
🍁 Happy Reading 🍁
Pukul 22.00
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Orangtua Sitha dan Juna juga sudah pulang, tinggal lah Juna dan Sitha beserta anak mereka di kamar rawat itu.
Sebenarnya Mama Ernita ingin menemani Sitha, tapi Juna melarang dan meminta Mama Ernita pulang biar Juna yang menjaga anak-istrinya.
Bayi laki-laki yang diberi nama Airlangga Gardana itu baru saja selesai menyusu. Setelah selesai menyusu, Juna langsung memindahkan anaknya ke dalam box bayi.
"Kamu kenapa kok mukanya kayak orang banyak pikiran?" tanya Juna yang baru berhasil meletakkan Langga kedalam box bayi.
Setelah beberapa bulan resmi menikah, Juna dan Sitha memutuskan untuk memanggil dengan panggilan yang lebih sopan.
"Kila udah kembali, perasaan kamu gimana?" tanya Sitha.
"Loh kok nanya begitu?" Juna malah balik bertanya.
"Aku takut, takut kalian semua mengabaikan aku dan anak aku setelah kemunculan Kila." jawab Sitha.
Juna berjalan mendekati ranjang Sitha lalu duduk di tepi ranjang.
"Gak ada yang perlu di takutkan Sayang, aku gak akan mengabaikan kamu, apalagi berpaling dari kamu. Kila hanya masa lalu aku, sedangkan kamu masa depan dan masa tua aku." ucap Juna.
__ADS_1
Sitha menghela nafasnya kasar.
"Aku percaya sama kamu, tapi orangtua kamu? Apa kamu bisa menjamin mereka gak akan mengabaikan aku? Apa aku terlalu serakah kalau aku mau orangtua mu hanya memberi perhatiannya padaku? Apalagi Mama kamu baru respack sama aku tiga bulan terakhir ini, aku gak rela kalau Mama kamu sampe berpaling dari aku dan lebih perhatian sama Kila." ucap Sitha.
"Kamu gak usah cemburu kalau Mama perhatian sama Kila, Mama juga sayang kok sama kamu, cuma ke Kila mungkin sedikit berbeda, yah mungkin karena Mama lebih lama kenal sama Kila dan Mama udah anggap Kila seperti anak kandung Mama sendiri. Tapi percaya sama aku, Mama gak akan pilih kasih antara kamu dan Kila, aku yakin Mama tau batasannya, Mama tau sekarang siapa yang harus lebih di prioritaskan." jawab Juna.
"Kalaupun tadi kamu lihat sikap Mama begitu antusias sama Kila, yah wajar kan Mama udah lama gak ketemu Kila dan gak pernah dapet kabar dari dia. Jadi kamu gak usah mikir yang macem-macem yah." kata Juna lagi.
Sitha menganggukkan kepalanya.
🍁 🍁 🍁
Keesokan paginya.
Pagi ini setelah Mama Ernita datang, Juna pamit pulang sebentar untuk membawa pakaian kotor Langga dan Sitha.
"Mama mana Mbak?" tanya Juna pada salah satu ART.
"Ada di halaman belakang Den." jawab ART itu.
Juna pun berjalan ke halaman belakang. Sesampainya di halaman belakang Juna melihat Mama-nya yang sedang menyiram tanaman.
Juna berjalan mendekati Mama-nya.
__ADS_1
Merasakan ada yang berjalan mendekatinya, Mama Novita pun menoleh ke arah Juna.
"Loh kamu dateng Jun, terus yang jaga Sitha di rumah sakit siapa?" tanya Mama Novita.
"Ada Mama Ernita. Juna pulang mau anter pakaian kotor, tapi sebelum ke apartemen, Juna sengaja singgah kesini dulu karena ada yang mau Juna bicarain sama Mama.
"Bicara tentang apa?" tanya Mama Novita.
Juna mengambil selang yang di pegang Mama Novita lalu meletakkannya ke tanah kemudian menarik tangan Mama-nya menuju sofa.
"Ma, semalam Sitha bilang sama Juna, katanya dia takut Mama gak perhatian lagi sama Sitha karena kemunculan Kila." ucap Juna.
Mama Novita tercengang mendengar ucapan Juna.
"Ma, bisa gak Mama gak usah terlalu berlebihan perhatian sama Kila. Kalaupun Mama mau perhatiin Kila secara berlebihan, tolong jangan di depan Sitha. Menantu Mama itu Sitha, bukan Kila, jadi Juna harap Mama tau mana yang harus jadi prioritas Mama." kata Juna lagi.
Mama Novita tersenyum tipis.
"Makasih yah Jun udah ingatin Mama soal ini. Tapi bagi Mama, Kila itu sudah seperti anak kandung Mama sendiri, jadi wajar kan kalau Mama juga kasih perhatian sama Kila, apalagi kamu tau sendiri gimana perlakuan keluarga angkat Kila sama Kila. Kalau bukan kita yang perhatiin dia, siapa lagi? Selama ini yang perhatian sama dia kan cuma kita." jawab Mama Novita.
"Tapi Ma, Mama juga harus bisa jaga perasaan Sitha. Semalam Sitha sampe gak bisa tidur hanya karena mikirin masalah ini. Dia takut Mama jadi mengabaikan dia, apalagi Mama baru bisa menerima Sitha beberapa bulan belakangan ini. Sitha istri Juna, Ma, jadi Juna harap Mama jangan mengabaikan Sitha." balas Juna.
"Baiklah, Mama ngerti." jawab Mama Novita.
__ADS_1
🍁 🍁 🍁
Bersambung...