gimana sudah ada kabar?" tanya Juna.


"Belum ada Pak. Kemaren saya dan tim saya sudah mencari di daerah Jabodetabek tapi perempuan yang Bapak cari tidak ada. Jadi hari ini saya dan tim saya berpencar mencari ke stasiun, terminal, pelabuhan dan bandara untuk mencari apakah nama perempuan yang Bapak cari ada dalam daftar penumpang." jawab Intel Joni.


"Coba Bang Joni cari di penerbangan tujuan Kalimantan, siapa tau aja ada." ucap Juna


"Kalimantan mana nih Pak? Kalimantan kan banyak." tanya Intel Joni.


"Cari saja semua tujuan Kalimantan dan cocokkan dengan data yang saya kasih ke kamu." jawab Juna.


"Baik Pak. Nanti saya akan cari di semua maskapai penerbangan tujuan Kalimantan." jawab Intel Joni.


Panggilan pun berakhir.


Setelah panggilan dengan Intel Joni berakhir, Juna pun meminta Dina untuk mengatur ulang jadwalnya hari ini. Hari ini pikiran Juna benar-benar kacau lebih kacau dari hari kemaren, ia tidak semangat bekerja tapi tidak bisa juga tetap berada di rumah sakit menemani Kila karena takut Kila akan tau kalau ia sedang mencari Sitha. Kalau saja Kila tidak sakit sekarang, Juna tidak perlu merahasiakan ini dari Kila.


🍁 🍁 🍁


Pukul 14.00


Akhirnya Intel Joni pun berhasil menemukan kemana Sitha pergi. Intel Joni pun langsung menghubungi Juna.


"Halo Pak Juna."


"Ya Bang Joni, gimana udah ada kabar?" tanya Juna tak sabaran.

__ADS_1


"Sudah Pak, saya menemukan nama Elsitha Putri berangkat ke Kalimantan Timur kemaren pada jam sembilan pagi." jawab Intel Joni.


"Apa kamu yakin?" tanya Juna.


"Saya yakin Pak, data yang Pak Juna berikan cocok dengan data yang ada di salah satu maskapai penerbangan." jawab Intel Joni.


"Ya sudah, terimakasih Bang. Nanti saya hubungi Bang Joni lagi kalau ada yang saya butuhkan lagi." ucap Juna.


Juna pun mengakhiri panggilan teleponnya dengan Intel Joni kemudian menghubungi nomor Erick.


"Halo Erick, saya Juna, atasannya Sitha." sapa Juna begitu Erick menjawab teleponnya.


"Iya Pak saya tau." jawab Erick.


"Orang saya sudah menemukan kemana Sitha pergi, mereka bilang Sitha pergi ke Kalimantan Timur. Apa kamu tau teman Sitha yang tinggal disana?" tanya Juna.


"Ke Kalimantan Timur? Setau saya temen Kak Sitha disana cuma satu Kak Neva, itu pun saya sudah tanya sama Kak Neva kalau Kak Sitha gak ada disana." jawab Erick.


"Bisa kamu berikan alamat temen Kakak kamu itu, biar saya yang susul dia kesana." kata Juna lagi.


"Baik, nanti saya cari dulu alamatnya." jawab Erick.


"Kapan Pak Juna mau kesana?" tanya Erick.


"Hari ini juga." jawab Juna.


"Kalau gitu saya ikut cari Kakak saya." balas Erick.


"Memangnya Mama kamu sudah sehat? Kalau kamu ikut, terus yang jaga Mama kamu siapa? Kamu jaga saja Mama kamu, biar saya yang pergi kesana cari Kakak kamu." jawab Juna.


Erick hanya menghela nafasnya kasar, benar juga yang di katakan Juna, kalau dia pergi siapa yang menjaga Mama Ernita. Sudah Papanya sakit, ditambah sekarang Mamanya yang drop karena memikirkan Sitha.

__ADS_1


"Ya sudah. Tolong bawa pulang Kakak saya, Pak dan terimakasih banyak sebelumnya." ucap Erick.


"Sama-sama." balas Juna.


Juna pun menutup teleponnya.


Setelah menutup teleponnya, Juna pun langsung membuka aplikasi pemesanan tiket online kemudian mencari jadwal penerbangan yang paling cepat, untungnya masih ada tiket di penerbangan jam 15.45, tanpa melihat kelas apa itu, Juna langsung memesan tiket yang itu.


Setelah memesan tiket, Juna pun keluar dari dalam ruang kerjanya.


"Dina, saya keluar dulu yah. Mungkin besok saya gak masuk kerja. Kalau Papa saya dateng kesini bilang aja saya ada urusan di Surabaya. Oke." ucap Juna pada Dina.


"Terus jadwal Bapak gimana?" tanya Dina.


"Gak ada yang mendesak kan?" tanya Juna balik.


Dina menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, undur saja sampai saya masuk kerja. Oke." jawab Juna.


"Baik Pak." balas Dina.


"Ya sudah, saya pergi yah." pamit Juna lalu berjalan dengan tergesa-gesa menuju lift.


Sesampainya di lantai bawah, Juna pun meminta supir kantor untuk mengantarnya ke bandara.


Di pikiran Juna sekarang hanya Sitha, Sitha dan Sitha. Ia lupa kalau di rumah sakit sekarang ada Kila yang juga membutuhkan perhatiannya.


🍁 🍁 🍁


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2